Ustadz Pantun Nasehati Keluarga Besar Sekolah Andihga

BOGORnews,== Ustadz  Pantun salah satu mubaligh yang sering mengisi acara di salah satu televisi swasta, tampil dihadapan keluarga besar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Andihga Jalan Veteran Bogor Tengah Kota Bogor, Sabtu (18/1/2013).
    
Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri ratusan jamaah, diantaranya hadir Kepala Bagian Kemasyarakatan Setda Kota Bogor Abdulrahman, Ketua Yayasan Andigha, Andi Surya Wijaya, Muspika Kecamatan Bogor Tengah, tokoh Masyarakat dan para ulama setempat.
    
Dihadapan jamaah yang hadir Ustadz Pantun mampu menarik perhatian jamaah yang hadir.  Isi tausyiah yang disampaikannya sangat mengena sesuai dengan tema yang diusung yakni,  Kita Rekatkan Silahturahim akan tumbuh rasa cinta, bangga serta semangat meneladani Nabi Muhammad SAW.
    
Tak hanya itu sang Ustadz sesekali menyampaikan ceramahnya sambil berpantun.  Sehingga  tak heran jamaah yang hadir   menyebutnya Ustadz Pantun. “ Ini Ustadz pantun, karena memang dalam ceramahnya selalu diselingi pantun, “ ujar Zaelani salah satu jamaah.
    
Dalam ceramahnya Ustad Pantun  juga menyampaikan, bagaimana cara  untuk berkomunikasi dengan sang Pencipta Allah SWT. Ustadz Pantun juga mengingatkan jamaah dan para siswa untuk tidak meninggalkan Sholat lima waktu dan selalu mengerjakannya  tepat waktu.
    
Walikota Bogor  dalam sambutanya disampaikan  Kabag Kemasyarakatan Setdakot Bogor Abdurahman mengatakan, Maulid Nabi besar Muhammad Saw yang selalu diperingati setiap setahun sekali, dengan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendengarkan dan memperhatikan nasihat-nasihat yang disampaikan oleh para ulama dan para guru yang selalu mengingatkan supaya hidup di jalan yang lurus dan diridhoi Allah SWT.
    
Namun, kata Walikota, dalam kehidupan bermasyarakat masih banyak ditemukan pelanggaran agama seperti anak-anak Muda yang  suka minum minuman keras sampai mabuk, mengkomsumsi narkoba atau pergaulan bebas dengan lawan jenis dan juga masih banyak barang-barang pornografi diperjual belikan dan disimpan di rumah-rumah. 
 
“Keadaan seperti itu mengundang murka Allah, dan  akan membiarkan kehidupan ini semakin rusak, semakin susah dijalani, padahal kita tahu kalau kehidupan ini akan  berjalan lebih berkah dan selalu berada dalam ridho Allah seperti contoh sikap dan prilaku Nabi Muhamamad Saw, sebab beliau sebagai contoh seorang hamba Allah paling mulia, “ paparnya.
    
Sementara Ketua Yayasan Taruna Andigha,Andi Surya Wijaya berharap melalui peringatan Maulid Nabi, para siswa dapat mengaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari, mengikuti jejak atau mencontoh Nabi Muhammad SAW. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button