Perang Terhadap DBD, Puluhan Pemburu Nyamuk disebar

BOGORnews, Puluhan petugas Jumantik (Juru Pemantau Jentik)  diterjunkan untuk melakukan pemantauan berkembang biaknya Nyamuk Aedes Aegypti di wilayah Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.Para petugas Jumantik yang merupakan para keder Posyandu dilepas  Lurah Kencana Syafei R dalam acara pencanangan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk tingkat Kelurahan Kencana yang dipusatkan di Posyandu RW 02 Jum’at (6/5/2014) pagi.

Dalam pencanangan tersebut hadir Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Kelurahan setempat Surya, Babinsa Kelurahan Kencana Karyono, pihak Puskesmas Kayumanis dan para Ketua RW dan Ketua RT.

Para pemburu nyamuk tersebut  langsung disebar ke 13 RW untuk melakukan pemantauan jentik–jentik nyamuk disetiap rumah penduduk di wilayah Kelurahan Kencana,  “Petugas Jumantik disebar ke 13 RW di wilayah Kelurahan Kencana,“ kata Lurah Kencana Syafei R.

Syafei mengatakan, gertak pemberantasan sarang nyamuk  di wilayahnya merupakan tindak lanjut dari pencanangan secara serempak yang dilakukan Walikota Bogor Bima Arya di Lapangan Kresna Raya Kelurahan Tegal Gundil Bogor Utara, pada Kamis (5/5) kemarin.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, jumlah warga yang terjangkit DBD yang disebabkan oleh  gigitan nyamuk Aedes Agypti sangat memprihatinkan, Buktinya, pada tahun 2013 lalu kasus DBD di Kota Bogor mencapai 752 kasus, dan telah merengut korban jiwa sebanyak 8 orang.

Sementara dari 68 kelurahan di Kota Bogor,  diantaranya 64 kelurahan masuk dalam kategori endemis DBD. Sedangkan 4 kelurahan sporadis dan 2 kelurahan potensial DBD.

Sedangkan jumlah kasus DBD tertinggi berada di Kecamatan Bogor Barat sebanyak 184 kasus, Kecamatan Bogor Utara sebanyak 145 kasus, dan Kecamatan Tanah Sareal sebanyak 142 kasus
Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor selaku Ketua Panitia Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Gertak PSN DBD) Azrin Syamsudin mengakui, salah satu faktor utama tingginya angka endemis di Kota Bogor karena kondisi lingkungan belum bebas dari jentik, dan perilaku hidup bersih dan sehat masih rendah.

Azrin mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD, mulai dari sosialisasi menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button