Pandangan Hidup Entrepreneur Sejati

By Tutang MM 04 Nov 2021, 13:10:20 WIB Artikel
Pandangan Hidup Entrepreneur Sejati

BOGORNews.com ::: Kalau kita melihat negara maju seperti Amerika, Jepang, China, Jerman, dan sebagainya sebagian besar masyarakatnya enggan menjadi pekerja, mereka lebih suka memilih menjadi penguasaha. Karena kalau menjadi pengusaha, semua bisa ditentukan sendiri, keuntungan dinikmati sendiri, jam kerja bisa diatur sesuai keinginan sendiri. Namun sangat berbeda dengan di negara, sebagian besar masyarakatnya berkeinginan menjadi pegawai dari pada menadi pengusaha atau entrepreneur.

Oleh karena itu sebagian besar manyarakat kita umumnya dipengaruhi oleh keadaan atau kebiasaan, sedangkan kalau Entrepreneur seharusnya memunyai sikap untuk mengendalikan keadaan. Memiliki mental yang baik dan posotif akan mudah untuk memfokuskan dirinya pada kegiatan sehingga akan mendapatkan hasil sesuai degan yang diharapkan.

Seorang Entrepreneur sejati harus mempiliki mental positif terhadap semua peristiwa yang dilihatnya, dan seorang Entrepreneur sejati harus memiliki pandangan hidup yang lebih baik. Karena Entrepreneur merupakan individu yang matang dan telah melihat seluk beluk kehidupan dan sudah matang pengalamannya. Seorang Alex Inkeles dan David H. Smith (1974), adalah salah satu diantara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap, nilai dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru, selalu membaca perubahan sosial, lebih realitis terhadap fakta dan pendapat, berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu, berencana, percaya diri, memiliki aspirasi, berpendidikan dan keahlian, respect, hati-hati dan memahami produksi.

Baca Lainnya :

Kewirausahaan Adalah Ilmu

Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut Thomas W. Zimmerer (dalam Suryana 2001:2), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses yang sistematis, penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasaran. Dalam hal ini kreativitas oleh Zimmerer diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang. Sedangkan keinovasian diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreatvitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk mempertinggi dan meningkatkan taraf hidup. Jadi, dengan demikian kewirausahaan adalah disiplin ilmu yang sistematis untuk menerapkan sikap kreatif dan inovasi dalam mengembangkan ide-ide baru guna menghadapi persaingan bisnis atau usaha.

Jika dahulu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lapangan, sekarang paradigma tersebut telah bergeser. Padahal kewirausahaan itu bukan hanya merupakan bakat bawaan sejak lahir, namun kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan. Dipelajari melalui proses pendidikan dan diajarkan melalui proses pendidikan formal atau informal. Menurut Suyana (2009:2) “Entrepreneurship are not only born but also made” artinya kewirausahaan tidak hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan pengalaman lapangan, melainkan juga dapat dipelajari dan diajarkan.

Kewirausahaan saat ini telah menjadi suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkan potensinya untuk menangkap peluang serta mengorganisir usahanya dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, untuk menjadi wirausaha yang sukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki pengetahuan segala aspek usaha yang akan ditekuninya dalam proses pendidikan kewirausahaan.

Kewirausahaan muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas, dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. Berwirausaha menurut Meredith (dalam Suryana, 2001:7) adalah memadukan perwatakan pribadi, keuangan, dan sumber daya. Oleh karena itu, berwirausaha merupakan sebuah pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel, dan imajinatif, mampu merencanakan, mengambil resiko, mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasi peluang, mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment