Bima Arya Tinjau UN di Sekolah Dekat Kandang Sapi

BOGORnews,== Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau pelaksanaan UN ke sejumlah Sekolah, SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MAN) di Kota Bogor, Senin (14/4/2014)  

Salah satu sasaran peninjauan yaitu SMA Bhakti Insani Kelurahan Batu Tulis Kecamatan Bogor Selatan yang setiap UN siswanya selalu mengenakan masker, karena bau kotoran sapi yang menyengat. Selain ke SMA Bhakti Insani, Walikota Bima Arya meninjau pelaksanaan di SMAN 1, SMKN 1, dan MAN 2  

Bima menghimbau kepada pemilik kandang sapi untuk membersihkan sementara bagian yang terdekat dari sekolah. “ Saya telah meminta ke pemilik kandang sapi untuk membersihkan kotoran sapi yang dekat dengan sekolah, “ kata Bima.

Untuk mengurangi bau tidak sedap, kata Bima, pihaknya telah membawa pewangi untuk disemprotkan kesetiap sudut kelas, “ Kedepan, kita akan membuat sistim pengelolaan limbah kandang sapi, “ ujarnya.

Seperti diketahui, setiap pelaksanaan UN SMK Bhakti Insani selalu mendapat perhatian, karena sekolah tersebut berdekatan dengan kandang sapi, sehingga para peserta UN harus mengenakan masker karena bau kotoran sapi.

Bau kotoran sapi yang menyengat dari kandang tersebut sangat mengganggu konsentrasi para siswa. Meskipun sudah berusaha diusir menggunakan pengharum ruangan, bau tak sedap itu masih saja tercium di dalam kelas.

Keberadaan kandang sapi sudah ada jauh sebelum sekolah itu didirikan. Pihak sekolah sangat mengharapkan bantuan pemerintah menyelesaikan permasalahan ini.  "Sebelumnya sudah ada mediasi kepada pemilik ternak yang difasilitasi oleh pemkot. Kami meminta supaya pengelolaan limbah kotoran limbah bisa dibenahi," ujar Kepala Sekolah SMK Bhakti Insani Budiono

Ia menuturkan, polusi udara akibat kotoran sapi itu lebih parah dari sebelumnya. Sebab, pengelolaan limbah yang sekarang tidak terkelola dengan baik. Banyak kotoran sapi menumpuk dan dibiarkan begitu saja.  "Bahkan kadang, kotoran sapi pernah berceceran di depan sekolah," ungkap Budiono.

Menurut Budiono, pemilik kandang ternak sapi itu belum melakukan pengolahan limbah seperti disarankan Pemkot Bogor. "Dulu pemilik kandang disuruh membuat IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah), namun sepertinya belum dilaksanakan," jelasnya.

Sejauh ini, bantuan yang diberikan Pemkot Bogor baru sebatas pengharum ruangan. "Untuk masker itu hanya inisiatif dari para siswa. Saya berharap Pemkot bisa menyelesaikan masalah ini," pungkas Budiono.

Mengenai kebocoran soal, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kebocoran soal atau terlambatnya distribusi soal ujian.

Fetty mengaku, ada satu peserta UN yang tersangkut kasus pidana dan ditahan di LP Paledang. Tapi, siswa tersebut sudah melaksanakan ujian dengan menumpang di sekolah lain," katanya. (redaksi)

 
Teks Foto : Walikota Bima Arya berbincang-bincang dengan siswi SMA Bina Insani yang akan melaksanakan UN, Para siswa terpaksa mengenakan masker karena mau kotoran sapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button