Tien Batatie, Keikhlasan Mengabdi 33 Tahun Mengajar Sebagai Guru Honorer

By Redaksi 07 Apr 2021, 00:59:00 WIB | dibaca: 101 Pendidikan

Tien Batatie, Keikhlasan Mengabdi 33 Tahun Mengajar Sebagai Guru Honorer

Keterangan Gambar : Tien Batatie Saat Mengajar Dikelas


Media Digital Bogor

BOGORnews.com ::: Menyandang status sebagai guru honorer selama 33 tahun mengajar dengan penghasilan jauh dari kata cukup, tidak membuat niat tulus Tien Batatie (53) mengabdi pudar. Baginya, mencerdaskan generasi anak-anak bangsa untuk bisa terus mengenyam pendidikan jauh lebih berharga dari hanya sekadar imbalan. "Apa yang saya lakukan ini merupakan tanggungjawab saya sebagai guru dan saya ikhlas," ujarnya.

Tini sapaan akrabnya Tien Batatie mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muawanah yang terletak di Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar, kecamatan Bogor Tengah, kota Bogor, dirinya ingat betul saat pertama mengajar anak-anak dengan kondisi madrasah yang memprihatinkan, dimana para siswa harus belajar berdempet-dempetan dalam satu ruang kelas dengan menggunakan perlengkapan seadanya. 

"Pertama mulai mengajar pada tahun 1986 dengan ruang kelas hanya dua lokal. Saya mengajar kelas 2 ada 70 murid dan kelas 3 berjumlah 60 murid. Bayangkan bagaimana mendidik sebanyak 130 murid dalam satu ruangan dan saya sempat setres saat itu," kenangnya saat dijumpai, Selasa (6/4/2021).

Dirinya mengakui pernah merasakan di gaji sebesar 7.500 perbulan. Setelah mendapatkan surat keputusan (SK) menjadi guru honorer pada tahun 1988, pendapatannya pun meningkat meski tidak seberapa. Menurutnya, menjadi guru honorer dengan penghasilan terbilang rendah tidak perlu berkeluh kesah. Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, Tien Batatie selain mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muawanah, Ia juga mencari penghasilan tambahan menjadi guru di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Mandiri.

"Apa yang saya lakukan hanya mendidik penuh keikhlasan, karena saya yakin Allah akan selalu memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga," kata alumni Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Arrahmaniyah.

Bukan hanya dirinya, guru lain bernama Patonah jauh lebih lama yakni 36 tahun mengabdi di Madrasah Ibtidaiyah Al- Muawanah sejak 1985 dan belum memiliki sertifikasi. "Saya sudah 35 tahun menjadi guru, kalau harapan untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sudah pernah mencoba mendaftar tetapi belum rezekinya. Saat ini apakah masih mungkin dengan umur 53 tahun, seperti sudah tertutup karena usia," ujarnya sambil tersenyum.

Berharap Lulusannya Menjadi Anak Sholeh dan Sholehah

Mendidik penuh kasih sayang dan kekeluargaan, memberikan rasa nyaman kepada peserta didik didalam proses pembelajaran akan terus selalu dilakukan guru kelahiran Bogor, 26 April 1968. Meski keterbatasan pendidik sebagai manusia biasa tidak dapat dipungkiri, namun Ia meyakini tidak ada satu guru pun berkeinginan murid-muridnya menjadi bodoh.

"Saya selalu berharap anak-anak masa depannya menjadi cerah dikemudian hari, memiliki akhlak yang baik, menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah serta berguna bagi nusa dan bangsa," tutur Tien Batatie mengakhiri perbincangan.*(Boy)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News