Rektor IPB : Pengembangan Desa Gambut perlu tetap Memperhatikan Prinsip Keberlanjutan

By Redaksi 30 Jun 2020, 19:32:28 WIB | dibaca: 52 Pendidikan

Rektor IPB : Pengembangan Desa Gambut perlu tetap Memperhatikan Prinsip Keberlanjutan

Makanan Minuman Bogor

BOGORnews.com ::: Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria mengatakan pengembangan desa gambut perlu tetap memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan mengacu pada kaidah-kaidah sains, karena sains merupakan alat atau instrumen yang dapat digunakan dalam mengelola bumi dan kehidupan.

"Persoalan lahan gambut dan sumberdaya alam tidak bisa diselesaikan dengan satu bidang disiplin ilmu saja. Era sekarang ini adalah era kolaborasi artinya harus menggunakan pendekatan transdisiplin ilmu antar berbagai pengetahuan,"ungkap Rektor IPB
saat membuka acara Webinar Nasional “Masa Depan Perlindungan SDA Berbasis Desa Gambut dalam Pembangunan Nasional” yang diselenggarakan oleh Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), IPB University pada Senin (30/6/2020).

Oleh karena itu di IPB telah dikembangkan sustainability science dengan prisip-prinsip transdisiplin. Pendekatan transdisiplin memuat kepentingan hybrid antar kepentingan ekologi, ekonomi, sosial, politik dan budaya yang bersumber dari local knowledge dan local wisdom.

"Pendekatan transdisiplin tidak hanya berdasarkan pada rasionalitas ekonomi tetapi juga rasionalitas moral yang menjadi penyeimbang dalam setiap tindakan pemanfaatan sumberdaya alam. Sustainability science mengadopsi pendekatan konstruktivisme yang membuat pengelolaan sumberdaya alam lebih adil, mengedepankan prinsip keadilan dan menjaga keberlanjutan serta lebih bijak dalam mengelola sumberdaya alam,"ucapnya.

Pada tataran empiris, lanjutnya,  kita temukan dilema peran negara dalam pengelolaan SDA. Hal ini karena pada hakekatnya negara mempunyai dua peran yaitu sebagai environment protection (pelindung lingkungan), dan pada saat yang sama juga sebagai agent of development. Kedua peran tersebut ibarat rem dan gas. Untuk itu negara harus memperhatikan sains untuk menyeimbangkan kedua peran tersebut dalam setiap pengambilan kebijakan. 

"Modernisasi ekologi merupakan pendekatan penting karena rasionalitas ekologi dan rasionalitas ekonomi tidak selalu harus dipertentangkan tetapi juga bisa dinegosiasikan dan dikompromikan," ujar Rektor IPB. 

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs A Halim Iskandar Dia mengatakan pembangunan harus senantiasa tumbuh dengan tetap menjaga keseimbangan ekologi.  

"Keseimbangan ekologi menjadi bagian penting dalam pembangunan desa, terutama kaitannya dengan desa berbasis gambut,"paparnya.

"Desa yang ada di wilayah gambut yaitu sejumlah 333 desa, dengan karakteristik yang berbeda dengan desa pada umumnya, sehingga ini menjadi perhatian penting Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, RI sebagai salah satu basis perencanaan pembangunan," pungkasnya.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Retorasi Gambut Myrna A Safitri, menegaskan bahwa Badan Restorasi Gambut (BRG) memiliki peran untuk memberikan solusi pada masyarakat, salah satunya dengan program Desa Mandiri Peduli Gambut. 

"Program ini merupakan salah satu bagian dari fungsi menghimpun, mengedukasi dan mengkoordinasikan partisipasi dan dukungan masyarakat dalam restorasi gambut."

Ia juga mengemukakan peran penting sains dalam hal ini yang perlu didukung oleh data. Oleh karena itu, BRG juga membangun basis data yang kuat untuk mendukung pengambilan kebijakan. 

"Terdapat 525 desa gambut yang tersebar di tujuh provinsi yang sudah diberdayakan melalui program Desa Peduli Gambut. Program ini merupakan pengalaman empirik yang dapat dijadikan sebagai model dalam perencanaan dan pelaksanaan program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) yang sudah diadopsi oleh Bappenas dalam RPJMN 2019-2024,"tandasnya.

Webinar sendiri dipandu oleh Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), IPB University, Dr. Eva Anggraini ini merupakan bagian dari science policy interface serta bentuk komitmen dan upaya IPB berkontribusi dalam pembangunan nasional. (Rls/DF).






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News