PUNCAK NGAHIJI : Rebo Wekasan Bukan Seremonial Spiritual, Tapi Harus Masuk Event Kalender Wisata Tahunan

By Redaksi 08 Okt 2021, 08:42:14 WIB | dibaca: 178 Metropolitan

PUNCAK NGAHIJI : Rebo Wekasan Bukan Seremonial Spiritual, Tapi Harus Masuk Event Kalender Wisata Tahunan

Media Digital Bogor

BOGORnews.com ::: Berlokasi di Landing Gantole Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Paguyuban Puncak Ngahiji menggelar giat Rebo Wekasan atau Sidekah Kupat. Tradisi Rebo Wekasan merupakan bagian penting dan rutin bagi masyarkat di Jalur Puncak, hal itu pulalah yang menjadi alasan bagi para tokoh yang tergabung dalam Puncak Ngahiji untuk kembali menggelar kegiatan tersebut. Kegiatan yang dibungkus dengan tema “Ngelingan Rebo Wekasan Warisan Budaya Kasepuhan” ini juga diisi dengan kegiatan pembacaan Tilawatil Alquran, sambutan dari perwakilan tokoh dan ormas, serta para alim ulama dan pemerintah, dengan puncak acara pelepasan burung Merpati dan poto bersama. Gelar dimulai pada pukul 13.00 WIB. Rabu  (6/10/21)

Puncak Ngahiji menginginkan bahwa tradisi Rebo Wekasan tetap dilestasikan, dan menjadi bagian dari kearifan lokal, Rebo Wekasan memiliki peluang untuk masuk dalam event-event kalender tahunan sebagai bagian dari daya tarik wisata di Puncak. Puncak Ngahiji sendiri merupakan paguyuban lintas Tokoh, Seniman, Budayawan, Aktivis, dan lintas Ormas, adapula didalamnya beberapa perwakilan dari unsur pemerintah. 

Ini adalah kali ke-5 gelaran Rebo Wekasan digelar oleh puncak ngahiji, dimulai setelah paguyuban tersebut di bentuk. Seperti yang disampaikan Ujang Sumitra salah satu bagian pendiri Puncak Ngahiji. “Ini kali ke – 5 kita mengadakan Rebo Wekasan, Alhamdullilah kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak dan yang hadir masyarakt dari 3 kecamtan ada di jalur puncak,” Ungkap Ujang. 

Adanya kebijakan PPPKM yang tengah berlaku saat ini tidak menjadi kendala berarti, seperti terlihat, dari pantauan di lapangan, kemeriahan dan kekidmatan acara sangat terasa, walaupun demikian prokes Covid-19 tentang kewajiban memakai masker tentunya menjadi keharusan bagi para tamu yang hadir. 

Senada dengan Ujang, Ketua Panitia Rebo Wekasan Puncak Ngahiji Iman Supian, mengatakan bahwa,  Rebo Wekasan tidak saja sekedar tradisi, namun lebih dari itu, bahwa dalam kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan utamanya menjadi momen yang cukup dipandang sakral sebagai perwujudan rasa syukur dan momen spiritual. Sesuai adat dan kebiasan bawa kegiatan ini dilakukan pada setiap bulan Safar dan jatuh pada hari Rabu. 

"Inikan langka ya, Rebo Wekasan atau biasa disebut sedekah kupat adalah tradisi leluhur yang rutin setiap tahun, menurut cerita orang tua kita, Rebo Weksan pernah dilakukan oleh seorang ulama kenamaan yakni Alm. Mama Asy'ari atau yang lebih dikenal Mama Baskom berasal dari Ciawi. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan janga sampai punah," Kata Iman kepada media.

Iman menambahkan, bahwa pada gelaran tersebut diikuti sebanyak lebih  dari 700 orang. Adapun kehadiran peserta terdiri dari unsur perwakilan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupten Bogor Melalui Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Deni Khumaedi Alkasembawa, Sekertaris Kecamatan Cisarua Toto Supriadi, dan Kepala Desa Tugu Selatan M. Eko Widiana, Turut hadir Ketua Umum Alumni SMANIC 83 Agus Masrawi. Sementara unsur diluar lainnya yakni Tokoh, Budayawan, Aktivis setepat serta 24 perwakilan dari elemen ormas dan komunitas yang ada di 3 kecamtan, diantaranya KNPI, Karang Taruna, Pemuda Pancasila (PP), Laskar Merah Putih (LMP), FKPPI, LMPI, GIBAS, BBRP, Pokdarwis, Puncak Lestari, Banser, BBR, BBRP, PHRI, WN88, LSM Penjara, KMJP, PMBS, KWB, Baraya Puncak, KKPMP, LMDH, UMKM, Paguyuban PKL Puncak, IKKPAS, LINMAS dan IJP. 

Disaat bersamaan hadir pula Pengurus Puncak Ngahiji Sektor Kecamatan Megamendung yang juga Ketua Defaceto Presidium Pemekaran Bogor Selatan (PMBS) Muhammad Muksin, atau yang biasa disapa Kang Bro, Kang bro berujar, bahwa ini tradisi warisan leluhur dan masyarakat yang ada di wilayah Bogor Selatan, yang tentunya jika terus galakan akan berdampak positif bagi warga sekitar khususnya pada peningkatan potensi ekonomi. 

“Ini potensi sekali untuk dijadikan Destinasi Wisata, selain sebagai warisan leluhur juga tentunya perayaan Rebo Wekasan yang ke-5 ini bergilir di 3 kecamtan, sebelumya kan di Megamendung, kita juga berkoordinasi dengan unsur pemerintah selain tokoh-tokoh dan ormas,” timpal muksin mentup. (sal/red)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News