Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKIM Adakan Pengabdian Masyarakat di SDN Lawang Gintung 2

By Redaksi 08 Agu 2019, 23:09:00 WIB | dibaca: 181 Pendidikan

Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKIM Adakan Pengabdian Masyarakat di SDN Lawang Gintung 2



InfoBOGOR ::: Dosen dan mahasiswa program studi kesehatan (Prodi Kesmas) angkatan 2018/2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SDN Lawang Gintung 2, Kecamatan Bogor Selatan, kota Bogor, Kamis (8/8/2019).

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengusung tema "Jajanan Aman dan Sehat, Anak Cerdas, Ciptakan Generasi Hebat."  Para siswa diberikan pengetahuan mengenai memilih makanan jajanan yang aman dan sehat dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilingkungan SDN Lawang Gintung 2 Kota Bogor.

Terlihat partisipasi para siswa siswi sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut yang mana sasarannya kader kesehatan sekolah (Dokter Kecil).

Menurut fasilitator STIKIM Dwi. S didampingi Ika Lulu, Nur'Aini, Fhasda dan Maysaroh mengatakan kelompok umur yang membutuhkan asupan gizi yang cukup tinggi adalah anak usia sekolah, hal ini dikarenakan anak sekolah berada dalam masa pertumbuhan yang cepat dan aktif sehingga pada masa ini anak harus mendapatkan makanan bergizi yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Aktivitas makan anak sekolah tidak terpisahkan dari kebiasaan mengkonsumsi jajanan.

"Jajanan yang dikonsumsi anak-anak biasanya jajanan yang dijual di lingkungan sekitar sekolah, baik di kantin sekolah maupun pedagang kaki lima. Namun, fenomena yang ada saat ini, jajanan yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak telah tercemar penggunaan zat-zat berbahaya," ucapnya.

Dijelaskan, rendahnya tingkat keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) masih menjadi permasalahan penting karena dapat berdampak pada kesehatan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Hasil uji yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) (2017) menemukan hampir sepertiga jajanan anak sekolah di 23.500 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Indonesia tercemar mikroba berbahaya.

"Hal tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan pengetahuan pada anak tentang cara mengenali dan memilih jajanan yang aman dikonsumsi," paparnya.

Berbagai upaya preventif harus segera dilakukan, salah satu bentuk upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan wawasan dan kesadaran anak sekolah terkait makanan jajanan. 

Anak-anak pada masa perkembangannya identik dengan aktifitas bermain. Bermain adalah unsur yang penting untuk perkembangan fisik, emosi, mental, intelektual, kreativitas dan sosial. Melihat signifikannya pengaruh bermain terhadap anak.

"Upaya promosi kesehatan yang dapat dilakukan pada anak adalah melalui penerapan metode permainan simulasi. Upaya promosi kesehatan melalui penggunaan media ular tangga diharapkan efektif dapat meningkatkan pengetahuan anak memilih jajanan sehat," tuturnya.

Ada beberapa indikator terkait penilaian PHBS di sekolah diantaranya mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, Olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan dan membuang sampah pada tempatnya.

"Perilaku hidup bersih dan sehat harus di dukungan dari pihak sekolah maupun orangtua murid dalam meningkatkan kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat," imbuhnya.

Pengabdian masyarakat sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Pengabdian Masyarakat oleh Dosen dan Mahasiswa S-1 Kesehatan Masyarakat STIKIM serta pelaksanaan aplikatif  ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk mahasiswa P.S. S-1 Kesehatan Masyarakat STIKIM.

Sementara dosen pembimbing Finka Reztya Sutanto, MKM menyampaikan salah satu tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa guna pemenuhan kebutuhan standarlisasi untuk mutu kompetensi standar kelulusan untuk mata kuliah.

"Ada mata kuliah yang harus diselesaikan oleh mahasiswa yaitu fasilitasi, promosi kesehatan dan komunikasi kesehatan," ucapnya.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mahasiswi akan melahirkan inovasi-inovasi sebagai promosi kesehatan dimana tempat dilaksanakan pengabdian masyarakat tersebut. (Boy)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

MDB Radio - Download Now!



Yukk Cari Reseller / Penjual Terdekat dengan tempat tinggal anda. Klik / Cari Disini

Iklan Bogor News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Video Terbaru

View All Video
+ Produk Lainnya

PRODUK TERKINI