Perjuangan Seorang Ibu

By Redaksi 30 Apr 2018, 18:39:35 WIB | dibaca: 219 pembaca 

Perjuangan Seorang Ibu




<.br>

BOGORnews.com ::: Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa hanya memberi, tak harap kembali, Bagai sang surya menyinari dunia.

Lirik lagu dari SM Mochtar ini membuat menangis ketika kita menyanyikan lagu ini sambil mengingat wajah ibu kita dan lirik lagu ini memiliki makna yang sangat dalam setiap liriknya,bahwa kasih seorang ibu kepada anaknya yang tak terbatas oleh waktu hingga akhir hayat.

Wanita yang sudah berumur setengah abad lebih ini adalah seorang ibu yang tangguh, sosok Ibu yang mempunyai keiinginan untuk menyekolahkan anaknya setinggi mungkin agar  nantinya anaknya bisa hidup lebih baik daripada dia. Hidup sederhana tak membuat wanita yang berprofesi sebagai penjual sembako dirumahnya ini tidak merasa sedikitpun kekurangaan dengan apa yang ia dapatkan.

Selalu bersyukur atas rezeki yang didapatkan dan selalu berdoa kepada Allah SWT, maka hidup kita tidak akan kekurangaan. Ibu Ariyah sapaan akrab dari pembelinya, walaupun hanya lulusan SMP tak mempengaruhi pikirannya untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi negeri (politeknik).  Hidup dengan kesederhaan membuat dia lebih merasa nyaman.

Kesadaraan akan sebuah pendidikan yang utama, membuat  Ibu Ariyah harus banting tulang untuk mencukupi kebutuhan  perkulihaan anaknya yang dirasa sangat berat, wanita yang lahir 4 januari 1959 ini tidak patah semangat  demi seorang anak yang diharapkan dapat merubah perekonomiannya.

Dari penghasilannya berjualan sembako, Ibu Ariyah bisa membantu suaminya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dari hari ke hari dan menyisihkan sedikit uangnya  untuk kebutuhan anaknya kuliah.

Kasih sayang seorang ibu untuk anaknya memang tak terbatas, tapi apakah kasih sayang seorang anak terhadap ibunya tak terbatas juga? Menjadi seorang ibu tidaklah mudah, ibu adalah sosok terpenting dalam keluarga.

Harapan seorang Ibu Ariyah kepada anaknya tidak begitu besar, seorang Ibu hanya ingin melihat anaknya bisa hidup mandiri dan berkecukupan seperti anak-anak lainya.

Untuk para wanita yang nantinya akan menjadi seorang ibu jadilah seorang Ibu yang baik kepada anak-anaknya jadilah wanita-wanita hebat, untuk semua orang hargailah jasa seorang ibu yang merawat  mendidik menjadi anak yang baik hargai kasih sayangnya, karena tidak seorang pun yang mampu membalas kasih sayangnya. Rosulullah pun sangat menghargai seorang wanita dan selalu menghargai seorang wanita.

Penulis :
Muhammad Fikri Sahara, Mahasiswa Jurnalistik (Politeknik Negeri Jakarta)











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Cryptophix

    Bitcoin tradicionalmente relacionam-se a equipe digitais de dinheiro. Ela existe ...

    View Article
  • Natrual Foods

    i'm ordinarily looking on-line for posts which can help me. there's of ...

    View Article
  • VIDEO MARKETING

    sure, first-rate US military pressure. also, in his put up you have given a danger ...

    View Article