Pasar Tradisonal, Tawar Menawar, dan Kemiripannya Dengan Supermarket

By Redaksi 03 Mei 2018, 18:04:19 WIB | dibaca: 108 pembaca 

Pasar Tradisonal, Tawar Menawar, dan Kemiripannya Dengan Supermarket

BOGORnews.com ::: Pasar tradisional dan tawar menawar adalah dua hal yang tidak bisa dipisah. Tawar menawar seakan menjadi daya tarik untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional dan seakan menjadi kewajiban untuk menawar sebelum berbelanja di pasar tradisional. Saya pergi menuju ke Pasar Agung Depok yang terletak di Jl. Proklamasi, Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok untuk melihat transaksi tawar-menawar dan menyadari kesamaannya dengan transaksi yang biasanya terjadi di supermarket.

“Bang, itu mangganya kurangin (harganya) dikit dong, saya kan langganan di sini.” Tawar seorang ibu kepada seorang pedagang buah. Nampaknya kesan pelanggan yang langganan di suatu kios harganya dimurahkan menjadi konsep yang lumrah di pasar tradisional, hal ini mengingatkan saya kepada konsep kartu pelanggan di supermarket-supermarket ternama. Jikalau kita sering berlangganan maka harga akan lebih murah.

“Bang pisangnya bisa kurang (harga) ga bang ?” Tawar ibu itu lagi. “yaudah ambil bu, penghabisan.” Jawab abangnya. Barang-barang yang mau habis ,di pasar tradisional, cenderung dimurahkan oleh para pedagangnya, kembali lagi saya teringat bahwa konsep sama juga dimiliki oleh supermarket yang sering dinamakan oleh cuci gudang.

Sesaat sebelum ibu itu pergi meninggalkan kios buah, abang buah itu berkata “Bu, gak sekalian jeruk nih manis-manis coba aja.” Menawarkan ibu tersebut dengan buah lainnya berharap ibu itu tertarik. Hal inipun sering terjadi juga di supermarket-supermarket, kita sering ditawarkan produk-produk lainnya baik itu sedang promo atau barang yang berkaitan dengan apa yang kita beli. Satu lagi konsep di pasar tradisional yang juga kita lihat di supermarket.

Itulah beberapa konsep tawar-menawar di pasar tradisional yang saya temui di Pasar Agung dan anehnya juga memiliki kesamaan dengan apa yang dilakukan supermarket. Baik belanja di pasar tradisional maupun supermarket ada kelebihan dan kerugiannya masing-masing. Mungkin dari tempat atau suasananya terlihat jauh berbeda tapi dari konsep tawar-menawarnya tidak jauh berbeda ternyata.

Penulis
Haikal Jaysurahman, Politeknik Negeri Jakarta











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • agrohimzmq

    удалите,пожалуйста! [url=http://agro-himiya.by/].[/url] ...

    View Article
  • Jasa SEO Murah

    Oke boss thank you. http://www.tierbonavi.com ...

    View Article
  • High School Diploma

    I was guessing if You Could write a little more on this subject? I’d be very ...

    View Article


BOGOR WEBSITE