Kami Pilih Dadang-Sugeng, Kami Pilih Nomor 4

By Redaksi 20 Apr 2018, 19:26:43 WIB | dibaca: 68 pembaca 

Kami Pilih Dadang-Sugeng, Kami Pilih Nomor 4

BOGORnews.com:::Puluhan ibu-ibu berkerudung merah tiba-tiba menghadang kedatangan Calon Walikota (Cawalkot) Bogor Dadang Iskandar Danubrata saat blusukan di lingkungan RW 3, Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (20/4/2018).

Sesaat cawalkot nomor urut 4 itu dibuat kaget. Betapa tidak, saat susuri gang sempit padat penduduk, mendadak para ibu-ibu membuat “barikade”.

Namun, rasa terkejut calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan dan PKB ini hanya sesaat. Sebab, setelah itu puluhan wanita kerudung merah meneriakan yel-yel,“ kami pilih Dadang-Sugeng. Kami pilih nomor 4. Kami pilih yang terbaik untuk perubahan Kota Bogor.” Disusul lantunan lagu marawis dari warga setempat.   

Pekik sambutan selamat datang para ibu-ibu itu disambut Dadang dengan salam 4 jari dan teriakan salam Bogor Bersama. Sukacita seolah seperti baru bertemu “teman curhat”, para ibu-ibu kerudung merah itu pun memanfaatkan pertemuan dengan menumpahkan beragam persoalan yang selama ini disimpan.

“Pak Dadang, kami yang tinggal di Semplak ini kan merupakan daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Yang kami alami, kebutuhan air bersih disini terasa mahal, dan kami membayar ke Kabupaten Bogor. Air nya pun sangat kotor. Yang kami inginkan, dilakukan perbaikan dikedepan hari,” kata Eneng (30) kepada cawalkot yang berpasangan dengan Sugeng Teguh Santoso.

Lain lagi dengan Verial (40). Secara blak-blakan dia mengatakan, Kota Bogor saat ini sudah waktunya ganti pemimpin baru. “Kenapa kita harus ganti pemimpin baru? Soalnya yang saya tahu dari koran, pemimpin kita paling sering jalan-jalan ke luar negeri. Sementara, hasil dari luar negeri, cuma bangun taman, sama buat sistem salah arah (red. memplesetkan makna Sistem Satu Arah artau SSA) di sekitar Jalan Juanda dan Jalan Pajajaran,” ujarnya mengkritik kepemimpinan Pemerintahan Daerah Kota Bogor saat ini.

Dia juga membandingkan dengan Pemda DKI Jakarta yang sudah memberlakukan sekolah gratis dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Semestinya, Kota Bogor juga bisa menggratiskan siswa sekolah sampai SMA. Buat warga miskin, biaya sekolah masih jadi beban, malah harus jual barang kalau anaknya mau masuk sekolah jenjang baru, misalnya dari SMP ke SMA. Sejauh ini, peran Pemkot Bogor apa dalam pendidikan untuk meringankan masyarakat? Nol besar. Tidak ada! Yang ada cuma pemberitaan jalan-jalan ke luar negeri saja,” ujarnya dengan nada meninggi.

Menanggapi soal pembayaran kebutuhan air bersih, Dadang menyampaikan idealnya PDAM Kota Bogor bisa mencarikan solusi untuk warga.

“Sementara, soal jalan-jalan ke luar negeri. Soal biaya tinggi saat ini yang dirasa para ibu-ibu, saya tidak mengkomentari. Tapi, insya Allah, jika saya dan Pak Sugeng Teguh Santoso diberi kepercayaan, kami sudah menyiapkan kartu Bogor Bersama yang fungsinya untuk meringankan beban biaya warga atau siswa tidak mampu, alias menggratiskan biaya, bagi yang sekolah di negeri hingga SMA. Sementara, bagi yang sekolah di swasta, kita juga sudah memimkirkan dan mempersiapkan dukungan biaya bagi warga tak mampu, salah satunya melalui Program Setara,” tuntasnya. (Rls/DF) 











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Dr. louis

    Apakah Anda ingin menjual ginjal Anda? Apakah Anda mencari kesempatan untuk menjual ...

    View Article
  • hgh Supplements from Amazon

    I study this text. I suppose You placed a lot of attempt to create this article. I ...

    View Article
  • epfindia

    pretty desirable put up. I simply stumbled upon your weblog and desired to mention ...

    View Article


BOGOR WEBSITE