Jangan Samakan Pasar dengan Mall

By Redaksi 07 Mei 2018, 07:41:32 WIB | dibaca: 157 pembaca 

Jangan Samakan Pasar dengan Mall

Pasar tradisional Pucung berada di wilayah Kali Mulya kelurahan Jati mulya, Depok

BOGORnews.com ::: Tak asing bagi warga Kali Mulya, Depok melihat suasana pasar yang setiap paginya selalu ramai penjual maupun pembeli, karena Pasar Pucung berada tepat di wilayah pertigaan jalan yang ramai berlalu lalang kendaraan, pertigaan tersebut yaitu Pertemuan jalan menuju ke Pemda, yang merupakan jalan menuju perkantoran Pemda Depok, Pertigaan Jalan Kota Kembang yang merupakan jalan menuju perkantoran Pemerintahan Kota Depok, Pertigaan Jalan Cilodong merupakan jalan menuju Jalan Raya Bogor, dan Pertigaan Jalan Cilangkap menuju Jalan Raya Bogor Cilangkap. Bagaimana tidak ramai kalau setiap masyarakat yang pergi kesana kemari melewati pasar pucung ini?

Beroperasi di pagi hari, bukannya sepi, yang ada semakin pagi sebelum matahari terbit pun pembeli sudah banyak menghampiri Pasar Pucung ini untuk membeli kebutuhan keluarganya. Mulai dari kebutuhan pokok makanan, pakaian, hingga berbagai keperluan alat rumah tangga.

Di pagi buta waktu itu, aku diajak Ibuku untuk mengantarkannya ke Pasar Pucung, karena kebetulan rumahku sedang ada perbaikan dan Ibu ingin membeli makanan ringan seperti gorengan, kue, dan kopi sachetan untuk diberikan kepada pekerja yang ada di rumah. Betapa malasnya aku kala itu karena diajak ketika usai azan subuh, karena aku mengira mana ada orang berangkat ke pasar jam 5 pagi? matahari aja belum menampakan cahanya, paling orang masih pada tidur. Namun, dugaanku salah besar ketika aku berangkat jam 5 pagi bersama ibuku di sekitar jalan masuk ke Pasar Pucung sudah ramai penjual yang mengangkut sayurannya dari mobil  pick-up, ataupun motor. Banyak juga pembeli yang berdatangan menyerbu sayuran yang masih segar untuk dikonsumsi di rumahnya. Jujur aku baru pertama kali pergi ke pasar ketika jam 5 pagi, malah Ibuku berkata “Sebelum azan subuh, jam 4 aja pasar udah buka Dik banyak penjual yang menyiapkan dagangannya”. Sungguh terkejut aku mendengar ucapan Ibu kalau jam 4 saja sudah banyak orang di pasar, aku jam segitu biasanya masih tertidur pulas di kasurku.

Sesampai disana, Aku dan Ibuku pergi ke dalam pasar untuk mencari sayuran,buah-buahan, dan kebutuhan lain yang mau Ibuku beli pada hari itu. disana kami bertemu  banyak penjual dan pembeli yang menjual segala aneka barang dagangannya. Aku hanya menunggu dengan santai Ibuku selesai membeli, lalu jalan mencari sesuatu yang ingin Ibu beeli lagi dari tempat ke tempat yang cukup lumayan jauh. aku yang terlalu berdiri di tengah keramaian pasar sambil santai bermain telepon genggam mengakibatkan teguran datang dari seorang Ibu yang terburu-buru melewati jalan yang saya halangi “Mas minggir dong, main HP di tengah jalan, emang ini pasar nenek moyang mas”Dengan tutur emosi yang keluar dari perkataan sang Ibu itu kepadaku. Mendengar kata itu membuat aku merasa sedikit kesal namun bercampur malu, karena memang salahku juga berada di tengah jalan bersantai bermain telepon genggamku, karena terlalu terbiasa melakukan hal itu layaknya seperti di mall. Untung saja Ibuku sedang sibuk tawar-menawar dengan pembeli sehingga kejadian memalukan ini tidak dilihat oleh Ibuku.

walaupun keadaan dispasar itu tidak bersih, tetapi para pedagang sangat menikmati hal tersebut, mereka tetap bersyukur dan tidak pernah mengeluh akan hal itu, mereka terus berusaha menjual barang dagangan mereka agar mendapatkan keuntungan dan memberikan hasil nya kepada keluarga mereka berupa nafkah, disitulah letak  kebahagiaan mereka Sedangkan letak kebahagiaan Aku bisa tau aktivitas keseharian di pasar seperti apa, seperti tawar menawar, berkeliling pasar mencari kebutuhan yang ingin dibeli tanpa beristirahat duduk santai, dan mendapat pelajaran bahwa pasar adalah tempat jual beli yang bersifat tradisional, jadi jangan samakan pasar dengan mall dan melakukan hal-hal kebiasaan di mall di pasar, karena itu bukan tempat yang cocok. namanya juga pasar tradisional, ya suasananya tidak seperti di mall yang ada pendingin ruangan, mesin ATM, arena permainan, kursi duduk untuk beristirahat, tempat santai nan nyaman yang bisa melakukan kegiatan apapun

Usai kegiatan di pasar bersama Ibuku, akupun pulang membawa tentengan sayuran, gorengan, kue dan kebutuhan lainnya yang Ibu beli dengan bercanda bersama “Sering-sering anterin Ibu biar tau gimana rasanya jadi Ibu” Ucap Ibuku. “Yah Diki kan Laki Bu”, “Ya siapa tau kamu nanti jadi Bapak rumah tangga sering ke pasar biar gak kaget kalo ke pasar” balas Ibuku. “hehe bisa aja Bu nih” ucapku dengan tertawaan kami berdua, setelah itu Kami pun pulang dengan motor yang aku kendarai.

Penulis
Dixy Hartanto, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • frank

    Ini adalah untuk menginformasikan publik umum laki-laki atau perempuan yang sehat dan ...

    View Article
  • poinqq

    sudah lama gak jalan"ke bogor, bogor apakabar mas? ada yang baru gak mas di ...

    View Article
  • Joe

    I study this text. I suppose You placed a lot of attempt to create this article. I ...

    View Article


BOGOR WEBSITE