Hiruk Pikuk Pasar Parung yang Semrawut

By Redaksi 04 Mei 2018, 17:54:34 WIB | dibaca: 224 pembaca 

Hiruk Pikuk Pasar Parung yang Semrawut




BOGORnews.com ::: Pasar tradisional memang  memiliki tempat tersendiri di hati warganya. Tak heran, jika beberapa pembeli lebih memilih bersusah payah demi mendapatkan harga yang murah . Sensasi yang didapatkan dari kegiatan tawar menawar lah yang justru menjadi pilihan.

Mendengar kata pasar tradisional, pasti yang terpikir ialah lingkungan yang kumuh, jalanan becek, atau ramainya orang yang menambah kesan riuh. Benar, anggapan itu tak sepenuhnya salah, begitulah yang terjadi di Pasar Parung, lebih tepatnya pasar yang berlokasi di Jalan H. Mawi, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pasar yang terletak dari pertigaan Pasaraya menuju ke arah Ciseeng sepanjang 500 meter ini memang lebih mirip pasar tumpah. Kedua sisi jalannya dijadikan pedagang kaki lima (PKL) untuk menjajakkan dagangan. Bahkan, hingga menggunakan trotoar dan sebagian badan jalan yang mengakibatkan kemacetan tak terhindarkan.

Sebenarnya, mereka ini ialah para pedagang yang tak tertampung di sebuah bangunan yang asli Pemda Bogor bangun sejak 2013. Bangunan yang terdiri dari kios-kios itu merupakan relokasi dari pasar tradisional Parung yang dulu. Alasan lain, karena kios tersebut disewakan dengan harga yang cukup menguras kantong para pedagang. Sehingga mau tak mau, beberapa pedagang memilih berjualan di sepanjang jalan ini untuk bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah.

“Nggak bisa, tempatnya pun sudah masing-masing. Saya saja di sini juga nyewa, walaupun tempat ini seadanya tapi memang karena udah nggak ada yang kosong di sana,” tutur Judil, seorang pedagang sayuran yang mulai berjualan sejak 2003 itu menceritakan bahwa ia juga masih harus membayar tempat sewa meskipun lokasinya di pinggir jalan dan kurang layak menjadi lapak.

Semrawut, tapi Masih Jadi Primadona

Semrawut, kata yang paling tepat menggambarkan keadaan Pasar Parung. Kemacetan dari kendaraan serta tata letak yang berantakan menjadi rintangan bagi warganya yang ingin berbelanja di sini. Jangan berharap pembeli akan dimanjakan dengan kondisi yang rapi dan bersih. Suara klakson kendaraan yang saling bersahutan menambah kesan riuh dan maraknya penjambretan membuat pembeli harus waspada terhadap barang bawaan.

Meski begitu, pasar yang terletak di sisi Pasaraya Parung ini masih menjadi primadona bagi warga sekitar. Contohnya Sri Pratiwi, seorang ibu rumah tangga. Ia mengaku tak kapok dan lebih memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar ini ketimbang di kios karena harga yang terbilang cukup miring.

“Iya walaupun di pinggir jalan gini, tapi saya emang lebih milih belanja di sini karena harga lebih murah daripada yang di jual di kios-kios sana. Katanya karena harga sewa di sana mahal jadi harga jualannya pun dinaikkan,” ungkapnya.

Memang, kesemrawutan tak lantas membuat pasar ini sepi pembeli. Meskipun sudah ada wacana akan dibenahi lagi, namun beberapa orang berpendapat kemungkinan besar pasar ini akan kembali seperti semula. Walaupun begitu, pembeli dan pedagang masih berharap adanya jalan keluar yang diberikan pemerintah tanpa merugikan para pedagang.

Penulis :
Almira Putri Kirana - Politeknik Negeri Jakarta











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Murod

    Kiranya menjadi media yang objektif, mencerdaskan dan memberikan pencerahan pemikiran ...

    View Article
  • online lifestyle magazine

    whats up – wonderful web site, simply just on the lookout around some weblogs, ...

    View Article
  • Cryptophix

    Bitcoin tradicionalmente relacionam-se a equipe digitais de dinheiro. Ela existe ...

    View Article