Garam Langka, IPB dan UTM Siapkan Teknologi Multistage Precipitation

By Redaksi 04 Agu 2017, 23:09:50 WIB | dibaca: 406 pembaca 

Garam Langka, IPB dan UTM Siapkan Teknologi Multistage Precipitation

Muhammad Khotib saat melakukan presentasi kepada para wartawan.

BOGORnews.com::::Kelangkaan garam di beberapa kota di Tanah yang terjadi dalam sebulan belakangan ini membuat banyak pihak termasuk kalangan akademisi merasa prihatin.

Merasa terpanggil dengan kondisi tersebut,  para penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan satu teknologi multistage precipitation (pengendapan bertingkat pengotor). Teknologi yang dikembangkan bersama Universitas Trunojoyo Madera (UTM), dapat menghasilkan garam berkualitas dengan NaCl diatas 99,78 persen.

"Sebagai peneliti kami berharap
mampu menyelesaikan dan memberikan solusi Penggaraman di Indonesia.  Baik secara kualitas maupun kuantitas,"ujarnya salah satu pencipta teknologi multistage precipitation,  Mohammad Khotib kepada para wartawan di Kampus IPB Baranangsiang,  Bogor,  Jumat (04/08/2017).

Mohammad Khotib yang juga merupakan peneliti dari Department Kimia IPB lebih lanjut menjelaskan prinsip kerja dari teknologi multistage precipitation yang dikembangkannya.

"Teknologi ini mengendapkan pengotor menjadi dua tahap. Pengendapan pengotor anion dan kation,  selanjutnya diproses untuk pengotor lainnya (pengoksidasian),"jelasnya.

"Karena sudah hilang pengotor awal,  kami mendapatkan konsentrat  NaCl murni yang bebas pengotor sehingga bisa disimpan untuk proses pengeringan,  baik menggunakan sinar  matahari maupun evaporasi atau penguapan."

Teknologi ini telah diuji coba untuk purifikasi garam rakyat (90%) menjadi 99.6% dalam skala 100 liter pada tahun 2016
melalui hibah CPPBT ristek dikti tahun 2016. Ada pun komponen biaya paling besar dari purifikasi garam dengan teknologi ini berasal dari proses pengkristalan garam menggunakan panas listrik atau gas.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyarankan  kepada pemerintah agar bisa lebih fokus lagi dalam menangani masalah garam di Tanah air. Demikian pula dengan Regulasi agar Ditinjau kembali sehingga tidak saling tumpang-tindih.

"Ini penting sekali sehingga  garam di Indonesia benar-benar memenuhi standar baik kualitas dan kuantitas,"pungkasnya.(Dimas Fery)
 






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • mobil paling irit

    Semoga dapat bermanfaat atas informasi yang telah di berikan ...

    View Article
  • situs judi poker

    Terima kasih atas penjelasan singkat namun padat akan persoalan diatas ...

    View Article
  • Jasa Seo

    Terima kasih atas info yang telah disajikan. Semua ini sangat bermanfaat untuk ...

    View Article


BOGOR WEBSITE