Menurut Indra, pihaknya mengundang berbagai komununitas berdiskusi untuk memberi masukan bagaimana taman akan dibangun. Saran dan masukan yang diserap dalam diskusi hasilnya akan kita serahkan ke Dinas Kebersihan Kota Bogor,”tegasnya.
Sejumlah masukan pun timbul saat sesi diskusi, diantaranya agar kegiatan yang akan diselenggarakan di taman disesuaikan dengan kondisi setempat, mengingat tidak semua taman di Kota Bogor, berada di kawasan bebas, seperti halnya Taman Malabar.
Sementara itu fasilitator kegiatan diskusi, Dewi Pandji berharap penataan Taman Malabar disesuaikan dengan kondisi sosial yang ada, mengingat selain berada di komplek yang penghuninya sudah pada sepuh, juga tidak jauh dengan rumah sakit yang tentunya sangat memerlukan ketenangan dan kenyamanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh menyambut baik upaya tersebut, karena menurutnya, dengan banyaknya usulan dari masyarakat, dinasnya akan lebih mudah lagi untuk membangun serta mengembangkan taman yang sudah ada agar lebih berguna bagi masyarakatnya.
Menjawab pertanyaan belum adanya taman yang belum berintregrasi bagi para seniman dan budayawan Bogor, untuk berekpresi, Daud menjawab akan difokuskan di sekitar Taman Kencana dan Sempur. “InsyaAllah kita akan mengundang seniman dan budayawan Kota Bogor untuk mendiskusikannya,” kata Daud.
Kegiatan diskusi ini diikuti berbagai komunitas, diantaranya Komunitas Gunung-Gunung, Rimbawan Muda Indonesia, Forum Kota Hijau Bogor. Bogor Berkebun, DK3B, Koalisi Pejalan Kaki Bogor, Komunitas Sahabat Kecil, Keluarga ITB di Bogor, Komunitas Taman Kencana serta yang lainnya.(redaksi/dhp)
Leave a Comment