Warga Tionghoa Ajak Fleksibel Jalani Hidup

Madiun – Warga keturunan Tionghoa Madiun, Jawa Timur, mengajak masyarakat untuk lebih fleksibel dalam menjalani hidup selama tahun 2012 yang dalam penanggalan China jatuh sebagai tahun Naga Air.

Seksi Pengembangan Agama Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Madiun atau Klenteng Hwie Ing Kiong, Lianawati, Kamis, mengatakan selama tahun Naga Air ini seluruh warga terutama warga keturunan Tionghoa diajak untuk lebih bisa mengikuti arus kehidupan.

"Tahun ini adalah tahun Naga Air, jadi seperti filosofi air, kita harus bisa lebih fleksibel dalam menghadapi segala sesuatu dan mengikuti perkembangan yang ada. Namun, kita juga harus tetap memiliki prinsip dalam hidup," ujar Lianawati.

Menurut dia, hal ini bisa dilakukan jika masing-masing pribadi memiliki sikap terbuka dan menerima. Namun, sikap terbuka tersebut tetap memiliki filter yang berfugsi sebagai prinsip, yakni adalah norma-norma keagamaan.

Ia menjelaskan, bertepatan dengan menjelang perayaan Tahun Baru China atau Imlek yang ke 2563, warga keturunan Tionghoa di Madiun mulai membersihkan seluruh peralatan yang ada di Klenteng Hwie Ing Kiong.

"Pembersihan klenteng ini wajib dilaksanakan saat menjelang perayaan Tahun Baru China. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami juga membersihkan seluruh tempat dan patung di klenteng ini," kata dia.

Dalam peringatan Tahun Baru Imlek 2563 nanti, ratusan umat Tri Dharma Madiun akan melakukan perenungan atas dosa selama setahun terakhir. Selain itu, umat juga berharap berkah dan kebaikan di tahun mendatang.

"Doa perenungan tersebut dijadwalkan pada malam jelang tahun baru China, yakni pada Minggu, 22 Januari. Jumlah umat yang melakukan doa bisa mencapai ratusan karena seluruh keluarga yang merantau pasti akan pulang untuk berkumpul dengan keluarga di sini," tambahnya.

Selain melakukan doa perenungan atas dosa dan memohon berkah, umat Tionghoa juga saling meminta maaf seperti halnya umat Muslim saat Hari Raya Idul Fitri berlangsung.

"Tradisi lain selama Imlek adalah meminta maaf dan saling memaafkan antara keluarga dan teman. Kegiatan ini dipercaya dapat melebur dosa selama setahun terakhir. Permohonan maaf yang pertama adalah anak kepada orang tua baru setelah itu ke keluarga dan teman," papar Lianawati. (Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button