Tukang Ojek Bangga Sebagai Simpatisan Partai NasDem

BOGORNEWS.com — Syamsuri (42 tahun),  seorang warga perumahan Bogor Raya Permai, Kelurahan Curug Induk, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menjadi simpatisan Partai Nasional Demokrat (NasDem). Tukang ojek  yang bersahaja ini  dengan bangga menceritakan ketulusan dirinya menjadi simpatisan Partai NasDem. 

Ditemui bogornews.com  saat mangkal di komplek perumahan Bogor Raya Permai, ayah dari satu anak ini memberi 2 (dua) alasan mengapa dirinya begitu tulus menjadi simpatisan partai NasDem. Pertama, ada perspektif baru yang di bawa Partai NasDem. Kedua, Partai NasDem ingin mengajak maju bersama untuk kepentingan Indonesia. “Saya memilih  ideologi ini, tapi bukan memilih duitnya,” papar Syamsuri di awal Januari 2014.

Menurut Syamsuri isu negatif tentang kinerja partai politik yang lebih mementingkan kelompok  bukan rahasia umum lagi.  Meski demikian ia   tidak memungkiri bahwa para pelaku partai politik umumnya adalah orang-orang pintar, bahkan termasuk orang terpilih sebagai pemimpin masa depan. “Tapi mereka pintar untuk kelompok dan dirinya sendiri. Merek tidak memikirkan untuk kepentingan Indonesia yang lebih luas. Ini terbukti maraknya kasus mega korupsi yang ada di Indonesia dilakukan oleh para kader partai yang sudah diberi kepercayaan untuk mengurus negeri ini,” tuturnya.

Tentang Partai NasDem, menurutnya, ada hal baru yang dibawanya, di mana orang-orang pintar di dalamnya ingin mengajak maju bersama untuk kepentingan Indonesia. Hal ini  menjadi daya tarik untuk terlibat full di dalamnya.  Apalagi, gerakan perubahan yang diusung partai politik ini memberi makna yang dalam.  “Ideologi gerakan perubahan Partai NasDem sangat jelas,  ingin mengajak masyarakat Indonesia berubah ke arah yang lebih maju. Ideologinya terasa gereget dan saya tertantang  untuk terlibat di dalam arus besar perubahan,” urai  Syamsuri lagi.

Syamsuri mengemukakan hal itu bukan tanpa alasan. Jauh sebelum menjadi simpatisan Partai NasDem, ia juga menjadi simpatisan partai politik lain. Tetapi dalam perjalanan partai politik itu   lebih mengutamakan kepentingan para elite partainya. “Selain itu tidak ada program yang up to date, kinerjanya  monoton dan tidak menantang. Meski mereka pintar, tapi cara berpikir mereka mapan, seolah-olah persoalan Indonesia itu sudah selesai, ” urai Syamsuri.

Syamsuri terus merenung tentang gerakan perubahan yang diusung Partai NasDem. “Saya ingin seluruh komponen yang terlibat di dalamnya bukan orang yang berpikir mapan, tetapi selalu merasa tidak puas akan kemajuan Indonesia, sehingga selalu ada inovasi dalam perubahan itu,” tuturnya. [] Zaz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button