Tren teknologi di tahun 2014

Peningkatan popularitas wearable
device dan penggunaan Big Data di era "Internet of Things" adalah dua
kecenderungan yang akan membentuk tren di industri elektronik, informasi
dan telekomunikasi di tahun 2014. Berikut ini adalah ringkasan dari 10
tren yang mungkin membawa perubahan signifikan bagi kehidupan kita tahun
ini.

1. Munculnya era wearable device
Produk Galaxy Gear dari Samsung Electronics mungkin masih memiliki
banyak kekurangan, seperti baterai yang hanya bisa bertahan selama 25
jam, namun itu tidak menyurutkan popularitas dari gadget ini sehingga
bisa terjual tidak kurang dari 800.000 unit di seluruh dunia sejak rilis
pada bulan September. Beberapa analis mengatakan berapapun unit Galaxy
Gear yang terjual Samsung Electronics akan tetap diapresiasi sebagai
perusahaan yang memberikan kontribusi yang besar dalam mengantarkan era
wearable device di tahun 2014.
Banyak perusahaan teknologi diharapkan juga akan menelurkan inovasi
masing-masing untuk wearable device tahun ini. Google yang tahun lalu
telah mengembangkan kacamata pintar Google Gass, akan mengikuti dengan
model wearable device lainnya tahun ini. Apple juga akan mengikuti
Samsung dengan meluncurkan smart watch versi mereka yang disebut iWatch.
Sony yang telah dua kali meluncurkan smart watch kemungkinan juga akan
hadir dengan versi yang lebih baru lagi dengan beberapa perbaikan dan
peningkatan fitur.
Tantangan nyata untuk wearable device tahun ini adalah apakah mereka
dapat memberikan daya tarik yang unik serta hardware yang lebih handal.
Produk smart watch yang telah dirilis saat ini hampir semuanya memiliki
fungsi yang sudah tersedia pada smartphone.
2. Penggunaan Big Data
McKinsey Global Institute memilih Big Data sebagai salah satu dari lima
mesin pertumbuhan untuk masa depan. Tapi tidak seperti mesin pertumbuhan
ekonomi tradisional, Big Data difokuskan pada mengurangi biaya sosial
dan ekonomi. Sebuah penelitian menunjukkan, dengan penggunaan Big Data,
produktivitas dapat ditingkatkan dengan 0,5 persen menjadi 1 persen dari
level saat ini, sebuah penelitian menunjukkan. Compuware, sebuah
perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat, juga memilih
meningkatnya aplikasi penggunaan Big Data sebagai salah satu dari lima
tren IT teratas untuk tahun 2014.
Big Data sudah terbukti akurasinya, karena semakin lama sumber daya
manusia tidak akan bisa menangani volume data yang terus meningkat. Big
Data saat ini juga dapat diterapkan melalui penggunaan luas, dan membuka
data ke publik juga penting untuk membuatnya lebih besar dan lebih
dapat diandalkan untuk dianalisa.
3. 3D printing
3D printing, proses pembuatan obyek benda tiga dimensi yang sebelumnya
dibentuk melalui model digital, diperkirakan akan memasuki era
komersialisasi tahun ini. Dengan 3D printing, produsen dapat membuat
berbagai produk dalam jumlah kecil karena mereka tidak perlu cetakan
mahal untuk proses manufaktur nya.
China telah menjadi pabrik dunia, hampir semua benda saat ini diproduksi
secara massal di China, sehingga beberapa negara-negara maju berusaha
untuk membedakan diri dengan produk yang bisa disesuaikan dengan mudah.
Untuk memenuhi permintaan konsumen tertentu dan mitra mereka, beberapa
perusahaan dari negara maju ini mulai tertarik dalam teknologi 3D
printing, terutama di bidang teknologi otomotif, kedokteran,
bioteknologi dan astronomi.
4. Ancaman terhadap privasi dan keamanan
Privasi telah menjadi sumber kekhawatiran utama pengguna perangkat
telekomunikasi di tahun 2013, setelah rincian program mata-mata rahasia
milik National Security Agency (NSA) dibocorkan oleh mantan pegawai CIA
Edward Snowden yang menjadi kontraktor untuk NSA. Tindakan NSA yang
awalnya untuk memantau aktivitas warga Amerika Serikat kemudian
berkembang menjadi memburuknya hubungan luar negeri Amerika Serikat
dengan beberapa negara di Eropa dan dunia.
Didorong oleh adopsi BYOD dan tablet untuk enterprise, keamanan di
perangkat mobile atau mobile security akan menjadi salah satu tren besar
tahun depan. McAfee memprediksi bahwa mobile security akan menjadi
prioritas dari industri perbankan di 2014. Dan tanggung jawab untuk
keamanan akan bergeser dari pengguna ke produsen dengan bermunculannya
solusi keamanan mobile baru seperti Knox dari Samsung.
5. Dukungan 4G/LTE menjadi jualan utama produsen handset dan operator
Korea saat ini menjadi yang terdepan dalam hal proporsi pelanggan LTE:
Lebih dari 40 persen pengguna internet di Korea menggunakan LTE pada
Maret 2013, sementara hanya 15 persen dari Amerika Serikat dan 11 persen
dari Jepang menggunakan standar terbaru ini. Tahun depan, pengguna LTE
akan semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya operator dunia
yang mulai menerapkan teknologi ini, seperti yang terbaru oleh China
Mobile yang merupakan operator terbesar dunia dengan 760 juta pelanggan.
Beberapa operator anggota Tizen Association seperti NTT DoCoMo, SK
Telecom dan LG U+ telah menjadi pelopor dalam penerapan jaringan LTE
tercepat yang dokenal dengan layanan LTE-A. Smartphone TIZEN pertama
dari Samsung juga akan mendukung jaringan LTE.
6. Internet of Things
"Internet of Things" diharapkan akan menjadi revolusi keempat dalam era
digital, menyusul revolusi yang dibawa oleh personal computer, internet
dan smartphone. Para ahli percaya bahwa hal itu akan mengarah pada
"Internet of Everything," yang memiliki singkatan sendiri, IOE, dengan
sensor dan jaringan yang tertanam dalam hal-hal di sekitar kita.
Wearable device hanya salah satu bagian dari fenomena tersebut.
Menurut penelitian, IoE akan menciptakan nilai ekonomi senilai $13,7 milyar atau sekitar 166 triliun selama 10 tahun ke depan.
Sebagai platform software baru, TIZEN bisa memposisikan diri dengan cara
yang membuatnya berdiri terpisah dari Android dan Apple iOS: Sebagai OS
untuk "Internet of Things." Dalam skenario ini, produsen elektronik
seperti Samsung, Panasonic dan Sharp bisa menanamkan TIZEN di televisi,
peralatan dapur dan banyak perangkat "pintar" lainnya yang bisa
berkomunikasi satu sama lain.
7. Evolusi komputasi awan
Konsep komputasi awan atau cloud computing, yang memberikan pengguna
sebuah mobilitas dan efisiensi dengan menyimpan data dan file mereka di
Internet untuk berbagi dengan mudah, muncul di industri IT sekitar lima
tahun yang lalu dan sejak saat itu telah menjadi isu besar dari dunia IT
setiap tahunnya. Cloud computing saat ini bergerak melampaui era awal
dan mulai matang. Hal ini tidak lagi menjadi masalah apakah tetapi
ketika perusahaan akan menerimanya.
Munculnya era Internet of Things akan menjadi pendorong utama buat semua
perusahaan untuk mulai membangun infrastruktur cloud yang handal agar
bisa segera mengadopsi dan mengkomersialkannya, karena komputasi awan
sekarang tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar tapi
juga pengguna pribadi.
8. TV dan konten UHD
Ultra High Definition (UHD) TV memiliki minimal dua kali resolusi
standar dari High Definition (HD) TV. Pasar UHD TV saat ini hanya
sekitar 0,3 persen dari pasar TV global, namun produk jenis ini
diharapkan untuk bisa merebut pangsa pasar 8,8 persen pada tahun 2017.
Produsen TV global telah gencar mengkampanyekan TV jenis ini buat
konsumen mereka masing-masing, walaupun konten media yang memiliki
resolusi UHD masih jarang ditemui. Hal ini karena harga untuk HD TV dan
3D TV mulai mengalami penurunan.
Acara empat tahunan Piala Dunia 2014 akan menjadi pengujian untuk
pertumbuhan konten UHD. Dan penyedia konten Over-the-Top (OTT) termasuk
Netflix, YouTube dan Hulu akan cenderung lebih diuntungkan dengan era
ini daripada penyedia layanan broadcast tradisional melalui kabel dan
satelit. ABI Research memperkirakan bahwa pasar video OTT akan tumbuh
dari $8 miliar pada tahun 2012 menjadi lebih dari $20 milyar pada tahun
2015.
9. 3D semikonduktor
Produsen chip global terkemuka secara luas menanggapi 3D semikonduktor
sebagai teknologi generasi berikutnya. Chip NAND 3D adalah jenis
teknologi penyimpanan non-volatile yang tidak memerlukan daya untuk
mempertahankan data. Tidak seperti chip flash konvensional, chip dengan
teknologi 3D memiliki keuntungan dari mengurangi biaya pembuatan dan
untuk menjamin kepadatan. Konsep ini sederhana, daripada meletakkan sel
datar di permukaan, densitas yang lebih tinggi dapat dicapai dengan
menumpuk mereka di atas satu sama lain.
Saat ini, DRAM adalah produk unggulan dari pasar chip memori, tetapi
NAND flash diperkirakan akan mengambil alih DRAM pada awal 2015. Flash
3D, yang saat ini menyumbang hanya satu persen dari NAND Flash,
diperkirakan akan tumbuh dengan cepat.
Samsung mengatakan bahwa chip NAND 3D akan menjadi mainstream di
industri dalam dua atau tiga tahun ke depan. Itu juga berarti konsumen
dapat membeli smartphone, tablet dan perangkat digital lainnya dengan
penyimpanan data yang lebih besar tetapi juga dengan harga yang lebih
murah.
10. Sistem operasi berbasis HTML5
TIZEN akan memulai debutnya melalui produk komersial pertama di tahun
2014, menyusul sebelumnya Firefox OS dan Chrome OS sebagai sesama sistem
operasi berbasis HTML5. Pelopor OS berbasis HTML5, WebOS, juga kaan
dihidupkan kembali oleh LG Electronics untuk Smart TV di awal 2014. OS
lama seperti Microsoft Windows, BlackBerry 10 juga telah mengumumkan
dukungannya buat aplikasi berbasis HTML5.
"Operator akan memberikan dukungan buat OS berbasis HTML5 karena secara
fundamental akan memungkinkan handset murah untuk diproduksi," kata
Michael Morgan, analis di ABI Research, New York. "Ini mungkin sebuah
OS ketiga yang tidak tertutup seperti iOS atau Android yang akan
memberikan mereka lebih banyak kontrol atas perangkat."
Di era internet mobile, komputasi awan, dan Internet of Things, HTML5
adalah bahasa pemrograman dan aplikasi paling relevan yang bisa
digunakan karena sifatnya yang lintas platform, terbuka, serta didukung
melalui standar industri yang luas.
 
Sumber : Tizen Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button