Tingkatkan Populasi Kerbau, Engkus Wakili Pandeglang Pada Lomba PPL Teladan Banten

By Redaksi 07 Mar 2022, 20:39:17 WIB Seputar Bogor
Tingkatkan Populasi Kerbau, Engkus Wakili Pandeglang Pada Lomba PPL Teladan Banten

BOGORnews.com ::: Pandeglang : Sukses meningkatkan populasi ternak kerbau di Kecamatan Carita kabupaten Pandeglang Banten Engkus Kusmana, S.TP Penyuluh Pertanian Kecamatan Carita mewakili Kabupaten Pandeglang dalam Lomba Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi Banten tahun 2022.

”Tahun 2017 saya mulai melakukan pengawalan dan pendampingan  dalam kegiatan Rencana Usaha Budidaya Ternak Kerbau  secara intensif, untuk meningkatkan sekala usaha peternakan kerbau, ” tutur , Senin (7/3/2022).

Kelahiran Sumedang Jawa Barat 4 Mei 1969 ini mengatakan Kecamatan Carita merupakan kecamatan yang mempunyai potensi untuk pengembangan ternak Kerbau.  Namun pada umumnya ternak kerbau dipelihara  sebagai usaha sambilan dari usaha padi sehingga sistim produksinya dari tahun ke tahun terus menurun. Padahal kontribusi usaha ternak kerbau terhadap pendapatan baik petani/peternak maupun daerah juga cukup tinggi.

Baca Lainnya :

Prihatin dengan kondisi tersebut Iapun mengembangkan Inseminasi Buatan ( IB ) pada ternak kerbau tepatnya dikelompok tani Harapan mulya desa Sukarame yang menjadi binaannya. Ia yakin dengan upaya ini peningkatan populasi akan bisa tercapai secara maksimal. Lantas Iapun melakukan pendekatan kepada petani ternak dengan gencar melakukan sosialisasi dilapangan agar minat peternak untuk melakukan kawin suntik atau Insiminasi Buatan (IB)  terhadap kerbau betina  semakin tinggi.  

Alhasil jika pada tahun  2017 jumlah populasi kerbau dikelompok tersebut sebanyak 82 ekor, pada tahun 2021 sudah mencapai 239 ekor.

” Populasi terbanyak  terjadi pada tahun 2019 hasil dari kegiatan tejadi peningkatan sebanyak 157  ekor  yang unggul dan mempercepat interval kelahiran atau calving interval serta tidak terjadi inbreeding.( dapat mengatur jarak beranak), ” jelasnya.

Kini pria yang mulai menjalani profesi sebagai penyuluh pada tahun 1993 bersama poktan binaannya telah menikmati manfaat teknologi IB. Ia menuturkan dengan IB usaha ternak kerbau menjadi hemat biaya karena peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja. Menghemat waktu dimana untuk mengawinkan kerbau peternak tidak perlu mencari pejantan kerbau mereka cukup menghubungi petugas Insiminator, perbaikan mutu genetic menjadi lebih cepat, berat lahir lebih tinggi dan kemungkinnan pertumbuhan berat badan ternak lebih cepat karenadihasilkan dari perkawinan pejantan unggul. 

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia. Dedi menyebut penyuluh sebagai agen perubahan peradaban pertanian.

"Penyuluh ini agen perubahan peradaban pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh," kata Dedi Nursyamsi.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa tugas-tugas penyuluh pertanian adalah melaksanakan tugas dan fungsi seorang komunikator. 

"Menjadi penyuluh itu tugas mulia. Kamu menjadi penyampai pesan dan harapan negara. Ujung tombak yang ada di garis depan," kata Mentan.

Mengenai IB Mentan menyebutkan, pelaksanaan IB massal merupakan salah satu fokus Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) yaitu  salah satu program untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau secara berkelanjutan. (Elis Safitri PPL  Carita/Regi - PPMKP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment