Swasembada Gula 2014 Hanya Mimpi

Target swasembada gula pada 2014 diperkirakan tidak tercapai karena tidak ada pembenahan di hulu usaha tani dan di hilir pabrik. Produksi gula petani sulit naik, sementara gula impor terus membanjiri pasar.

Pengamat pertanian, Bustanil Arifin, di Jakarta, Rabu (4/1/2012), mengatakan, rendahnya rendemen gula menjadi persoalan mendasar di hulu. Lonjakan produksi sulit diharapkan jika rendemen hanya 7 persen, sementara potensinya 12-14 persen. Setiap kenaikan rendemen sebesar 1 persen, terdapat potensi tambahan produksi gula sekitar 300.000 ton.

Beberapa metode konvensional yang bisa dilakukan adalah perbaikan varietas, optimalisasi waktu tanam, pupuk berimbang, pengendalian organisme pengganggu, serta perbaikan sistem tebang dan pengangkutan.

"Tidak konvensional, tetapi kita juga perlu langkah terobosan, seperti perbaikan insentif manajemen produksi tebu, mulai dari sistem bagi hasil, sistem transfer tebu, pengukuran kualitas tebu, hingga insentif harga," paparnya.

Di bagian hilir, lanjutnya, revitalisasi dan restrukturisasi pabrik gula menjadi kebutuhan mendesak. "Untuk urusan itu, seharusnya kita banyak belajar dari pabrik swasta berskala besar, seperti Sugar Group, Gunung Madu Plantations, dan Kebun Agung," tuturnya. /kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button