Sustainable Development Perlu Penyesuaian dengan Karakteriktik Permasalahan

BogorNews — Prof. Adnan Husein, dari Universiti Sains Malaysia dengan makalahnya The Role of Media and Information Technology in Sustainable Community Development dan Prof. Felix Libero, Ph.D dari University of the Philippines Open University dengan makalah Development Communication Mindset, Are We Ready for it?  sepakat bahwa  strategi yang mampu menjawab permasalahan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) harus  disesuaikan dengan karakteristik permasalahan yang muncul. Maka kedua pembicara masing-masing asal  Malaysia dan Philipina itu  menekankan pentingnya menggunakan strategi  development communication, mass communication, dan corcom  yang dilaksanakan  secara bersamaan.

Demikian kesimpulan dari dua pembicara dalam Simposium internasional yang diselenggarakan oleh Forkapi dan Institut Pertanian Bogor dengan tema Development Communication for Sustainable Development  or Rural Community, di Auditorium Andi Hakim Nasution, Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor, Jawa Barat,  Rabu (30/10). 

“Devcom, masscom, dan corcom adalah tiga strategi komunikasi. 
Masscom mengacu pada upaya untuk menginformasikan dan menghibur massa.
Devcom, masscom, dan corcom masing-masing memiliki cara untuk mencapai tujuannya. Namun ketiganya tidak terpisah,” jelas Felix.
   
Secara konseptual, menurut Adnan, pembangunan berkelanjutan menekankan  pada pendekatan holistik bagi pembuat keputusan. Dan biasanya Istilah utama yang banyak digunakan yang berhubungan dengan sustainable development adalah green development, green real estate, dan sebagainya. Sedangkan acuannya  pada perubahan sosial dan praktik dalam masyarakat tertentu untuk keuntungan masyarakat. “Pembangunan masyarakat berkelanjutan yang sukses cenderung melibatkan berbagai pihak untuk mendapat keuntungan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang maksimal,” jelas Adnan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tantangan dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan adalah bagaimana mempertahankan keseimbangan yang baik antara pelestarian lingkungan dan konservasi. Untuk itu peran utama media sangat penting untuk menangkap aspirasi masyarakat dan menyebarkan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, dengan tujuan menciptakan kesadaran dan pemahaman tentang sustainability. Termasuk pula mendukung masyarakat dalam proses pembangunan, mendidik masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan riset. “Media dan informasi dan teknologi komunikasi penting dalam menjembatani perubahan di masyarakat. Untuk itu agar dapat berperan efektif dalam pembangunan masyarakat, media dan praktisi media perlu memahami konsep dari sustainability,” kata Adnan.

Siposium 2 hari
Acara simposium yang berlangsung dua hari ini, yaitu  dari 30 – 31 Oktober 2013  pada sesi selanjutnya  adalah tema Pendekatan Komunikasi Perusahan dalam Mengimplementasikan Program CSR terhadap Masyarakat Sekitar. Tema ini dipresentsikan oleh PT Chevron Geothermal Salak LTd., Aqua Group, dan PT Pertamina HE ONWJ. 

Sedangkan Sesi ketiga  dari simposium hari pertama ini adalah dengan tema Membangun Komunikasi yang efektif antara pimpinan dan rakyat, Blusukan sebagai Role Model yang disampaikan oleh Prof Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, MSi dari Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata. Sedankan tema selanjutnya adalah Mewujudkan Komukasi Pembangunan yang Efektif antara pemerintah dan masyarakat, Studi KAsus Program Jumling dan Boling di Kabupaten Bogor oleh Drs. Rachmat Yasin, MM, Bupati Bogor. [] Zaz.
 
keterangan foto: Prof. Felix Libero, PhD (tengah) dan Prof Adnan Husein (kanan), ketika berbicara di hadapan sekitar 200 peserta Simposium Internasional Forkapi – IPB. (foto: Zaz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button