Se Jawa Barat, Kota Bogor Pertama tetapkan APBD 2014

Diani Serahkan  DPA Kepada OPD

BOGORnews,== Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tahun 2014 sudah bisa dipergunakan, menyusul penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dilingkungan Pemerintah Kota Bogor oleh Walikota Diani Budiarto di Ruag Rapat I Balaikota, Kamis (2/1/2014.
    
“DPA Sudah kita serahkan kepada pimpinan SKPD, artinya anggaran 2014 sudah bisa direalisasikan, “ kata Plt (Pelaksana Tugas) Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat kepada para wartawan seusai acara penyerahan DPA.
    
Ade menyebutkan, APBD Kota Bogor tahun 2014  sudah ditetapkan pada tanggal 9  Desember 2013 lalu.  Dari seluruh Kota/Kabupaten di Jawa Barat, Kota Bogor yang pertama menetapkan APBD tahun 2014.  
     
Diharapkan, keberhasilan Kota Bogor dalam menetapkan APBD sebelum 1 Januari 2014, dapat memicu untuk menyempurnakan pembangunan Kota Bogor sehingga dimasa mendatang Kota Bogor dapat meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.  
    
Ade  menegaskan, dengan telah diterima DPA kepada masing-masing SKPD maka akan mempercepat proses lelang pekerjaan yang akan dilakukan oleh pihak ketiga. “ Jadi, pelaksanaan pekerjaan yang melibatkan pihak ketiga tidak lagi harus menunggu pengerjaannya dipertengahan tahun atau menjelang akhir tahun, tapi  dapat segera dilakukan pada awal tahun, “ kata Ade.
    
Lebih lanjut Ade memaparkan, bahwa APBD Kota Bogor pada tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp1.735.838.748.547,-  Penganggaran pendapatan Kota Bogor tahun 2014 diperkirakan mencapai Rp1.557.902.700.547,  yang meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp413.249.212.694,- atau 26,53 persen. Dana perimbangan sebesar Rp859.072.322.269 atau 55,14 persen, Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp285.581.165.584 atau 18,33 persen.
    
Dijelaskan, bahwa APBD Kota Bogor tahun 2014 yang sudah ditetapkan ini belum termasuk dengan bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2014 dan dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHTC) tahun 2014. “ Anggaran tersebut belum bisa dimasukan kedalam APBD tahun 2014, karena Provinsi Jabar sampai saat ini belum menetapkan APBD tahun 2014, “terang Ade.
    
Ade  mengungkapkan, secara umum pendapatan daerah Pemerintah Kota Bogor masih didominasi oleh pendapatan yang bersumber dari Pemerintah Pusat yaitu dana bagi hasil pajak, bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus yang merupakan dana perimbangan disamping dana penyesuian dari pemeritah pusat.
    
Namun, lanjutnya,  apabila dilihat dari perencanaan pendapatan daerah secara utuh, Pemerintah Kota Bogor telah berupaya mandiri untuk melepaskan ketergantungan dari sumber pendanaan Pemerintah pusat. Sebagai gambarannya, jelas Ade,  PAD Kota Bogor tahun 2010 hanya sebesar Rp125.766.337.107,- pada tahun 2014 PAD Kota Bogor meningkat menjadi Rp413.249.212.694,-
    
Terkait dengan belanja daerah Ade Sarip mengungkapkan. Kebijakan belanja daerah tahun 2014 diarahkan untuk mendukung pencapaian target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) target pencapaian IPM (Indek Pembangunan Manusia), dukungan terhadap MDGs, dan program prioritas Nasional.
 
Komposisi Anggaran    
    
Mengenai komposisi belanja daerah tahun 2014 Ade menjelaskan, bahwa  Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp826.107.425.565,- atau 48,61 persen. Sedangkan Belanja Langsung sebesar Rp873.303.481.682,- atau 51,39 persen.
    
“Kalau melihat komposisi ini, menunjukan keberpihakan Pemerintah Kota Bogor kepada pembangunan yang langsung dirasakan oleh masyarakat, termasuk mengakomodir bantuan hibah dan bansos untuk kepentingan masyarakat,”jelasnya.
    
Ade menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Bogor telah  berkomitmen untuk tidak lagi memperbanyak kegiatan Study Banding.    “Kami sudah berkomitmen mengurangi kegiatan Study Banding, namun  akan lebih memperbanyak kegiatan untuk kepentingan masyarakat, “ pungkasnya.(redaksi)
 
Teks Foto : Walikota Diani Budiarto menyerahkan DPA kepada Kepala DLLAJ Suharto 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button