Petani Generasi Milenial Dongkrak Eksistensi P4S DKI Jakarta dan Jawa Tengah

By Redaksi 22 Mar 2022, 22:49:35 WIB Teknologi
Petani Generasi Milenial Dongkrak Eksistensi P4S DKI Jakarta dan Jawa Tengah

BOGORnews.com ::: Ciawi Bogor : Petani generasi milenial yang aktif menggerakan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) mendongkrak eksistensi P4S menjadi luar biasa. Hal ini terungkap dalam Seleksi dan Verifikasi P4S DKI Jakarta dan Jawa Tengah calon penerima Bantuan Pemerintah (Banper) Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2022.

“Semakin ke sini semakin luar biasa eksistensinya. Hal ini bisa jadi karena banyak P4S saat ini digerakkan oleh para petani milenial. Mereka tidak hanya mengadakan pelatihan kerjasama dengan organisasi masyarakat seperti karang taruna, LMK, KWT, atau kerjasama dengan institusi pemerintah, tapi juga mengadakan pelatihan rutin swadaya, “ ujar Dea Christina Junissa Widyaiswara Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Senin (21/03/2022).

Hal tersebut lanjut Dea menguatkan konsep P4S sebagai lembaga pelatihaan swadaya. Dalam proses wawancara, terlihat bahwa P4S dengan unit usaha yang kuat, mempunyai kecenderungan memiliki unit pelatihan yang lebih aktif dan konsisten. Untuk itu, P4S perlu memiliki fungsi tersebut untuk meningkatkan peran 'knowledge-practical-sharing'nya.

Baca Lainnya :

“Seleksi P4S Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta membuka mata, bahwa terdapat perbedaan karakteristik P4S di kedua wilayah tersebut. Hal ini dapat dikarenakan karena kepemilikan lahan dan karakteristik anggota yang berbeda karena kondisi wilayah dan culture yang juga unik di masing-masing wilayah“ urainya.

Ketua Tim B Seleksi dan Verifikasi P4S PPMKP Ciawi Bogor ini  berharap ke depan, P4S yang hanya bergantung kepada program - program kerjasama dari institusi pemerintah, menjadi lebih aktif dalam menawarkan program pelatihan/ penyuluhan/ pemberdayaan masyarakat kepada masyarakat tani sekitar, sehingga eksistensinya menjadi stabil/ konsisten. Selain dengan peningkatan unit usaha P4S, penawaran pelatihan kepada sektor swasta, sekolah- sekolah ataupun masyarakat (khususnya masyarakat umum yang tertarik dan dapat berkontribusi untuk sharing biaya pelatihan) dapat menjadi solusi utk mengaktifkan fungsi unit pelatihan/ pemagangan.

Sementara itu Ketua Tim A Miko Harjanti mengungkapkan P4S sudah lama berada ditengah masyarakat namun sangat disayangkan masih banyak masyarakat yang belum mengenal P4S. Hal ini menjadi pertimbangan perlunya dukungan pemerintah untuk P4S. 

“Dalam hal ini pemberian Banper ini merupakan dukungan pemerintah untuk keberadaan P4S, “ ucapnya.

Kata Miko dari seleksi nampak bahwa informasi yang dikemas P4S dalam pelatihan tidak hanya menarik bagi praktisi pertanian yang menjalankan agribisnis secara professional, namun juga menarik bagi masyarakat awam yang hobi bercocok tanam. Beragam pelatihan di bidang pertanian disediakan oleh P4S, sesuai dengan keunggulan yang dimiliki P4S tersebut seperti teknis budidaya padi dan hortikultura organik, pertanian peternakan terpadu, pengolahan pupuk organik, tanaman hias, hingga pengolahan pascapanen.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 43 P4S di Jawa Tengah dan DKI Jakarta bersaing ketat untuk mendapatkan Banper Kementan tahun 2022. Penilaian yang dilakukan tim penilaipun berlangsung alot. Hal ini dilakukan agar penyaluran Banper tidak salah sasaran. Hasil seleksi dan verifikasi memilih 18 P4S yang akan menerima Banper dan segera dituangkan dalam Surat Keputusan (SK).

Dalam sebuah kesempatan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan siap memberi dukungan dengan seluruh tenaga dan kemapuan kepada seluruh P4S yang ada di seluruh Indonesia untuk menerapan agribisnis modern di pedesaan.

Hal tersebut dikuatkan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan pertumbuhan pertanian harus diikuti oleh sumber daya manusia (SDM) yang handal.

"SDM pertanian yang handal dapat meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas petani dan penyuluh yang sebagai ujung tombak kegiatan pertanian," ujar Mentan Syahrul. (Regi/PPMKP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment