Pentingnya Sebuah Dokumen Bernama Akta Kelahiran

Aisya sebut saja demikian. Wanita paru baya yang tinggal di Bantarjati ini tengah dilanda bingung. Maklum saja, ia harus mengikuti suami yang mendapat tugas belajar ke Turki. Pangkal kebingungan Aisya berawal dari sang buah hati yang baru berumur enam bulan yang harus segera memiliki dokumen paspor. Dan syarat yang harus dipenuhi untuk mengurus paspor adalah keberadaan dokumen akta kelahiran sang anak, Syafa.

“Saya dan suami karena kesibukan abai mengurus akta kelahiran Syafa. Giliran harus segera mengurus berbagai dokumen untuk mendampingi suami tugas belajar ke Turki, jadi ribet,” ucapnya panjang lebar ketika ditemui di Kantor Imigrasi Bogor.

Cerita Aisya boleh jadi tidak hanya menjadi cerita Aisya dan keluarga. Mungkin banyak keluarga yang karena faktor kesibukan dan lainnya, lupa untuk mengurus akta kelahiran. Kealpaan ini justru akan berdampak fatal. Karena dokumen akta kelahiran tentunya bukan sekedar dokumen biasa. Ini yang setidaknya telah dialami oleh Aisya dan keluarga yang kesulitan mengurus paspor.

Selain untuk mengurus paspor, keberadaan akta kelahiran juga penting karena akan memiliki manfaat besar untuk seorang anak. Terutama dalam mendukung proses administrasi yang akan dialami anak. Sebagai contoh, akta kelahiran menjadi dokumen dasar untuk memasukkan nama sang anak dalam kartu keluarga.

Lebih jauh lagi, akta kelahiran pun menjadi syarat maha penting ketika mengurus hak ahli waris, tunjangan keluarga, hak dana pensiun, asuransi, sampai kepentingan untuk melaksanakan ibadah haji. Bayangkan betapa rumit dan susahnya kita mengurus berbagai keperluan di atas ketika kita tidak memiliki akta kelahiran.

Pada bagian ini, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, Yusron menyebut pengurusan akta kelahiran adalah vital dan wajib. “Syarat-syarat pembuatan akta kelahiran juga mudah. Dan keberadaan akta kelahiran akan memberikan manfaat yang besar untuk anak terutama mempermudah pengurusa berbagai dokumen lain,” terangnya.

Yusron merinci, untuk mengurus akta kelahiran, syarat yang dibutuhkan adalah KTP dan KK suami istri, surat nikah, surat keterangan kelahiran dari rumah sakit atau puskesmas atau bidan, surat pengantar dari kelurahan, dan dua orang saksi. Soal retribusi, Yusron menyebutkan,”Kalau diurus sampai batas waktu 60 hari setalah anak dilahirkan, biaya pembuatan akta kelahiran ditanggung pemerintah Kota Bogor.”

Sedangkan jika pengurusan akta kelahiran baru dilakukan setelah 60 hari kelahiran anak, nilai retribusinya sebesar Rp25.000,00. “Proses cepat dan tidak berbelit-belit. Jadi, bagi warga Kota Bogor yang akan  mengurus akta kelahiran silahkan datang langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Jalan Ahmad Adnawijaya Nomor 45 A,” ucapnya.

Kesempatan untuk mengurus akta kelahiran di Disdukcapil juga terbuka lebar bagi kelahiran di atas satu tahun. Yusron mengatakan kebijakan ini adalah imbas setalah dikeluarkannya Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUV-XI/2013 tanggal 30 April 2013 yang menyatakan Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi Kependudukan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

“Keputusan MK ini membatalkan pembuatan akta kelahiran yang melalui penetapan pengadilan untuk kelahiran di atas satu tahun,” jelasnya. Lebih lanjut Yusron menyampaikan keputusan MK ini pun telah mendorong peningkatan yang cukup signifikan terhadap pembuatan akta kelahiran di Kota Bogor. Sampai dengan bulan September 2013, pelayanan akta kelahiran sudah tercatat sebanyak 22.809 akta kelahiran.

Yusron kembali menegaskan agar warga Kota Bogor yang belum memiliki akta kelahiran agar segera mengurusnya ke kantor Disdukcapil, di Jalan Ahmad Adnawijaya Nomor 45 A. “Tentunya dengan membawa syarat-syarat yang diperlukan untuk mengurus akta kelahiran,” bebernya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button