Mislah, Sosok yang Akrab dengan Dunia Pendidikan dan Lingkungan

BOGORNEWS.COM – Mislah Haiti Noviar Ningsih sangat  akrab  dengan  dunia pendidikan dan lingkungan hidup. Keakraban bu Mislah – demikian dia disapa –   tentang lingkungan bukan saja soal teori tapi juga sebagai praktisi lingkungan. 

Sebagai mantan Ketua komite Sekolah, lebih dari 10 tahun wanita pekerja keras  ini bergelut dengan dunia itu (pendidikan dan lingkungan)   terutama di SD Bantarjati 9, Kota Bogor yang kemudian memenangkan Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dan menjadi sekolah  Sobat Bumi. Sekolah yang beralamat di jalan Dalurung, Bogor Utara, Kota Bogor  ini pun memperoleh penghargaan ditingkat nasional maupun internasional sebagai Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan.  
“Sebagai komite sekolah, kami lebih berperan sebagai pendukung dalam  membantu persiapan  program Adiwiyata, di mana SD Bantarjati 9 sebagai peserta program Adiwiyata yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini lebih tepatnya untuk kekompakan guru, murid, dan kepala sekolahnya,”  tutur  Mislah   kepada bogornews.com di kediamannya di kawasan Dalurung, Bogor Utara beberapa waktu lalu.

Calon wakil rakyat atau calon legislatif (caleg)  DPRD Kota Bogor untuk daerah pemilihan Bogor Utara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 ini  mengatakan dia memperoleh banyak pengalaman dalam mendukung  SD Bantarjati 9  mengikuti lomba Adwiyata tingkat Nasional.  Sebagai  ketua komite sekolah,  dia memperoleh  banyak hal,  baik itu berupa ilmu pengetahuan maupun pengalaman praktis.  Salah satu yang menjadi catatan pentingnya adalah betapa penting  mendorong para siswa sekolah dasar menyenangi mata pelajaran lingkungan hidup. Melalui sekolah adalah salah satu cara mewujudkan komitmen dengan mengembangkan program lingkungan hidup dalam mengatasi persoalan bumi yang semakin mengalami kehancuran.   Apalagi, jika intensitas dan kontinuitas  mata pelajaran lingkungan hidup ini menjadi kekuatan bagi sekolah-sekolah di Kota Bogor yang   difasilitasi oleh pemerintah daerah.  “Saya membayangkan  tentang murid-murid yang memahami lingkungan dan menjaganya demi masadepan mereka dan generasi berikutnya yang lebih baik,”   tutur  Mislah tentang obsesinya.   

Ibu dari tiga anak ini kemudian bercerita tentang  tingkah anaknya, Thalia – putri ketiganya, alumni  tahun 2010 dari SD Bantarjati 9, Kota Bogor — yang sering mengingatkan dirinya soal peduli menjaga kebersihan lingkungan. “Anak saya itu  tidak sekedar  beretorika, tapi juga pelaku  yang suka bebersih rumah dan lingkungannya,” ceritanya.

Mislah memberi contoh salah satunya tentang minyak goreng yang tidak boleh digunakan lagi, jika sudah digunakan lebih dari dua kali.  Hal ini tertanam dalam memori anaknya yang sekarang sudah duduk dibangku SLTP.  Sebagai limbah, Thalia   paham jika dibuang sembarangan tidak larut di dalam tanah, maka ditampungnya dalam sebuah wajan. Dalam jumlah tertentu limbah itu kemudian  disumbangkan kepada perusahaan pengelola bus angkutan umum Trans Bogor yang menggunakan bahan bakar bio diesel.  “Jika sudah digunakan lebih dari dua kali sebaiknya  disisihkan sebagai limbah atau minyak jelantah dan jangan dipakai lagi ma” kata Mislah mengutip anaknya.
Itulah yang menjadi ketertarikan Mislah   dengan dunia pendidikan dan lingkungan ketika sejak dini diberikan kepada para siswa siswi sekolah dasar. Apalagi, mata pelajaran lingkungan hidup diberikan baik teori maupun praktik di SD Bantarjati 9.  Para murid belajar banyak hal tentang mata pelajaran lingkungan hidup, antara teori dan praktik menjadi satu kesatuan, sehingga para murid mengenal langsung dan memahami masalah lingkungan hidup.   “Alhasil, mereka memiliki pemahaman yang cukup baik tentang lingkungan. Mereka peduli dan berempati untuk  memelihara dan menjaga lingkungan,” jelas  Mislah.

Pengalaman menjadi guru yang terbaik. Sebagai mantan ketua komite, Mislah memiliki pengalaman yang cukup panjang tentang peran  orang tua murid untuk mendorong  lembaga pendidikan menjadi  lebih maju dan  kreatif. Alhasil murid-muridnya  akan merasakan manfaat besarnya. “Jika sekolah ada lembaga komitenya, maka sekolah itu akan hidup,” tutur  Mislah, jebolan Fakultas Hukum Universitas Lampung dan Fakultas  Syariah IAIN Raden Intan, Bandar Lampung ini.

Sebagai calon wakil rakyat atau calon legislatif, Mislah tidak hadir tiba-tiba di dunia politik praktis. Justru ia lahir dari pengalaman yang cukup panjang sebagai sosok yang telah mengecap banyak pengalaman  dalam dunia pendidikan dan lingkungan untuk menjadi caleg di DPRD Kota Bogor. [] Zaz
 
Keterangan Foto: Mislah Haiti Noviar Ningsih (dokumen pribadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button