Bogor Friendship kian Membumi

BOGORONEWS.COM –  Bogor Friendship (BFS) semakin mantap. Sebagai komunitas, kebersamaan dalam kemajemukan yang menjadi tagline BFS bukan sekedar slogan, tetapi justru  menyemangati,  sehingga aktifitasnya pun  semakin membumi.   “Kamunitas ini didirikan untuk mempererat persahabatan dan persaudaraan. Maka dari itu anggota BFS dari waktu ke waktu  terus bertambah,” tutur Ir. Lintong Manurung, MM, Ketua BFS pada saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 4 BFS di Semplak, Kabupaten Bogor kepada bogornews.com, Selasa (10/12).

BFS memiliki anggota dari beragam kalangan, dengan jumlah  lebih dari 800 anggota yang berasal dari Kabupaten/Kota Bogor. Anggotanya mulai dari masyarakat biasa, petani, pedagang, pengusaha,  pejabat (ada  yang menjadi  menteri), bahkan ada juga jenderal. Sebuah karangan bunga sebagai ucapan HUT ke 4 BFS berasal dari Jendral (Purn.) Endriartono Sutarto, yang tengah mengikuti konvensi Capres Partai Demokrat. “Karangan bunga ini adalah apresiasi beliau (Endriartono) kepada BFS,” kata Lintong yang pernah menjadi staf ahli Fraksi Demokrat pada 2006 – 2009.

Dalam acara perayaan HUT itu terbangun atmosfer kebersamaan, satu sama lain sesama atau anggota baru BFS saling bertegur sapa dengan akrabnya. Acara ini juga sekaligus  memperkenalkan empat orang calon legislatif (caleg) dari BFS yang ikut dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014. Di antaranya Mislah Haiti Noviar Ningsih untuk DPRD Kota Bogor dari Partai Persatuan Pembangunan dengan daerah pemilihan (dapil) Bogor Utara; Mulyadi untuk DPRD Kota Bogor dari Partai Demokrat;  Rumbe untuk DPR RI dari Partai Grindra dengan dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur; dan Syarief Hasan  untuk DPR RI dari Partai Demokrat dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. “Sebagai anggota BFS, kami harus mendukung pencalegan mereka. Saya pikir tidak menjadi masalah jika kami juga dapat menggalang kekuatan sesuai dapil untuk mendukung pencalegan anggota BFS ini,”  kata  Victor Lee, anggota BFS yang militan. Ia dikenal sebagai  petani muda berpotensi, selain itu motivator bagi kalangan muda agar menjadi petani. Ia  bertempat tinggal di Katulampa, Bogor.

BFS bermula  dari media sosial facebook,  kemudian berkembang menjalin silaturahmi, sehingga menjadi komunitas besar dengan anggota yang semakin bertambah setiap tahunnya. Organisasi nirlaba ini  memiliki kegiatan mulai dari arisan, olahraga, bhakti sosial, santunan anak yatim, hingga bantuan untuk bencana alam, dan sebagainya. “Selain kegiatan ini kami juga rutin  membahas berbagai masalah sosial, politik, ekonomi yang ada di tengah masayarakat,” kata Lintong. 

Menurut  bang Lintong demikian pensiunan Kementerian Perindutrian RI tahun 2006 ini sering disapa, dari hasil rutin pertemuan  BFS ia menyimpulkan bahwa sesungguhnya  kerukunan masyarakat dalam keberagaman masih kuat dalam kerangka  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “BFS dalam skala kecil dapat menjadi alat ukur untuk mengukur kerukunan tersebut,” katanya.

Kehadiran BFS semakin menjadi inspirasi untuk mendirikan misalnya  Bandung Friendship atau  friendship-friendship  yang didirikan  di beberapa  daerah lainnya, bahkan jika perlu ada di seluruh Indonesia. “Dengan demikian  kerangka NKRI itu semakin kokoh,” tutur Lintong. [] Zaz

Foto: Mislah caleg DPRD Kota Bogor dan Lintong Ketua BFS  dalam acara HUT ke 4 BFS (foto: zaz).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button