Bima Arya : Pariwisata Bogor Harus Jadi Primadona

BOGORnews,== Walikota Bogor terpilih Bima Arya Sugiarto  menegaskan, komitmennya untuk memajukan Kepariwistaan di Kota Bogor, karena banyak potensi – potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Jasa dan Pariwisata.
    
“InsyaAllah Pemerintah Kota Bogor akan fight  dan all out menjadikan Pariwisata sebagai primadona, “ tegas Bima dihadapan peserta Rapat Kerja  Cabang (Rakercab) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bogor, di Ruang Rapat I  Balaikota Bogor,  Sabtu (11/1/2013).
    
Bima mengatakan, alasan dirinya menjadikan Pariwisata sebagai primadona, karena setelah dikaji dari berbagai aspek seperti, historis, topografis, potensi,  dan APBD termasuk PDRB (Produk Domestik Regional Bruto),  ternyata jasa dan pariwista yang perlu ditonjolkan.  
    
“ Makanya, kita perlu menggerakan semua lini, apalagi jika melihat data yang ada, dalam satu tahun kunjungan wisatawan ke Kota Bogor mencapai sekitar 3,5 juta  wisatawan, “ kata dia.
    
Oleh karena itu, menurut Bima tugas Walikota bersama jajarannya menyiapkan infratruktur yang bagus. “Kita ingin kedepan Kota Bogor menjadi surga bagi pejalan kaki. Bisa kita bayangkan nanti mulai dari Stasiun, Terminal, dan keliling Kebun Raya, dan kawasan Suryakencana nyaman untuk pejalan kaki, “ tuturnya.
    
Bima  mengatakan, pihaknya akan menata kawasan Suryakencana seperti di Jalan Braga Bandung, sehingga masyarakat bisa nyaman untuk berjalan kaki, “ Kita ingin semua titik-titik Kota Bogor hidup. “  tanya Bima.
    
Tetapi, kata Bima, hal itu akan bisa  terwujud dengan wujud kebersamaan semua pihak.  “ Tahun 2014, kita mulai bebenah dan tahun 2015 kita siap menyambut tamu-tamu yang datang ke Kota Bogor, sehingga warga dari yang datang ke Kota Bogor tidak disambut dengan billboard yang merusak pemandangan. Mari kita sambut wisatawan yang datang dengan aura Bogor yang luar biasa,  “ harapnya.
    
Bima menegaskan, pihaknya akan menata Kota Bogor sesuai target dan marketnya. “Bogor Heritage harus disingkronkan dan disinergikan termasuk ijin-ijin hotel. Kita akan cerewet tentang desain hotel yang berdiri,  kalau tidak heritage jangan bangun hotel di Bogor. Jadi, nanti kalau ada pengusaha yang akan membangun hotel jangan asal modern, apalagi kalau lebih tinggi dari Tugu Kujang akan kita babat, “ tegasnya.
    
Ia mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan investor yang ingin membuka usaha di Bogor, harus siap dengan menggunakan produk produk UKM di Kota Bogor.  “Kedepan kita akan pikirkan bagaimana membuat event – event  tahunan sehingga wisatawan yang datang ke Kota Bogor bisa bermalam, dan  tidak hanya sekedar singgah, “ katanya.
    
Sementara itu Ketua HPI Kota Bogor Bagus Karyanegara menyatakan, pihaknya siap menjadikan Bogor sebagai Kota Bogor sebagai tujuan utama Pariwisata. “ Rakercab HPI ini untuk bagaimana menyusun dan merumuskan Kota Bogor sebagai Kota tujuan wisata, “ kata Bagus.
    
Menurut Bagus, pihaknya sering berkomunikasi dengan Walikota terpilih Bima Arya dan siap mensuport HPI. “ Kunjungan wisatawan yang kini sudah mencapai 3,5 juta akan terus ditingkatkan dengan promosi dan memperbanyak event –event yang menunjang kepariwisataan, “ imbuhnya.
    
Sementara itu Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bogor Arif Mustopa Budianto ketika membuka rekercab mengatakan, peningkatan kualitas SDM pramuwisata penting dilakukan sebagai upaya menyikapi trend positif pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Bogor yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.  
    
Mengenai kunjungan wisatawan, Arif mengakui, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bogor mengalami peningkatan yang signifikan, Tercatat kunjungan wisatawan ke Kota Bogor tahun lalu mencapai 3,5 juta meliputi 3,4 juta wisatawan lokal, dan 167.006 wisatawan  mancanegara.(redaksi)

    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button