Bahaya Penyakit Di Perubahan Musim

Saat ini hujan turun terus menerus diberbagai daerah Khusus nya Wilayah Bogor dan DKI Jakarta. Perubahan musim ini pastinya sangat berdampak bagi kegiatan masyarakatnya. Banjir tentu saja menjadi masalah utama yang kini menjadi top topik pemberitaan dimedia masa. Hampir diwilayah Jakarta terkena banjir dan bahkan wilayah yang pada tidak terkena musibah banjir ini, kini harus ikut menikmati musibah yang terjadi dimusim hujan tahun ini. 

Banjir yang merendam beberapa titik pemukiman, hingga menjalar ke jalan raya pastinya mengakibatkan gundukan sampah-sampah yang terhanyut oleh aliran air saat banjir. Tumpukan sampah ini jika tidak segera disapu bersih tentunya akan sangat tidak sedap dipandang dan yang paling menghawatirkan tumpukkan sampah tersebut menjadi sarang penyakit dan nyamuk pembawa penyakit.

Berikut ini penyakit berbahaya yang disebabkan oleh nyamuk :

Nyamuk membawa penyakit-penyakit berat
seperti malaria, demam berdarah, dan demam penyakit kuning.
Penyakit-penyakit ini menyebar dengan cepat dari satu orang ke lain
orang.

1. Malaria

Malaria adalah suatu
infeksi darah yang menyebabkan demam panas tinggi dan kedinginan. Ia
disebabkan oleh parasit (disebut plasmodium) yang ditularkan pada
manusia oleh sejenis nyamuk tertentu yang menggigit kebanyakan pada
malam hari. Jutaan orang mati setiap tahun akibat malaria, dan beberapa
juta orang lagi hidup bersama penyakit ini.

Malaria secara khusus
berbahaya bagi anak-anak usia di bawah 5 tahun, wanita hamil, dan orang
penderita HIV/AIDS. Kehamilan menurunkan kemampuan seorang wanita untuk
memerangi penyakit dan infeksi. Jika seorang wanita hamil mengidap
malaria, ia juga dapat menderita anemia (kurang darah), dan anemia ini
akan memperbesar resiko kematian pada saat atau setelah persalinan.
Penyakit malaria pada masa hamil dapat pula menyebabkan keguguran atau
kelahiran dini, bayi terlalu kecil, atau kelahiran mati.

Ada
beberapa jenis malaria. Orang bisa hidup bertahun-tahun dengan beberapa
jenis malaria, dan kebanyakan malaria dapat disembuhkan. Tetapi malaria
otak (Plasmodium falciparum) dapat menyebabkan kematian dalam 1
atau 2 hari setelah terinfeksi. Di daerah dimana terdapat malaria otak,
penting untuk segera melakukan pengujian dan mencari pengobatan jika
Anda curiga terkena malaria.

Biasanya malaria menyebabkan demam
setiap 2 atau 3 hari, tapi pada awalnya demam dapat terjadi setiap hari.
Siapa pun yang menderita demam yang tak jelas alasannya sebaiknya
menjalani pengujian untuk malaria. Hal ini dapat dilakukan di hampir
semua pusat-pusat kesehatan. Jika hasil pengujian darah mengatakan
positif mengidap malaria, atau jika pengujian tak dapat dilakukan,
segera mencari pengobatan.

Tanda-tanda

Malaria menyerang dalam 3 tahap:

  • Tanda pertama adalah rasa kedinginan dan sering sakit kepala. Penderita menggigil selama 15 menit sampai 1 jam.
  • Kedinginan diikuti dengan demam tinggi. Penderita menjadi lemah dan
    kadang-kadang mengigau. Demamnya bisa berlangsung antara beberapa jam
    sampai beberapa hari.
  • Akhirnya penderita mulai berkeringat dan demamnya menurun. Setelah demamnya turun, penderita merasa lemah.


Pengobatan

Jika memungkinkan, lakukan pengujian
darah. Mulailah pengobatan segera setelah tanda-tanda pertama terlihat.
Karena malaria dipindahkan dari orang yang satu ke orang yang lain oleh
nyamuk maka dengan mengobati orang yang sakit berarti kita juga
melindungi orang lain agar tidak terinfeksi. Setelah Anda diobati maka
nyamuk yang menggigit Anda tidak akan menularkan malaria ke orang lain.

Cari
tahu obat malaria apa yang dianjurkan oleh petugas kesehatan setempat.
Di beberapa tempat, parasit malaria telah berkembang menjadi parasit
yang tidak mempan diobati. Ini berarti bahwa obat yang semula ampuh
mencegah atau mengobati malaria sudah tidak lagi efektif. Obat-obatan
yang dapat menyembuhkan malaria di satu daerah belum tentu dapat
menyembuhkan malaria yang ditemukan di tempat lain.

Saat ini ada
obat-obatan atau kombinasi obat-obatan baru yang diberikan untuk
mengobati malaria di berbagai daerah. Salah satunya adalah artemisinin
(sudah digunakan bertahun-tahun di Cina), yang sering diberikan bersama
dengan obat antimalaria lainnya atau dengan antibiotik. Di beberapa
daerah klorokin (obat yang paling banyak digunakan selama
bertahun-tahun) masih ampuh. Satu-satunya cara untuk mengetahui obat apa
yang ampuh di daerah Anda adalah dengan menanyakannya pada petugas
kesehatan setempat.

Pencegahan

Malaria paling sering muncul pada saat
udara panas, di musim hujan karena nyamuk pembawa malaria berkembangbiak
di air yang hangat dan tidak mengalir. Tapi di beberapa daerah di
dunia, malaria juga ditemukan di musim kering di mana nyamuk mendapat
tempat berkembangbiak dalam genangan air di kolam-kolam kecil.

Seperti
halnya pada demam berdarah dan demam penyakit kuning, cara terbaik
untuk mencegah malaria adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Tidur
di bawah kelambu berinsektisida adalah cara yang baik untuk mencegah dan
mengendalikan malaria.

2. Demam Berdarah

Demam
berdarah disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk hitam
bintik-bintik putih yang dari jauh terlihat seperti garis putih.
Kaki-kakinya juga bergaris-garis. Nyamuk ini sering disebut “nyamuk
demam penyakit kuning” karena ia dapat pula membawa demam penyakit
kuning. Demam berdarah biasanya terjadi pada saat udara panas di musim
hujan dan paling sering terjadi di kota-kota, di tempat-tempat air
tergenang, dan di tempat yang saluran pembuangan airnya buruk.

Pertama
kali seseorang terkena demam berdarah, biasanya ia akan sembuh dengan
istirahat dan minum banyak air. Tetapi jika seseorang terkena untuk
kedua kalinya, akan lebih berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan
kematian.

Tanda-tanda

Pada awal penyakit, seseorang akan
tiba-tiba mengalami demam tinggi disertai kedinginan, sakit di beberapa
bagian tubuh (demam berdarah sering disebut “demam patah tulang), sakit
kepala, dan sakit tenggorokan. Penderita merasa sangat sakit dan lemah.
Setelah 3 sampai 4 hari penderita biasanya merasa lebih baik selama
beberapa jam sampai 2 hari. Kemudian penyakitnya akan kembali selama 1
atau 2 hari, kadang dengan bintik merah yang dimulai dari tangan dan
kaki. Bintik merah kemudian menyebar ke lengan, kaki, dan badan (tapi
biasanya tidak sampai ke muka).

Bayi, anak-anak, dan orang tua,
atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya penderita
HIV/AIDS), beresiko menderita demam berdarah dalam bentuk yang lebih
parah yang disebut demam pendarahan. Jika tidak segera diobati, bentuk
demam berdarah ini menyebabkan pendarahan dari kulit dan dapat mengarah
pada kematian.

Pengobatan

Tidak ada obat untuk mengobati demam
berdarah dan tidak ada vaksin untuk mencegahnya. Pada kebanyakan kasus,
demam berdarah dapat diobati di rumah dengan banyak istirahat, minum
banyak cairan, dan minum tablet ibuprofen atau paracetamol atau
acetaminophen (bukan aspirin) untuk mengurangi rasa sakit dan demam.

Pencegahan

Nyamuk penyebar demam berdarah
berkembangbiak di genangan air bersih. Tidak seperti nyamuk malaria,
nyamuk demam berdarah kebanyakan menggigit di siang hari. Karena itulah
kelambu tidak banyak berpengaruh kecuali bagi anak kecil atau orang tua
yang biasa tidur pada siang hari. Nyamuk-nyamuk demam berdarah biasanya
berdiam di tempat yang terlindung, gelap, seperti di bawah meja atau di
bawah tempat tidur, atau di sudut-sudut yang gelap.

Untuk mencegah demam berdarah, cara terbaik adalah menghindari gigitan nyamuk.

3. Demam Chikungunya

Penyakit
demam virus jenis ini sembuh dengan sendirinya ditandai dengan
arthralgia atau arthritis, terutama di pergelangan tangan, lutut,
pergelangan kaki dan persendian lainnya dari kaki dan tangan yang
berlangsung beberapa hari hingga berbulan-bulan. Dikenal juga dengan
nama lumpuh layu.

Penyebab

Demam chikungunya disebabkan oleh virus
chikungunya, termasuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus, dan
ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini terus menimbulkan epidemi di
wilayah tropis Asia dan Afrika.

Gejala

Gejala demam chikungunya  mirip dengan
demam berdarah dengue yaitu demam yang tinggi, menggigil, sakit kepala,
mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintik-bintik
merah pada kulit terutama badan dan lengan. Bedanya dengan demam 
berdarah dengue, pada chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan
(schok) maupun kematian. Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai
empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari .

Gejala
utama terkena penyakit demam chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa
demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu
gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul
rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang
atau flu tulang. Dalam beberapa kasus didapatkan juga penderita yang
terinfeksi tanpa menimbulkan gejala sama sekali atau silent virus
chikungunya.

Pengobatan

Demam Chikungunya  termasuk Self
Limiting Disease atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya. Tak ada
vaksin maupun obat khusus untuk penyakit ini. Pengobatan yang diberikan
hanyalah terapi simtomatis atau menghilangkan gejala penyakitnya,
seperti obat penghilang rasa sakit atau demam seperti golongan
parasetamol. Sebaiknya dihindarkan penggunaan obat sejenis asetosal.

Untuk
memperbaiki keadaan umum penderita dianjurkan makan makanan yang
bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak
mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar atau minum jus buah
segar.

Pemberian vitamin peningkat daya tahan tubuh mungkin
bermanfaat untuk penanganan penyakit. Selain vitamin, makanan yang
mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya
tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa
mempercepat penyembuhan penyakit. Minum banyak juga disarankan untuk
mengatasi kebutuhan cairan yang meningkat saat terjadi demam.

Pencegahan

Tidak ada cara lain untuk mencegah demam
chikungunya kecuali mencegah gigitan nyamuk serta memberantas tempat
berkembangbiaknya nyamuk dengan cara Tiga M (Menutup, Menguras dan
Mengubur barang bekas yang bisa menampung air) atau menaburkan bubuk
abate pada penampungan air sebagaimana mencegah demam berdarah.

4. Demam Penyakit Kuning

Demam
penyakit kuning dibawa oleh nyamuk-nyamuk di Afrika dan sebagian
Amerika Selatan. Ada dua macam demam penyakit kuning dan mereka menyebar
dengan cara yang berbeda:

  • Demam penyakit kuning hutan menyebar dari nyamuk yang terinfeksi ke
    monyet, dan kembali lagi dari monyet ke nyamuk. Manusia terinfeksi saat
    mereka digigit oleh nyamuk yang telah terinfeksi oleh monyet. Demam
    penyakit kuning hutan jarang terjadi dan kebanyakan diderita oleh mereka
    yang bekerja di hutan-hutan tropis.
  • Demam penyakit kuning perkotaan adalah penyebab dari kebanyakan
    wabah dan epidemi demam penyakit kuning. Seperti malaria dan demam
    berdarah, demam penyakit kuning perkotaan menyebar melalui gigitan
    nyamuk dan hisapan darah dari orang yang sudah terinfeksi dan kemudian
    infeksinya dipindahkan ke orang lain yang digigit nyamuk tadi.


Demam penyakit kuning perkotaan
disebarkan oleh nyamuk hitam yang sama dengan yang menyebarkan demam
berdarah. Nyamuknya mempunyai bintik-bintik putih di sepanjang punggung
dan kaki-kakinya. Nyamuk ini hidup dan berkembangbiak dalam genangan air
di kota-kota dan desa-desa.

Tanda-tanda

Demam penyakit kuning menyebabkan demam
panas dingin, nyeri otot (terutama sakit punggung), sakit kepala,
kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, demam tinggi dan denyut nadi
lemah. Bagi kebanyakan orang, penyakit ini menghilang setelah 3 atau 4
hari.

Tapi untuk sebagian orang, sekitar 1 dari 7 penderita,
demamnya kambuh 24 jam setelah tanda pertamanya hilang. Penyakit kuning,
nyeri dada, dan muntah dapat diikuti dengan pendarahan dari mulit,
hidung, mata, dan perut. Kematian dapat terjadi antara 10 sampai 14
hari, tetapi separuh dari mereka yang sakit demam penyakit kuning ini
untuk yang kedua kalinya selamat tanpa ada masalah kesehatan serius.

Pengobatan

Pengobatan terbaik untuk demam penyakit
kuning adalah istirahat dan minum banyak cairan. Kebanyakan orang sembuh
total setelah beberapa waktu dan badan mereka membentuk antibodi
terhadap demam penyakit kuning. Sejumlah kecil orang terkena penyakit
ini untuk kedua kali sebelum mereka sembuh betul dari serangan yang
pertama. Tapi biasanya mereka juga akan pulih dan sehat kembali.

Pencegahan

Seperti halnya malaria dan demam berdarah, cara terbaik mencegah demam penyakit kuning adalah menghindari gigitan nyamuk.

5. Penyakit Kaki Gajah

Filariasis
(penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan cacing
yang ditularkan melalui gigitan berbagai jenis nyamuk. Cacing jenis
Wuchereria bancrofti yang paling sering ditemukan di negeri tropis
seperti Indonesia. Kemudian ada jenis lain bernama Brugia malayi
merupakan jenis endemis di daerah pedesaan di India, Asia Tenggara,
daerah pantai utara China dan Korea Selatan. Dan yang terakhir jenis
Brugia timori yang banyak ditemukan di daerah pedesaan di Kepulauan
Timor, Flores, Alor dan Roti di Tenggara Indonesia.

Penyakit kaki
gajah bersifat menahun (kronis). Apabila tidak mendapat pengobat
sesegera mungkin, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki,
lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya
penderita tidak dapat bekerja optimal bahkan hidupnya bergantung pada
orang lain.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit
kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu
nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat
cacing filarial kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita
yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung
mikrofilaria.

Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui
dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap
kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir.

Apabila
pasien menderita filariasis akut akan terlihat gejala klinis berupa
demam berulang-ulang selama 3–5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat
dan muncul lagi setelah bekerja berat. Pembengkakan kelenjar getah
bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

Radang
saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar
dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde
lymphangitis). Akibat seringnya menderita pembengkakan, kelenjar getah
bening dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Terjadi
pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak
kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

Gejala

Sedangkan gejala klinis yang kronis
berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan,
buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Pengobatan

Pengobatan filariasis secara massal
dilakukan di daerah endemis dengan menggunakan obat diethyl carbamazine
citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5–10
tahun. Untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan
parasetamol. Dosis obat untuk sekali minum adalah DEC 6 mg/kg/berat
badan, Albenzol 400 mg (1 tablet).

Pencegahan

Satu-satunya cara pencegahan penyakit
kaki gajah ini adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan
nyamuk vektor, misalnya, menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur.
Menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk
semprot atau obat nyamuk bakar, mengoles kulit dengan obat antinyamuk.

Atau,
memberantas nyamuk dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang
merupakan tempat perindukan nyamuk. Menimbun, mengeringkan atau
mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk. Serta
membersihkan semak-semak di sekitar rumah.

Sumber : Beberapa Sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button