Ayo berjalan Kaki dan Bersepeda.


“Ayo Berjalan dan Bersepeda. Itulah salah satu ajakan kepada masyarakat yang terpampang dalam spanduk di area pedestrian di Kota Bogor.  Spanduk itu dipampang oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mengajak masyarakat membiasakan diri berjalan kaki dan bersepeda.
        
Ratusan warga dari berbagai komunitas  menyambut gembira  dibukanya  pedestrian tahap dua yang diperuntukan untuk pejalan kaki,  pesepeda, dan masyarakat yang berkebutuhan khusus (difabel)

Nampak ratusan warga, sejak Minggu (22/12) pagi melakukan aktivitas diarea pedestrian sepanjang 535 meter  dengan lebar 4 meter, mulai dari Jalan Kapten Muslihat hingga Jalan Ir. Ir. H. Juanda depan Balaikota Bogor.

“Kami menyambut gembira dengan  adanya   fasilitas untuk  pejalan kaki dan pesepeda di Kota Bogor,  “kata Iwan Muhammad Ridwan Ketua Oncom (Onthel community) Kota Bogor.

Iwan juga berharap kepada pemerintah Kota Bogor  untuk memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu dan mengerti  bahwa  fungsi pedestrian hanya untuk pejalan kaki, pesepeda  dan untuk masyarakat yang berkebutuhan khusus.  Kita siap menjaga dan memelihara  agar pedestrian yang telah dibangun tidak disalahgunakan,  “tukas  Iwan Muhammad Ridwan’

Kedepan, Iwan berharap kepada pemerintah Kota Bogor untuk bisa menyiapkan lokasi parkir sepeda dan tempat penitipan sepeda seperti di negara-negara Eropa. “ Kami juga berharap Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan anjuran kepada seluruh instansi baik negeri dan swasta termasuk sekoloh agar membiasakan menggunakan sepeda ke tempat kerja dan sekolahnya agar pada hari – hari tertentu seperti hari Jum’at.

Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Suharto mengatakan, fasilitas Pendestrian tahap kedua merupakan lanjutan dari pendestrian tahap pertama yang merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan.

“Pedestrian tahap ke dua dibangun sepajang 535 meter mulai dari Jalan Kapten Muslihat hingga depan Hotel Salak Jalan Ir. H. Juanda, dengan lebar 4 meter dan  menelan biaya Rp1,8 miliar, “ jelas Suharto.

Sementara itu Direktur Bina Sistim Transportasi Perkotaan pada Kementerian Perhubungan Joko Sasono mengatakan, pembangunan pedestrian di Kota Bogor yang dilakukan Kementerian Perhubungan  untuk merealisasikan budaya masyarakat, yakni budaya saling menyapa, saling bekerjasama dan budaya saling tolong menolong.  “Ini hanya bagian kecil. Kita ingin mewujudkan program memanusiakan manusia, “ ujar Joko Sasono saat menyerahkan pedestrian tahap ke dua kepada pemerintah Kota Bogor.

Joko  menyebutkan, program ini untuk membangun suatu sistem transportasi berkelanjutan di Kota Bogor.  “Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Bogor telah menjalain kerjasama yang baik,  sehingga terciptalah program yang seperti ini. Kita akan terus mendukung untuk pembangunan pedestrian tahap-tahap berikutnya ditahun – tahun mendatang,  “kata Joko.

Walikota Bogor Diani Budiarto mengatakan, pembangunan  pedestrian merupakan bagian dari upaya pemerintah Kota Bogor dalam pembangunan insfratruktur yang berkelanjutan guna mewujudkan  Bogor Layak Bagi Pejalan Kaki.

Namun walikota berharap, tersedianya pedestrian  harus diikuti  oleh peran serta masyarakat dalam menjaga dan memelihara serta memanfaatkan fasilitas pejalan kaki, agar fasilitas tersebut tidak difungsikan selain dari kegiatan pejalan kaki dan orang-orang dengan berkebutuhan khusus (difable). (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button