Agar Anak Bersikap Optimis

Didiklah anak agar bersikap optimistis dalam menghadapi masalah karena Anda tak selamanya bisa membantu sang buah hati. Hidup itu sulit diprediksi. Anda tak mungkin terus-menerus membantunya untuk memecahkan masalah. Namun, Anda bisa mendorong dan membekalinya dengan sikap-sikap positf sehingga mereka selalu berpandangan optimistis dalam menghadapi masalah. Kebiasaan bersikap positif sedari kecil akan berguna saat dia dewasa nanti.

Pernahkah Anda menyaksikan film Life is Beautiful, tentang seorang ayah terus-menerus berbohong dan berusaha menyembunyikan  realitas kekejaman perang dari anaknya? Atau Anda tipe orang yang suka mengurung anak di dalam rumah, menyembunyikan mereka dari lingkungan yang toh lambat laun akan bersentuhan juga dengan anak Anda? Menyiapkan bekal agar sang anak bersikap optimistis menghadapi masalah tampaknya jauh lebih bijak dibanding mengurung mereka dan menyembunyikan mereka dari realitas yang ada.

Agar anak mampu bersikap optimistis, Anda perlu mengajarkannya cara berpikir positif sedari kecil. Hal penting yang paling utama dredaksirot adalah perilaku Anda sendiri karena orang tua adalah contoh paling baik bagi anak-anak. Bila ayah dan ibu sudah sering banyak mengeluh, sang anak akan terbawa tumbuh menjadi orang yang pesimistis dan bakal sering mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Dengan berpikiran positif, anak Anda akan merasakan apa yang Anda rasakan, melihat perilaku Anda, dan bertindak mirip dengan anda. Anak Anda juga harus terbiasa dengan hidup berserta kesulitan-kesulitannya. Jadi Anda jangan menyembunyikan sesuatu darinya. Rasanya lebih baik mengajarkan mereka bagaimana bertahan terhadap semua masalah dan menjadi orang yang selalu berpikiran positif.

Berikut ini beberapa tip untuk melatih anak agar menjadi orang yang mampu bersikap optimistis, seperti yang BOGORnews sarikan dari situs Oplife.

Ciptakan suasana-suasana bahagia. Rencanakan kejutan-kejutan bervariasi dan liburan-liburan untuk anak Anda. Tentu kejutan-kejutan ini harus disesuaikan pula dengan kantong Anda. Liburan dan kejutan-kejutan tidak selalu berarti mahal. Anak-anak suka hal-hal seperti itu dan akan membuat suasana hati mereka selalu dalam keadaan baik.

Bermimpi bersama anak-anak. Buatlah rencana-rencana atau keinginan-keinginan untuk jangka pendek dan jangka panjang. Rasa percaya diri dalam menatap masa depan akan membuat anak optimistis.

Kembangkan keyakinan dan harapan sang anak bahwa masa depan jauh lebih baik. Ajari anak Anda bahwa semua masalah itu dapat dipecahkan, ajari pula supaya mereka jangan takut membuat kesalahan.

Pilihan kata yang tepat saat mengajari buah hati Anda. Saat berbicara dengan anak Anda, hindari penggunaan kata-kata yangh sifatnya sering berujung pesimistis atau negatif, misalnya kata ‘jangan pernah’, ‘selalu saja’ . Lebih baik gunakan kata ‘kadang’.

Humor. Humor membantu anak mengatasi ketakutan-ketakutan mereka. Kelucuan-kelucuan membuat dunia tidak menakutkan lagi dan hidup menjadi lebih ringan.

Tunjukkan bahwa dunia itu menakjubkan. Tunjukkan pada buah hati Anda bahwa dunia itu diperuntukkan bagi semua orang, tanpa terkecuali. Yang Anda butuhkan hanyalah usaha. Ajari anak Anda untuk berusaha.

Buatlah moto moto hidup. Contohnya ‘apa pun mungkin terjadi’, ‘semuanya akan baik-baik saja’, ‘semua indah pada waktunya’, ‘selalu ada jalan keluar’. Kalimat-kalimat ini akan mensugesti diri dan menciptakan perilaku yang positif.

Terakhir, nikmati setiap senyum dan tawa khas buah hati Anda. Perilaku Anda tersebut akan menunjukkan kepadanya rasa cinta dan pikiran positif Anda sendiri. Ingat, orang tua adalah contoh yang paling baik.

 
Sumber : wirawiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button