Sinergi Empat Dimensi Hadapi Resiko, Apa Saja?

By Redaksi 28 Okt 2019, 17:40:20 WIB | dibaca: 80 Kota Bogor

Sinergi Empat Dimensi Hadapi Resiko, Apa Saja?



BOGORNews.com:::Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  (LIPI) bersama Research Center for Sustainable Humanosphere (RISH), Universitas Kyoto, Jepang menyelenggarakan Humanosphere Science School 2019 and International Symposium on Sustainable Humanosphere, Senin (29/10/2019).

Simposium membahas tentang keseimbangan empat dimensi kehidupan yakni manusia dan habitatnya, hutan dan lingkungannya, atmosfer, dan antariksa yang terintegrasi dalam konsep Humanosphere menjadi sangat vital demi keberlangsungan kehidupan manusia serta seisi alam semesta.

Sinergi Empat Dimensi untuk keberlangsungan kehidupan manusia saat ini  menghadapi tantangan dan resiko yang luar biasa. Salah satunya akibat perubahan iklim yang memicu terjadinya bencana baik secara natural maupun imbas dari aktivitas manusia.

Simposium juga dihadiri ahli dari Jepang, Thailand, Malaysia, dan Prancis.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudamonowati mengatakan aktivitas manusia tidak dapat dipungkiri memberikan dampak yang kompleks terhadap keseimbangan alam semesta.

 “Pertumbuhan populasi adalah salah satu tantangan multidimensi yang paling serius, kompleks, dan dilematis yang harus dihadapi oleh manusia sendiri di abad ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, meningkatnya jumlah populasi berarti semakin banyak aktivitas manusia yang memicu pemanasan global yang mempengaruhi perubahan cuaca menjadi lebih ekstrem. 

“Kegiatan-kegiatan manusia yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber energi dari bahan bakar fosil, penebangan hutan dan perubahan penggunaan lahan melepaskan lebih banyak emisi gas rumah kaca ke udara, terakumulasi di atmosfer, dan akhirnya membuat bumi lebih panas,” ungkap Enny.

"Tidak ada negara yang dapat mengantisipasi tantangan ini sendirian. Hal ini karena terkait erat dengan aspek pendirian politik, rencana pembangunan, pilihan teknologi, kondisi sosial ekonomi dan perjanjian internasional,” terangnya.

Dirinya menyatakan, pilihan kebijakan yang cerdas dapat memberikan manfaat ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Kegiatan Humanosphere Science School dan International Symposium on Sustainable Humanosphere  merupakanwadah pertemuan ilimiah bagi para pakar, profesional, peneliti, dan akademisi dari berbagai bidang disiplin ilmu dalam upaya mencari solusi, memberikan ide pemecahan masalah 
komplek terkait keseimbangan alam semesta yang telah mengalami ketidakharmonisan.

Sementara itu Walikota Bogor Bina Arya yang hadir dalam Simposium tersebut mengatakan perubahan iklim yang terjadi saat ini, dampaknya sudah sangat dirasakan  bagi warga Kota Bogor.

"Perubahan iklim di Kota Bogor sudah kita cek muncul darimana saja. Bisa dari transportasi atau pun sektor industri yang kini banyak muncul di Kota Bogor,"ujarnya.

"Pemkot Bogor berusaha mengurangi polusi dengan mendorong transportasi terutama angkot harus ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mendorong warga naik sepeda, mengerakan kegiatan penghijauan, pembuatan lubang biopori dan masih banyak lagi lainnya. Semua sudah kita lakukan,"pungkasnya. (DimasFery).






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

MDB Radio - Download Now!



Yukk Cari Reseller / Penjual Terdekat dengan tempat tinggal anda. Klik / Cari Disini

Iklan Bogor News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Video Terbaru

View All Video
+ Produk Lainnya

PRODUK TERKINI