SD Negeri Malabar Gelar IHT, Kasi Kurikulum SD : Guru Jangan Hanya Menunggu Untuk Diberi Pengetahuan

By Redaksi 29 Okt 2021, 06:08:31 WIB | dibaca: 237 Pelajar

SD Negeri Malabar Gelar IHT, Kasi Kurikulum SD : Guru Jangan Hanya Menunggu Untuk Diberi Pengetahuan

Media Digital Bogor

BOGORnews.com ::: Kurikulum pendidikan pada jenjang satuan pendidikan tentunya harus terus dikembangkan dan dievaluasi guna perbaikan secara berkesinambungan. Pada dasarnya pendidikan nasional meliliki tujuan guna mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Disisi lain, pendidikan berfungsi mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. 

Melalui pelatihan In House Training (IHT) yang diselenggarakan oleh SD Negeri Malabar kota Bogor bertajuk “Peningkatan Kemampuan Pembelajaran Paradigma Baru Melalui Implementasi Profil Pelajar Pancasila bagi pendidik dan tenaga kependidikan jenjang SD" diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran.

"Guru jangan hanya menunggu untuk diberi pengetahuan, tetapi harus mencari atau mendatangkan ilmu," ujar Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Rini Sri Mulyani, M.Pd, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, SD Negeri Malabar mengadakan kegiatan In House Training artinya memfasilitasi kepada guru-guru yang memerlukan pengetahuan untuk pengembangan dirinya. karena guru-guru di kota Bogor, khususnya guru SD Negeri Malabar ingin kompetensi gurunya berkembang.

"Kegiatan ini sangat baik dilaksanakan dalam upaya peningkatan mutu guru dan pendidikan di Kota Bogor. Guru lebih memahami mengenai paradigma baru dalam pendidikan sehingga tidak ingin tertinggal oleh pendidikan yang terus berkembang dengan cepat berubah," tuturnya.

Kepala SD Negeri Malabar, Lilis Kustriani menjelaskan pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran, terutama mengenai profil pelajar Pancasila yang saat ini selalu didengungkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Ada enam ciri utama profil pelajar Pancasila diantaranya beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, 

6 profil pelajar Pancasila yaitu sebagai berikut:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.

Pelajar Indonesia yang berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar Pancasila memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia adalah akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara.

2. Berkebinekaan global.

Pelajar Indonesia mempertahankan kebudayaan luhur, lokalitas, dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Perilaku pelajar Pancasila ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan memungkinkan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.
Elemen kunci berkebinekaan global adalah mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

3. Gotong royong.

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong royong, yaitu kemampuan pelajar Pancasila untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.
Elemen kunci gotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.


4. Mandiri

Pelajar Indonesia adalah pelajar mandiri, yaitu pelajar Pancasila yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.
Elemen kunci mandiri adalah kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi dan regulasi diri.


5. Bernalar Kritis

Pelajar yang bernalar kritis adalah pelajar Pancasila yang mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya.
Elemen kunci bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil keputusan.


6. Kreatif

Pelajar yang kreatif adalah pelajar Pancasila yang mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak.
Elemen kunci kreatif adalah menghasilkan gagasan yang orisinal dan menghasilkan karya serta tindakan yang orisinal.

Ketua pelaksana kegiatan Rudy Achmad Ramlan menambahkan pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara daring dan luring. Bagi peserta yang tidak dapat mengikuti luring dapat mengikutinya secara daring melalui link yang sudah dibuat panitia, untuk dibagikan kepada peserta.

"Ada 41 peserta. 19 orang mengikuti secata luring dan 22 orang mengikuti secara daring dengan narasumber Rini Sri Mulyani,M.Pd (Kasi kurikulum SD Dinas Pendidikan kota Bogor), Yudhie Suchyadi,S.Si, M.Pd, Mira Mirawati,M.Pd dan Santa,M.Pd (Universitas Pakuan Bogor)," ujarnya *(red/boy)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News