Masyarakat Alami Defisit Kreatifitas

By Redaksi 02 Jun 2020, 21:13:30 WIB | dibaca: 132 Sharing Info

Masyarakat Alami Defisit Kreatifitas

Makanan Minuman Bogor

BOGORNews.com:::Masyarakat Indonesia mengalami defisit kreatifitas atau inovasi keberagaman sosial. Selama ini masyarakat diajari secara kolektif merespon masalah dengan cara yang sama, alhasil terjadi penurunan imunitas atau daya tahan sosial.

Hal tersebut dikemukakan Staf Khusus Menteri Pertanian Imam Mujahidin Fahmid terkait pro-kontra Kebijakan New Normal di tengah pandemi Covid 19,
saat  menjadi pembicara dalam Seminar Online bertajuk Pemulihan Ekonomi-Sosial Paska Covid-19 yang dihelat oleh Dewan Profesor Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar pada Senin Pagi Waktu Indonesia Tengah (01/06/2020).

Acara Seminar yang diikuti oleh Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Guru Besar UNHAS seperti Prof. Saleh S. Ali, Prof. Marzuki, Prof. Amran Razak, Dekan dan Ketua Program Studi, serta 2.324 peserta dari berbagai kalangan akademisi, praktisi, birokrat, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia.

Apa yang dikatakan Imam cukup beralasan mengingat kebijakan yang dilakukan oleh daerah satu dengan lainnya dalam menghadapi saat pandemi relatif sama.

"Padahal situasi dan karakteristik wilayah berbeda-beda. Oleh karenanya diperlukan pendekatan yang berbeda pula,"tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Imam menyebutkan bahwa Pandemi COVID-19 menjadi momentum sangat penting bagi para otoritas strategis, khususnya untuk melakukan penyesuaian maupun perubahan kebijakan yang direncanakan, dilaksanakan dan diawasi, sesuai kondisi ringan, sedang dan beratnya masalah yang dihadapi. 

"Pilihan urutan tingkat kesulitan menjadi prioritas kebijakan yang harus berubah, didasarkan pada pertimbangan dan pendekatan-pendekatan konseptual dan empiris yang terbaik dan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, seperti Pemerintah, Lembaga-Lembaga strategis tertentu, Industri dan dunia usaha, dan terutama masyarakat luas. Untuk itu, Inovasi kebijakan utamanya keberagaman sosial sebagai konsep dan terutama dapat direalisasikan adalah suatu keniscayaan dalam menghadapi epidemi Covid-19."

“Kekuatan sosial jauh lebih penting dibandingkan dengan kekuatan teknis, ini penting karena jika ada gejolak maka entitas sosial yang akan menyelesaikan, bukan menggantungkan pada negara. Jika ini bisa dilakukan maka inovasi berbagai kebijakan ekonomi-sosial dapat lebih efektif,” lanjut Imam

Imam kembali menekankan salah satu implementasi inovasi kebijakan ekonomi pada masa new normal adalah pemihakan pada 4 sektor. 

Pertama, Kebijakan sektor UMKM dan Koperasi berbasis Digital. Kedua, Kebijakan Pertanian berbasis Industri dan Digital. Ketiga, Kebijakan Industri berbasis Sumber Daya Lokal dan Nasional, serta berorientasi ekspor.

"Terakhir, kebijakan perdagangan regional dan internasional berbasis sumber daya domestik hilir,"pungkasnya.(Rls/DF).

 






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News