LIPI Masih Butuh Banyak Peneliti

By Redaksi 22 Mei 2019, 07:37:51 WIB | dibaca: 223 Bogor

LIPI Masih Butuh Banyak Peneliti



BOGORnews.com ::: Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengemukan, sebagai  representasi lembaga penelitian di Indonesia, LIPI harus memiliki SDM mumpuni dan peralatan yang lengkap. 

Ini sangat penting agar para peneliti di LIPI bisa bersaing dengan peneliti luar. Hal tersebut dikemukakan Laksana Tri Handoko usai memberi sambutan  dalam  “Program Riset 2020-2024” di Gedung Konservasi LIPI, Bogor, Selasa (20/05/2019).

"Modal utama dalam riset adalah manusia dan alat. Untuk itu sudah seharusnya kita memiliki SDM yang unggul dan ditunjang dengan peralatan yang lengkap. Perlu adanya optimalisasi sumber daya penelitian,"ujarnya.

Khusus infrastruktur, sebutnya, LIPI tidak boleh kalah bersaing. Sebab jika tidak peneliti LIPI tidak bisa berkompetisi dengan peneliti global.

"Semua Kebun Raya di bawah naungan LIPI harus komplit infrastrukturnya. Sehingga bisa berkompetisi di dunia global,"tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Handoko tidak menutup mata terkait masih minimnya peneliti (SDM) yang ada.

"SDM sangat kurang sekali. Peneliti maupun  dosen harus bergelar Srata 3 sesuai kualifikasi global," terangnya.

Ia menambahkan saat ini, jumlah peneliti yang ada baru 30 persen. Tahun 2024, pihaknya menargetkan peneliti mencapai 50 persen. 

"Guna mencapai jumlah peneliti yang ideal, kami melakukan by research. Hal ini memungkinkan peneliti LIPI meningkatkan kualifikasi menjadi S3 tanpa meninggalkan tugas belajar. Tetap sambil bekerja dan meraih gelar S3,. Ini sudah kami lakukan dari tahun lalu,"pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, mengatakan “Penyusunan Program Riset 2020-2024 harus mengacu dan selaras dengan Rencana Induk Riset Nasional, Prioritas Riset Nasional, serta dokumen-dokumen lain terkait konservasi tumbuhan, termasuk Global Strategy for Plant Conservation (GSPC).

"Dari 16 target yang dicanangkan di dalam dokumen GSPC, target ke-8 berbicara tentang konservasi ex situ, dan tentu saja sangat erat kaitannya dengan Kebun Raya,"jelasnya.

Penyusunan program riset diperlukan dalam rangka menyediakan rujukan bagi kegiatan penelitian untuk periode 5 tahun yang akan datang. (DimasFery).






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

MDB Radio - Download Now!



Yukk Cari Reseller / Penjual Terdekat dengan tempat tinggal anda. Klik / Cari Disini

Iklan Bogor News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Video Terbaru

View All Video
+ Produk Lainnya

PRODUK TERKINI