Keren, Ini Alat-alat Pertanian Era Teknologi 4.0

By Redaksi 01 Sep 2019, 16:47:57 WIB | dibaca: 261 Teknologi

Keren, Ini Alat-alat Pertanian Era Teknologi  4.0



BOGORNews.com:::Direktur Alat Mesin Pertanian (Alsintan Kementan), Andi Nur Alam Syah mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Untuk mempercepat target tersebut perlu modernisasi pertanian yang salah satu cara adalah melalui penerapan Teknologi 4.0 di bidang pertanian.

"Kerangka Teknologi 4.0 di bidang pertanian dikemas dalam bentuk Mekanisasi 4.0 yang sekaligus menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 disegala bidang. Kementerian Pertanian  sejak tahun 2018 telah memulai riset dan perekayasaan terkait teknologi alat dan mesin pertanian yang berbasis IoT (Internet of Thing), Cyber-physical System, dan Management Information System,"
ujar Nur Alam di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Balitbangtan, Sukamandi, Subang,Sabtu (01/09/19).

Nur Alam melanjutkan  bahwa beberapa karya Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian 4.0 diantaranya telah dihasilkan  alsintan, antara lain drone penebar benih padi, robot tanam padi, autonomous tractor, dan mesin panen plus olah tanah yang terintegrasi. 

"Keempat alsintan tsb saat ini bisa menjadi solusi petani Indonesia dalam melakukan usaha tani moderen, seperti yang tengah dicoba di BB Padi,"paparnya.

Sementara Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan),  Balitbangtan, Agung Prabowo, pada kesempatan yang sama  menyatakan bahwa mekanisasi 4.0 dalam waktu tidak lama lagi siap dikembangkan di tingkat petani. 

Sebagai contoh drone penebar benih mampu menebar benih satu hektar lahan dalam waktu 1 jam dg kapasitas 50 - 60 kg per hektar. 

"Drone penebar benih ini mampu bekerja mandiri sesuai pola/alur yang sudah dibuat pada perangkat android dan dipandu oleh GPS. Drone ini mampu melakukan resume operation, sehingga operation yg tertunda dapat dilanjutkan kembali sehingga tdk terjadi overlap dan dilakukan secara otomatis. Ketahanan batere mampu operasi selama 20 menit dg kapasitas angkut maksimal 6 kg benih padi,"jelasnya.

Mekanisasi 4.0 lainnya yang siap dikembangkan adalah robot tanam padi. Menurut Agung,  robot tanam padi ini dapat difungsikan untuk menanam bibit padi di lahan sawah yang mampu berkomunikasi melalui Internet of Thing (IoT) melalui sarana gps dan mampu bekerja mandiri. 

Spesifikasi Robot Tanam Padi ini mempunyai: Lebar Tanam: 30 cm, 6 Baris Tanam, Kecepatan Kerja 2,0 km/jam dan Lebar Kerja 1,8 m memiliki Kapasitas kerja 0,36 ha/jam atau 3 jam/ha.

Selain teknologi alsintan di atas, saat ini sudah siap pula dikembangkan Autonomous Tractor. Alat ini adalah traktor roda 4 tanpa awak yg dikendalikan oleh sistem navigasi berbasis IoT. Dapat melakukan pengolahan lahan sesuai dg peta perencanaan menggunakan GPS.

Melalui implementasi Mekanisasi 4.0 di sektor pertanian, diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efisien guna menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing.

Kepala BB Padi Balitbangtan, Priatna Sasmita, merespon positif aplikasi pertanian 4.0 khususnya dalam perpadian. Sasmita menyatakan teknogi ini menjadi pendongkrak signifikan kenaikan pendapatan karena berdampak terhadap peningkatan efisiensi baik pada tahap olah tanah, tanam, pemeliharaan hingga panen.

"Efisiensi teknologi ini menekan input produksi, waktu, SDM, serta menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu panen serta memiliki daya saing. Untuk itu  komponen-komponen teknologi budidaya mulai perbenihan  hingga panen dan pasca panen yg telah ada harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi 4.0 ini,"pungkas Demikian Sasmita. (Rls/DF)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

MDB Radio - Download Now!



Yukk Cari Reseller / Penjual Terdekat dengan tempat tinggal anda. Klik / Cari Disini

Iklan Bogor News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Video Terbaru

View All Video
+ Produk Lainnya

PRODUK TERKINI