Infodemik Seputar Penanganan Pandemi COVID-19, Apa itu?

By Redaksi 17 Agu 2021, 20:06:33 WIB | dibaca: 138 Kesehatan

Infodemik Seputar Penanganan Pandemi COVID-19, Apa itu?

Media Digital Bogor

Bogornews.com::::Berbagai tantangan dalam penanganan pandemi COVID-19, selain tantangan dalam upaya memutus penyebaran virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2, hambatan lain yang juga dihadapi masyarakat adalah adanya infodemik seputar COVID-19.

Infodemik ini mengarah pada informasi berlebih akan sebuah masalah, sehingga kemunculannya dapat mengganggu usaha pencarian solusi terhadap masalah tersebut. 

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi dalam Dialog Produktif Semangat Selasa di Media Center KPCPEN mengatakan, saat ini istilah infodemik kini sudah mengglobal karena turut memperburuk situasi dan tidak menolong sama sekali. 

“Istilah Infodemik itu sudah mengglobal karena turut memperburuk situasi, kita saat ini di situasi pandemik, wabah global, bukan lokal. Infodemik tidak menolong situasi yang parah ini,” katanya.  

Selain itu, infodemik juga dapat berakibat fatal hingga menyebabkan korban nyawa. Fenomena itu yang sering muncul di tengah masyarakat, seperti misalnya informasi yang tidak benar mengenai salah satu obat penangkal COVID-19 yang membuat masyarakat justru merasa aman dengan adanya obat tersebut sehingga mengabaikan anjuran protokol kesehatan.

“Akibat infodemik ini bisa cukup fatal, sampai menyebabkan korban nyawa, misalnya informasi mengenai obat tapi hoaks, jadi lengah gak papa kalau kena, tinggal kasi bawang putih, padahal sebetulnya hoaks. Terus berbagai narasi yang menghasut tapi hoaks sehingga menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat yang sudah cukup susah karena wabah ini, jadi kita kasihan sekali,” ujarnya. 

Dia menegaskan, pihaknya mencatat ada 1.857 isu hoaks yang beredar terkait penangan covid, vaksin dan juga PPKM. Misalnya ada isu kalau divaksin bisa menimbulkan epilepsi dimana hal tersebut tidaklah benar dan juga MUI telah menegaskan, kalau vaksin itu halal serta aman. 

Ada tiga jangkauan untuk menghalau hoaks mulai dari hulu yaitu tentunya literasi jangka panjang mengedukasi masyarakat, selanjutnya level tengah yaitu menyaring dengan teknologi buatan dengan sabuah mesin milik kominfo. 

Dan terakhir di level hilir, yaitu kerja sama dengan polri dan bila ditemukan ada pelanggaran maka bisa langsung diproses secara hukum.  Sedangkan untuk mengakomodir perayaan kemerdekaan di masa pandemik, Pemerintah menciptakan Rumah Digital Indonesia (RDI). 

RDI diciptakan untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di tengah pandemi virus corona.     

Masyarakat  baik  dewasa  maupun  anak anak  bisa  ikut  merayakan peringatan  Kemerdekaan  RI  secara  digital  dengan  mengakses  situs  rumahdigitalindonesia.id,  baik  melalui laptop  maupun  ponsel.  

Ketika  membuka  situs,  pengunjung  akan  disambut  musik  khas  Indonesia  dan  bisa melihat  pemandangan  360  derajat Rumah Digital Indonesia. Dalam  RDI  ini  ada    Ruang  Komunitas,  Di  Ruang  Komunitas,  pengguna  bisa  melihat  pameran  foto  virtual  dari jurnalis foto  Indonesia, bertema Indonesia  Tangguh, Indonesia Tumbuh. 

Pameran  foto  ini  bisa  ditemukan  di  ruang  Pameran  Foto  Is pandemi  COVIDtana,  berisi  apa  yang  terjadi  di  Indonesia  selama 19.  Di  Cerita  Kemerdekaan,  pengguna  bisa  menemukan  perayaan  Hari  Kemerdekaan  di berbagai  tempat,  termasuk  dari  para  diaspora  Indonesia.  Sementara  di  Cerita  Indonesia,  terdapat  berbagai video  edukasi  tentang  kekayaan  alam  maupun  budaya  Indonesia. 

Disana  juga  ada  Ruang  Seni  Budaya,  Seperti  namanya,  tempat  ini  untuk  melihat  beragam  kesenian  dan kebudayaan  Tanah  Air,  termasuk  ketika  dipentaskan di  luar  negeri.  Pengguna  bisa  memanfaatkan  video  yang ada  di  Panggung  Tari  untuk  belajar  tarian  daerah.  Selain  Panggung  Tari,  Ruang  Seni  Budaya  juga  berisi  Ruang Musik,  Dinding  Puisi, dan  Pentas Nusantara. Angkie  Yudistia,  Staf  Khusus  Presiden in mengatakan  bahwa  penyandang  disabilitas  punya  hak  mendapatkan formasi  yang  benar  mengenai  vaksinasi  COVID menyasar  orang-- 19.  Maka  dari  itu  sosialisasi  yang  dilakukan  pun  harus orang  terdekat  mereka.  Karena,  salah  satu  tantangan  vaksinasi  pada  penyandang  disabilitas adalah  karena  masih  banyak  orang  yang  tidak  paham.

 "Literasi  informasi,  literasi  digital,  itu  sangat  minim  sekali.  Walaupun  kita  sudah  setiap  hari  memberikan informasi  kepada  masyarakat,  tapi  untuk  informasi  ini  sangat  minim  diterima  teman tegasnya.    Hal  inilah  yang  dinilai  Angkie  menyeteman  disabilitas," babkan banyak  beredar  hoaks  dan  informasi  yang  simpang  siur, dan  membuat  para  penyandang  disabilitas menjadi bingung  untuk percaya  kepada siapa. Pendiri  Thisable  Enterprise  ini  mengungkapkan  bahwa  para  penyandang  disabilitas  sebenarnya  adalah kelompok  masyarakat  yang  berbasis  komunitas. 

"Teman teman  disabilitas  akan  lebih  mempercayai  apa  yang komunitasnya  bilang.  Jadi  untuk  meminimalisir  hoaks  itu adalah  bagaimana  komunitas  teman  disabilitas  itu mendapatkan  akses  informasi yang  valid,"  tukasnya.

Pendiri  Student  Againts  Covid  Adriana  Viola  Miranda menegaskan,  pihaknya  memang membuat satu aplikasi yang  bernama  AMIGO  dimana  dia  dan  tim  menawarkan  solusi  berupa  pelayanan  kesehatan  dengan  sistem telemedicine  berbasis  WhatsApp  atau  SMS  bagi  yang  tidak  memiliki  akses  ke  internet,  agar  dapat  memberikan pelayanan  kesehatan  yang  memadai bagi populasi  rentan dengan  kondisi  kronis. 

Adriana  menjadi  satu satunya  mahasiswa  dari  Indonesia  di  dalam  tim  AMIGO,  bersama  dengan  anggota  lain dari  berbagai  negara,  yaitu  Chili,  Brasil,  Argentina,  Sri  Lanka,  dan  Amerika  Serikat.  Anggota  tim  punya  latar belakang  profesi  yang  beragam  mulai  dari  dokter,  pakar  kesehatan  masya Hanya Adriana dalam  tim  ini yang  masih  berstatus  mahasiswi kedokteran. rakat,  hingga  ahli  bioteknologi. 

Saat  ini, tim  AMIGO  sedang  dalam  proses  bekerja sama  untuk  pilot  study  dengan  sebuah  rumah  sakit  di  Chili. Mahasiswa  angkatan  2016  di  Universitas  Indon esia  ini  berharap  solusi  yang  dibawakan  AMIGO  ke  depannya dapat  diimplementasikan  juga  di  Indonesia.  

“Jadi  AMIGO  diharapkan  menjadi  aplikasi  yang  aktif mendapatakan informasi  terhadap  penyak Adriana  menegaskan,  dirinya  juga i t  pasien,”  tukasnya. telah  mencoba  masuk  ke  RDI  dan  salah  satu  yang  menjadi  favoritnya  adalah Ruang  Literasi  Digital,  Ruang  ini  berisi  konten konten  dari  Kementerian  Komunikasi  dan  Informatika  untuk literasi  digital,  antara lain  berasal dari  Gerakan Nasional Literasi  Digital (GNLD)  Siber kreasi. 

Ruang  Literasi  Digital dibagi menjadi  empat  bagian, sesuai dengan  modul Kementerian  Kominfo  untuk literasi digital,  yaitu  Kecakapan Digital,  Budaya  Digital,  Etika  Digital  dan  Keamanan  Digital. Setiap  subruang  berisi  video singkat  tips  tentang  bermedia sosial  yang  sehat  dan  bijak. [Rls]






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Video Terbaru

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Iklan Bogor News