Guru Di Kota Bogor Ikuti Workshop Anti Korupsi

By Redaksi 24 Okt 2019, 00:47:03 WIB | dibaca: 119 Pendidikan

Guru Di Kota Bogor Ikuti Workshop Anti Korupsi

Keterangan Gambar : Wakil walikota Bogor Dedie A Rachim foto bersama dengan Peserta Workshop Anti Korupsi




BOGORnews.com ::: Wakil walikota Bogor Dedie A Rachim membuka workshop Implementasi Silabus Pendidikan Karakter Anti Korupsi tingkat sekolah dasar kota Bogor tahun 2019 di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran, Rabu (23/10/2019). Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan guru SD se-kota Bogor dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin dan sejumlah anggota DPRD Kota Bogor.

Dedie mengatakan, bahwa workshop implementasi silabus pendidikan anti korupsi ini merupakan tindak lanjut MoU antara KPK dengan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan yang terjalin sejak April 2019 lalu. Dari kerja sama tersebut, Disdik Kota Bogor memiliki tugas tentang bagaimana cara mengimplementasikan pendidikan anti korupsi kepada guru yang kemudian diimplementasikan kembali kepada siswa siswinya di sekolah.

“Dengan kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Bogor selangkah lebih maju, karena bisa membangun silabus atau acuan pelaksanaan pendidikan anti korupsi dan ini bisa di adopsi oleh kota-kota lain. Apalagi kita sudah mengeluarkan Perwali tentang anti korupsi dan ini pertama di Indonesia,” kata Dedie di lokasi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin menjelaskan, workshop anti koruspsi ini ditujukan kepada semua guru kelas yang mengajar di masing-masing sekolah.

“Kalau sebelumnya itu diserahkan kepada ke masing-masing untuk implementasi dan sekarang sudah di standarisasi tingkat Kota Bogor. Dan itu sudah melalui proses dengan penyesuaian kurikulum 2013 dan perubahan-perubahannya, jadi ini sudah standar Kota Bogor dan mudah-mudahan di adopsi oleh kota-kota lain,” jelasnya.

Cara mengimplementasikannya program tersebut, kata Fahrudin, guru-guru yang ada di Kota Bogor itu harus memberikan edukasi tentang anti korupsi kepada siswa siswi di sekolahnya, seperti mengajarkan tentang jujur, tidak menyontek, peduli antar sesama.

“Jadi, jika ada temannya kesusahan, mereka (pelajar) membantu, ada sampah berantakan diambil, dirapikan dan ini menjadi nilai-nilai anti korupsi. Kita singkat nilai-nilai anti korupsi ini itu menjadi Jupe (Jujur Peduli), Keke (Kerja Keras), Samad (Sederhana, Mandiri dan Disipli), Bebeja (Berani dan Bertanggungjawab),” pungkasnya. (*/Boy)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

MDB Radio - Download Now!



Yukk Cari Reseller / Penjual Terdekat dengan tempat tinggal anda. Klik / Cari Disini

Iklan Bogor News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Video Terbaru

View All Video
+ Produk Lainnya

PRODUK TERKINI