Wantimpres : Kritik ke Pemerintah Harus Berdasarkan Data Akurat Bukan Asbun

By Redaksi 20 Okt 2017, 21:10:28 WIB | dibaca: 168 pembaca 

Wantimpres : Kritik ke Pemerintah Harus Berdasarkan Data Akurat Bukan Asbun

BOGORnews. com:::Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubrata menegaskan Pemerintah Jokowi-JK menerima kritik terutama dalam hal ketahanan pangan. Namun hendak kritik tersebut harus berdasarkan data-data yang akurat dan bukan asbun saja.

Hal tersebut ditegaskan ketika memberi sambutan dalam acara Rambut Nasional 2017 di Auditorium  Gedung Andi Hakim Nasution Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (20/10/2017).

"Forum rembuk ini merupakan keinginan pemerintah Jokowi-JK, mereka siap mendengar dan menerima kritik. Namun hendaknya kritik yang konstruktif sebagai bahan perbaikan untuk pembangunan, "tegasnya.

"Hari ini saatnya buka-bukaan. Silahkan saja, kita sampaikan apa adanya. Tapi harus berdasarkan data. Kalau kita bicara dengan data yang benar dan akurat Presiden mau mendengar," imbuhnya.

Ia mengakui,  selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK masih terdapat beberapa kekurangan. Tapi kekurangan yang ada senantiasa untuk dibenahi. Salah satunya yang dilakukan oleh Pemerintah Jokowi-JK adalah dengan memberantas mafia.

"Pemerintah Jokowi-JK tengah berperang melawan mafia mafia diberbagai sektor. Mafia di bidang migas itu ada dan sudah kita kalahkan. Kita minta kalau ada yang main (mafia) di bidang pangan ini tolong hentikan," tandasnya.

Senada dengan Sidarto, Ketua Rembuk Nasional Firdaus Ali mengatakan ketahanan pangan merupakan salah satu dari tiga hal yang menentukan kemajuan bangsa. Firdaus berharap rembuk daerah di IPB ini bisa merumuskan rekomendasi dan program strategis operasional yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah dalam dua tahun mendatang.

"Dengan begitu  negara hadir dan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan sekaligus meningkatkan produksi pertanian Indonesia,' kata Firdaus.

Selain sebagai forum mengkritisi dan memberi masukan kepada pemerintah,  ia pun berharap rembuk daerah  ini juga bisa menyampaikan pencapaian pencapaian yang telah dilakukan pemerintah selama tiga tahun ini.

"Hal ini penting guna membangun optimisme bersama ke masyarakat bahwa pemerintah ini sudah on the track," pungkas Firdaus.

Sebelumnya, panita rembuk bidang pangan telah menggelar rembuk daerah di Sapta Tirta,Kecamatan Matesih,Karanganyar, Jawa Tengah 27-28 September 2017 dan di Universitas Syah Kuala Banda Aceh, 16 Oktober 2017. Pada rembuk daerah tersebut dihadiri oleh 700 perwakilan petani se-Indonesia, akademisi, dan pemangku kebijakan.

Rembuk daerah di bidang pangan berhasil merumuskan enam poin rekomendasi. Enam poin rekomendasi ini yang nantinya akan dbahas dan dipertajam pada rembuk daerah di IPB.  Hasil dari rembuk di IPB ini, nantinya akan dikompilasi dengan hasil rembuk dari 16 perguruan Tinggi lainnya untuk disampaikan kepada Presiden pada acara puncak Rembuk Nasional, yang rencananya akan digelar 23 oktober 2017 di Ji Expo, Kemayoran, Jakarta

Rembuk Nasional merupakan kegiatan yang diadakan dengan tujuan untuk mendalami sekaligus mengkritisi capaian tiga tahun pemerintahan Jokow JK dalam 12 bidang pembangunan dan masalah nasional yang perlu mendapat perhatian khusus. (Dimas Fery)
 








Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • newbie anyar

    Boleh minta bantuannya kak ? Masih baru dalam dunia bitcoin ini nih.bukan mau minta ...

    View Article
  • Software Accounting

    Nah, bagus nih,,, Bisa buat meminimalisir kecurangan para wajib pajak... dan tentunya ...

    View Article
  • Cetak Spanduk

    Waduuh,, menyalahi aturan tuh. Mana spanduk rokoknya dicetak dalam ukuran yang besar ...

    View Article


BOGOR WEBSITE