Sudah Empat Bulan Nasib Korban Bencana di Desa Bojong Telantar

By Redaksi 28 Jun 2018, 21:34:24 WIB | dibaca: 593 pembaca 

Sudah Empat Bulan Nasib Korban Bencana di Desa Bojong Telantar

BOGORnews.com ::: KEMANG - Sudah empat bulan, Damirin (35) dan keluarga, korban bencana angin puting beliung di RT 2, RW 8 Kampung Bojong Lebak, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor telantar. Tidak ada bantuan atau perhatian sama sekali dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Damirin kepada wartawan mengatakan, rumah yang ia dan keluarga huni pada Jumat (23/2/2018) ambruk total akibat dihantam angin puting beliung.

"Rumah ambruk total pada hari Ju'mat pagi tanggal 23 Februari saat kami sedang tidur lelap. Beruntung tidak ada korban jiwa. Saya, isteri dan anak semua selamat," kata Damirin.

Damirin berprofesi sebagai buruh tani. Hasil upah kerja serabutan hanya bisa menutupi kebutuhan makan sehari-hari.

Bencana tersebut membuat nasib keluarga yang sudah susah bak sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Ia sudah melaporkan nasib tragis yang dialaminya pada hari terjadinya musibah ke pihak RW dan desa, agar diperhatikan oleh Badan Penanggulangan Bencana atau dinas terkait. Namun hingga empat bulan berselang sama sekali tidak ada bantuan dari pihak manapun, termasuk dari Pemkab Bogor.

Ketua RW 8 Bojong Lebak, Bah Acang mengatakan, pihaknya nenyayangkan apatisme pemerintah daerah terhadap nasib korban bencana di wilayahnya.

Akibatnya, lanjut Bah Acang, kini nasib Damirin beserta isteri dan anaknya terlunta-lunta dan harus tinggal di kontrakan.

"Sejak empat bulan silam nasib keluarga Kang Damirin telantar. Tinggal di penampungan hingga kontrakan," ujar dia.

Acang mengungkapkan, Damirin tidak mampu membayar biaya kontrakan bulanan sebesar Rp 300.000. Dirinya, terpaksa menutupinya dengan pertimbangan kemanusiaan dan bentuk tanggung jawab sebagai ketua RW.

Tokoh pemuda Desa Bojong, Ahmad Fahir mempertanyakan kehadiran dan kinerja para pihak terkait, mulai pemerintah desa, kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana hingga Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

"Sudah empat bulan warga korban bencana nasibnya telantar. Ke mana Pemkab Bogor? Kok tidak hadir saat ada warga dhuafa di desa kami terkena bencana," ujar Wakil Sekjen DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat ini.

Fahir merasa aneh dengan kelambanan Pemkab Bogor dalam membantu warga korban bencana di desanya.

"Desa Bojong bukan daerah terisolir yang berjarak 50 KM dari Cibinong sebagai ibukota Kabupaten Bogor. Desa pinggir kota yang hanya berjarak 15 KM dari Pemkab Bogor," tegas Fahir.

Fahir menduga lambannya perhatian Pemkab Bogor terhadap bencana ini karena korbannya tunggal hanya satu KK dan peristiwa luput dari perhatian media massa.

"Mestinya Pemkab Bogor menangani segera, sebagaimana biasanya kalo ada bencana. Apalagi ini korbannya keluarga dhuafa dengan profesi buruh tani," papar dia. *(red)











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • agrohimzmq

    удалите,пожалуйста! [url=http://agro-himiya.by/].[/url] ...

    View Article
  • Jasa SEO Murah

    Oke boss thank you. http://www.tierbonavi.com ...

    View Article
  • High School Diploma

    I was guessing if You Could write a little more on this subject? I’d be very ...

    View Article


BOGOR WEBSITE