Sosialisasi Penanggulangan ODGJ, Sukses Digelar Di Jasinga Kabupaten Bogor

By Redaksi 06 Apr 2018, 15:30:30 WIB | dibaca: 157 pembaca 

Sosialisasi Penanggulangan ODGJ, Sukses Digelar Di Jasinga Kabupaten Bogor

BOGORnews.com ::: Rabu, 04 Februari 2018, Kerumunan Orang Berbaju Putih, Biru, Coklat, Hijau, Merah, Kuning dll tampak berkerumun di sudut -sudut Aula Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor sejak pulul 07.00 WIB, Tampak sejumlah panitia sibuk menyiapkan absensi, sound system, projektor dll.

Ternyata Kecamatan Jasinga melalui Puskesmas Jasinga sedang mempunyai hajatan besar yaitu acara Rapat Koordinasi Sosialisasi Penanggulangan ODGJ se-Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor

Gelaran cara tersebut dihadiri oleh Camat Jasinga Drs. Asep Aer Sukmadji, MSI, Kebid Resos Dinas Sosial : Drs. Dian Mulyadiansyah, MM., Kabid P2P Dinas Kesehatan : Agus Fauzi, M.Kes., Kepala Puskesmas Jasinga : Anang Sujana, SKM. M.Kes., Koord Linsek dan Integrasi RS.Dr.H. Marzoeki : Mahdi Iyep Yudiana, SKM. MKM, Para Kepala Desa di Lingkungan Kecamatan Jasinga,  TKSK, PSM, Kader, Pendamping, Relawan, dll.

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh Makin meningkatnya penemuan kasus ODGJ dan meningkatnya pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas Jasinga. 
Selama tahun 2017, setidaknya ada sekitar 219 ODGJ yang di tangani puskesmas jasinga dari berbagai desa di Kecamatan Jasinga dan sebanyak 33 kasus ODGJ dilakukan penanganan rujukan ke RS.Dr.H. Marzoeki Mahdi, itu setidanya pemaparan data yg di sampaikan oleh Anang Sujana, SKM. M.Kes, selaku Kepala Puskesmas Kecanatan Jasinga, yang menjadi moderator dalam Sosialisasi Penanggulangan ODGJ Kecamatan Jasinga.

Disisi lain, Dr. Agus Fauzi, M.Kes memaparkan bahwa "Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor berkomitmen dalam pelayanan kesehatan jiwa dengan melalui penandatanganan MOU dengan RS.Dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor dengan berbagai kegiatan" antara lain : "Kegiatan Pembebasan Pasung, Pendampingan Psikiater dan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, Assertive Community Treatment (ACT), dll." Pada Kegiatan Pendampingan Psikiater dan Penyuluhan Kesehatan Masayarakat, Dinkes berusaha mendekatkan akses pelayan kesehatan jiwa ke masyarakat di wilayah kerja puskesmas.

Hampir senada, Kabid Resos Dinsos Dian Mulyadiansyah, MM. memaparkan tentang pentingnya menjalankan tupoksi 
"Kalo semua unsur menjalankan tupoksinya, maka penanganan ODGJ akan berjalan dengan baik " 
Dinsos telah bekerja sama dengan RS.Dr.H. Marzoeki Mahdi terutama dalam penanganan ODGJ terlantar yang ada di wilayah kabupaten bogor. "Penanganan paska rawat sebenarnya merupakan kebutuhan mendesak yg harus dimiliki kabupaten bogor terutama dalam penyiapan panti rehabilitasi mental paska rawat, dengan terbatasnya  Balai Kesejahteraan Sosial (BKS), sebagai selter penananan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (MKS) di Kabupaten Bogor dan terbatasnya kapasitas Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Phalamarta di Cibadak Sukabumi dalam menampung ODGJ paska rawat dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama dari daerah kabupaten bogor."

Kegiatan selanjutnya diisi oleh pemaparan materi tentang "Peran Masyarakat Dalam Penanganan ODGJ" yang disampaikan oleh Iyep Yudiana, SKM. MKM., Selaku Koordinator Lintas Sektoral dan Integrasi RS.Dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor. 
Materi bahasan ini diambil karena "Begitu pentingnya peran masyarakat, terutama keluarga sebagai Ring Pertana dalam merawat dan mengobati ODGJ, disamping itu, peran Kader, Pendamping, Relawan, PSM, TKSK, aparat setempat termasuk tenaga kesehatan puskesmas sebagai Ring Kedua juga sangat menunjang keberhasilan penanganan ODGJ ke fasilitas layanan kesehatan. Pada Ring Ketiga ada Rumah sakit, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemerintahan daerah dll, dalam menunjang terciptanya sinergitas pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik"

Dalam diskusi bahasan lain terungkap bahwa "Penanganan ODGJ di era rujukan Berjenjang ini, mewajibkan dimana PPK 1 (Puskesmas) harus melakukan rujukan terlebih dahulu ke PPK 2 (RSUD), dan baru kemudian bisa melakukan rujukan ke PPK 3 (RS.Dr.H. Marzoeki Mahdi).
Hal tersebut menimbulkan celah permasalahan tersendiri, karena masih terbatasnya ketersediaan psikiater, sarana prasarana, ketersediaan obat dan ruang rawat yang dimiliki PPK 2 ( RSUD), ditengah tingginya kebutuhan ODGJ akan psikiater, obat dan ruang perawatan.  Hal tersebut perlu pemikiran dan solusi bersama dari berbagai pihak. 
Namun pada kasus ODGJ Berat yang perlu penanganan darurat, bisa langsung dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan untuk dapat penanganan segera.

Diakhir kegiatan, dilakukan dokumentasi dengan photo bersama dengan jargon yang khas yaitu Stop Pasung dan Salam Sehat Jiwa. *(red/rip)











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • agrohimzmq

    удалите,пожалуйста! [url=http://agro-himiya.by/].[/url] ...

    View Article
  • Jasa SEO Murah

    Oke boss thank you. http://www.tierbonavi.com ...

    View Article
  • High School Diploma

    I was guessing if You Could write a little more on this subject? I’d be very ...

    View Article


BOGOR WEBSITE