Selamatkan Cagar Budaya Gunung Karst Ciampea

By Redaksi 25 Okt 2017, 01:39:50 WIB | dibaca: 216 pembaca 

Selamatkan Cagar Budaya Gunung Karst Ciampea

Gunung Karst Ciampea Tampak Dari Atas

BOGORnews.com ::: Baraya Kujang Pajajaran, komunitas budayawan pemegang kujang pusaka Pajajaran, menyerukan kepada Pemerintah untuk turun tangan menyelamatkan warisan alam dan cagar budaya di kawasan Gunung Karst di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Ketua Baraya Kujang Pajajaran, Ahmad Fahir berharap agar Pemerintah memperhatikan kekayaan alam dan cagar budaya yang tersimpan di kawasan Gunung Karst Ciampea dengan menyelamatkannya dari ancaman kepunahan.

“Gunung Karst Ciampea merupakan warisan alam dan cagar budaya yang menyimpan banyak file sejarah purba Nusantara. Gunung ini di ambang kehancuran akibat penambangan,” kata Ahmad Fahir kepada wartawan Senin (23/10/2017).

Pada Minggu (22/10), bertepatan dengan puncak Hari Santri Nasional, Baraya Kujang Pajajaran melakukan ekpedisi ke puncak Gunung Karst Ciampe, dengan menerjunkan 15 orang, dipimpin Gatut Susanta selaku pembina perkumpulan ini.

Menurut Fahir, Gunung Karst yang oleh warga Bogor lebih dikenal dengan sebutan Gunung Kapur Ciampea, memiliki sekitar 25 goa vertikal dan horizontal. Salah satunya Goa AC, yang berbentuk vertikal, yang terletak di puncak Gunung Karst. “Ada goa vertikal diberi nama oleh warga lokal goa AC, karena selalu mengeluarkan angin. Goa ini memiliki kedalaman 60 m, dengan ukuran dasar seluas dua kali lapangan futsal, dan bisa menampung ratusan orang,” kata Fahir.

Di muka Goa AC tersebut terdapat batu kujang dan sebuah goa horizontal.  Sedangkan di atas goa vertikal terdapat punden berundak warisan peradaban purba. Didiuga sebagai peninggalan Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 M atau kerajaan purba Sunda sebelumnya yang pernah eksis di Bogor.

Di sekitar Goa Vertikal selain terdapat Punden Berundak juga banyak ditemukan arca. Diantaranya ada arca gajah yang kini disimpan di SDN Ciampea 02 dalam kondisi rusak berat.

“Lokasi Goa Vertikal dan kawasan Gunung Karst ini hanya berjarak sekitar 1 KM dari kawasan Situs Purbakala Prasasti Tapak Gajah Prabu Purnawarman di Muara Cianten, Cibungbulang,” terang Fahir.

Diperkirakan usia cagar budaya Gunung Karst sekitar 1.600 tahun, sezaman dengan Situs Tapak Gajah Ciaruteun, atau bahkan lebih kuno, mengingat peradaban megalitikum Salaka Domas yang berusia 5.000 tahun juga terdapat di wilayah Ciampe, tepatnya di Cibalay, Gunung Salak, Kecamatan Tenjolaya yang baru dimekarkan dari Ciampea pada 2004.

Fahir mengemukakan, pihaknya juga sering mendapatkan informasi dari para pecinta lingkungan yang kerap melakukan ekspedisi ke Gunung Karts akan banyaknya temuan arca dalam kondisi rusak berat yang tersebar di kawasan ini.

Selain memiliki banyak jejak peninggalan purbakala, menurut Fahir, Gunung Karst juga memiliki fungsi strategis sebagai warisan kekayaan alam dan terbilang langka.

“Gunung Karst memiliki fungsi ekologis. Di bawahnya terdapat urat mata air, yang menjadi sumber ketergantungan air bagi puluhan ribu orang warga Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Cibungbulang,” paparnya.*(red/iso)








Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • newbie anyar

    Boleh minta bantuannya kak ? Masih baru dalam dunia bitcoin ini nih.bukan mau minta ...

    View Article
  • Software Accounting

    Nah, bagus nih,,, Bisa buat meminimalisir kecurangan para wajib pajak... dan tentunya ...

    View Article
  • Cetak Spanduk

    Waduuh,, menyalahi aturan tuh. Mana spanduk rokoknya dicetak dalam ukuran yang besar ...

    View Article


BOGOR WEBSITE