Miris Bangunan Hampir Ambruk, Santri Ponpes Al-Ikhlas Ciseeng Dirumahkan

By Redaksi 25 Jan 2018, 18:58:20 WIB | dibaca: 277 pembaca 

Miris Bangunan Hampir Ambruk, Santri Ponpes Al-Ikhlas Ciseeng Dirumahkan

Ponpes Al-Ikhlas Ciseeng Yang Hampir Ambruk

BOGORnews.com ::: CISEENG – Sekitar 50 orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhlas dirumahkan, akibat kondisi bangunan bilik yang sudah lapuk dan terancam ambruk total.

Aktivis Nahdlatul Ulama, Ahmad Fahir Kamis (25/1) dalam rilis yang dikirim ke BOGORnews.com mengatakan, ia mendapatkan pengaduan dari sejumlah warga Kecamatan Ciseeng mengenai nasib miris yang dialami Pesantren Al-Ikhlas.

Pesantren ini berdiri sejak 20 tahun silam, terletak di Kampung Parung Leungsir, RT 6, RW 2, Desa Karikil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Pada Selasa (23/1/2018) Fahir mengunjungi pesantren ini, bersama Ketua RT 1, RW 2, Desa Babakan, Ciseeng, Arifin, dan Ketua RT 2, RW 2, Babakan, Yakub. Keduanya merupakan wali santri Ponpes Al-Ikhlas, berjarak sekitar 3 KM dari kediaman mereka.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kiai Muhamad Haerudin.

“Bangunan pesantren ini sudah lapuk, sebagian sudah ambruk. Perlu mendapatkan perhatian, dari siapa saja yang terketuk hatinya untuk kemajuan pendidikan Islam,” kata Fahir.

Pendiri Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor  (KMNU-IPB) ini mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan nasib pesantren, karena memiliki peran yang sama dengan lembaga persekolahan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pesantren memiliki rekam jejak lebih panjang dari sekolah. Pesantren adalah lembaga pendidikan khas bumi Nusantara, yang telah lahir sejak 600 tahun silam,” kata Fahir.

Arifin selaku wali santri mengemukakan, sejak setahun silam, puluhan santri Al-Ikhlas yang berasal dari desanya dan daerah lainnya sudah dirumahkan. Pasalnya kondisi bangunan sudah tidak layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar santri 24 jam.

“Kami berharap r pemerintah memperhatikan nasib pesantren, terutama yang bercorak salafiyah seperti Al-Ikhlas yang sumberdayanya sangat terbatas, bahkan tidak pernah diakses bantuan pemerintah baik Kemenag maupun Pemda,” Arifin menerangkan.

Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas, Kiai Muhamad Haerudin mengatakan, kondiisi bangunan pesantrennya memburuk sejak setahun silam.
“Saya mengelola pesantren secara mandiri, mengandalkan usaha warung kecil-kecilan. Tidak mengutip iuran dari santri,” ungkap alumnus Pesantren Sipak Jasinga, Bogor, ini.

Saat kondisi bangunan mulai lapuk dan miring, ia mencoba menggali informasi bantuan, terutama dari Pemda Kabupaten Bogor.

“Saya sudah datang ke desa beberapa kali, untuk mengakses informasi bantuan dari Pemda Bogor. Katanya sejak dua tahun lalu sudah tidak ada bantuan untuk pesantren, sudah disetop,” papar Haerudin.

Akibat jalan buntu yang dihadapi, Haerudin akhirnya mengambil kebijakan darurat dengan memulangan santri yang mukim, yang berasal dari luar desa.

“Ada sekitar 50 santri mukim yang belajar, terpaksa kami rumahkan. Sekarang hanya menyelenggarakan pengajian al-Quran untuk anak-anak sekitar pesantren, sambil menunggu pemugaran bangunan,” ujar Haerudin, penuh harap. (*)











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • frank

    Ini adalah untuk menginformasikan publik umum laki-laki atau perempuan yang sehat dan ...

    View Article
  • poinqq

    sudah lama gak jalan"ke bogor, bogor apakabar mas? ada yang baru gak mas di ...

    View Article
  • Joe

    I study this text. I suppose You placed a lot of attempt to create this article. I ...

    View Article


BOGOR WEBSITE