Mengais Rezeki di Kanal Banjir Timur

By Redaksi 04 Mei 2018, 18:25:54 WIB | dibaca: 224 pembaca 

Mengais Rezeki di Kanal Banjir Timur




BOGORnews.com ::: “Saya lebih suka berjualan di sini, tuh, karena keuntungan yang didapat lebih besar ketimbang saya berjualan di pasar. Dan di sini hanya saya yang berjualan sayur.” Begitulah kata Ida Farida di tengah kesibukan melayani pembeli.

Rampungnya Kanal Banjir Timur (KBT) pada tahun 2010 nyatanya tidak hanya menjadi penangkal banjir saja. Di Duren Sawit, Jakarta Timur,  justru berubah menjadi tempat rekreasi baru yang ramai dikunjungi pengunjung. Kanal yang dibuat untuk penampungan dan resapan air, kini juga berfungsi sebagai tempat untuk berjualan aneka dagangan seperti makanan, pakaian, tempat bermain anak seperti biang lala, dan dagangan lainnya.

Ida berjualan sayuran sejak tahun 1990. Berawal dari berdagang di depan rumah, lalu beralih berdagang di pasar dan dilanjutkan menjajakan dagangannya ke KBT. Ida mulai berjualan di pasar dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB, setelah membereskan dagangannya di pasar Ida bergegas ke KBT untuk melanjutkan rutinitasnya sebagai pedagang sayur dari jam 16.30 sampai 23.00 WIB.

Lapak yang tersedia di KBT bukanlah sebuah ruko, melainkan hanya tanah kosong yang nantinya dipasang meja untuk menaruh sayur-sayuran yang akan dijual Ida. Cukup bermodal meja sendiri Ida bisa menata dagangannya di KBT. Dengan tempat yang berbeda, berbeda pula untung yang didapat Ida.

Namun, baik di KBT maupun di pasar, mereka sama-sama menarik biaya kontribusi  jika ingin berdagang di kedua tempat tersebut. “Kalau berdagang di KBT biasanya ada biaya kontribusi pada tahun 2018 sudah ditetapka sih sebesar Rp500.000,00 per bulannya, di sini kaya beli tempat gitu mba jadi kalau sudah bayar orang lain tidak bisa dagang di tempat yang biasa saya tempati untuk berjualan,” ujar Ida.

Ida mendapatkan keuntungan berdagang lebih besar di KBT ketimbang berdagang di pasar. Ida tidak menyebutkan berapa keuntungan yang didapat dan tidak disebutkan berapa selisihnya. “Saya lebih suka berjualan disini, tuh, karena keuntungan yang didapat lebih besar ketimbang saya berjualan di pasar. Dan disini hanya saya yang berjualan sayur,” ujar Ida. Dengan berdagang sayur mayur, Ida dapat memberangkatkan diri dan suami ke tanah suci Mekkah.

Bagaimana bisa tidak untung berdagang di KBT, setiap malam selalu ramai seperti pasar kaget. Pedagang di KBT selalu ada di setiap malamnya tidak mengenal tanggal merah ataupun hari libur. Berbeda dengan pasar malam atau pasar kaget yang hanya ada sekali pada malam itu juga.

Selain menguntungkan pedagang, keberadaan KBT yang pada malam hari berubah menjadi seperti pasar malam itu juga menguntungkan pembeli. “Saya sangat terbantu adanya pedagang-pedagang ini di KBT tidak perlu jauh ke pasar kalau ingin berbelanja sayuran. Di sini juga lengkap misalnya butuh baju di sini ada, celana juga ada, dan lain-lain pokoknya lengkap deh,” ujar Nurwendah Widiatmi, pembeli yang rumahnya di Pondok Bambu sekitar KBT.

Penulis
Rizqa Widiasti, Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

  1. Isca 04 Mei 2018, 19:31:10 WIB

    Menyentuh sekali

    Zqa 04 Mei 2018, 19:34:40 WIB

    Informasi yang sangat berguna, fungsi lain dari KBT.........

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Murod

    Kiranya menjadi media yang objektif, mencerdaskan dan memberikan pencerahan pemikiran ...

    View Article
  • online lifestyle magazine

    whats up – wonderful web site, simply just on the lookout around some weblogs, ...

    View Article
  • Cryptophix

    Bitcoin tradicionalmente relacionam-se a equipe digitais de dinheiro. Ela existe ...

    View Article