Majelis Tawassul Al-Muniriyah Berziarah ke Makam Para Pendiri NU

By Redaksi 31 Des 2017, 20:12:56 WIB | dibaca: 249

Majelis Tawassul Al-Muniriyah Berziarah ke  Makam Para Pendiri NU

Rombongan ziarah di kompleks makam Gus Dur




BOGORnews.com ::: Sewindu Haul Gus Dur yang jatuh pada akhir Desember 2017 dirayakan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk oleh jamaah Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Pembina Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah, Ahmad Fahir kepada wartawan di Rancabungur, mengatakan, pihaknya menyambut Sewindu Haul sang guru bangsa dengan menyelenggarakan perjalanan spiritual melalui ziarah Jawa Madura, pada 22 hingga 26 Desember lalu, yang diikuti tujuh orang jamaah.

Fahir mengatakan, pihaknya menziarahi sejumlah makam ulama, yakni guru para pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Kholil, Bangkalan, Madura, Mursyid Thorikoh Qodiriyah Naqsabandyah Surabaya, KH Asrori Al-Ishaqi, dan pendiri NU, Syaikh Wahab Chasbullah, Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang.

Selanjutnya, menziarahi makam Gus Dur, founding father Indonesia, KH Wahid Hasyim, dan pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari di komplek Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Gus Mik dan Rais Am PBNU 1984-1991, KH Achmad Shiddiq di Kampung Aulia, Ngadi, Ploso, Kabupaten Kediri.

“Program ziarah ini dalam rangka menyambut haul Gus Dur dan napak tilas ke makam para ulama NU dan tokoh thorikoh di Jawa Timur,” Ahmad Fahir dalam rilis yang diterima BOGORnews.com, Sabtu (30/12/2017)

Selain ziarah ke makam para wali, jamaah Al-Muniriyah juga menziarahi makam bapak proklamasi Indonesia, Bung Karno, di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dan makam Raden Fatah, pendiri Kesultanan Demak, di Masjid Agung Demak, Jawa Tengah.
Ketua Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah yang juga Ketua Panitia Ziarah Jawa - Madura, Ustadz Tri Hadi Siswanto mengutarakan, program ziarah ke makam para ulama besar merupakan agenda rutin yang digagasnya setiap bulan.

“Biasanya setiap bulan kami ziarah rutin ke makam-makam syaikh di wilayah Bogor. Dua bulan sekali ziarah ke makam-makam keramat di Jawa Barat , Banten dan Jakarta. Dan dalam enam bulan sekali ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Hadi.

Selain ziarah, sambung Tri Hadi yang juga alumnus Pesantren Daarul Rahman Bogor, perjalanan Majelis Al-Muniriyah ke Jawa - Madura juga diisi dengan tawajjuh alias bersilaturrahmi dengan mursyid di Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Penasehat Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah, Ustadz Jufri Sholeh menambahkan, ziarah Jawa – Madura dilakukan sebagai upaya napak tilas perjuangan para ulama dalam mendirikan NU, mengembangkan thoriqoh dan mendirikan NKRI.

“Para ulama NU memiliki andil sangat besar dalam mendirikan dan menjaga NKRI. Ziarah yang kami lakukan sebagai wujud syukur atas perjuangan beliau-beliau, sehingga NKRI masih berdiri kokoh dan damai hingga sekarang,” ujar Jufri, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur.

Ziarah juga memiliki arti sebagai wujud membangun rabithah alias ikatan bathin yang kiat antara jamaah Al-Muniriyah dengan para syaikh yang didatangi.

“Dalam dunia thoriqoh, rabithah antara seorang murid dengan guru sangat penting. Kegiatan ziarah, haul atau tawassul sebagai cara untuk menjaga rabithah dengan guru, guna mencapai makrifat kepada Allah,” demikian Ustadz Jufri Sholeh. (*)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • GBrozavetrov

    Мы предлагаем тебе стать сетевым предпринимателем ...

    View Article
  • atap anti panas

    Rumah yang ambruk biasanya terjadi karena kurang kekuatan pada pondasi atau dindingnya ...

    View Article
  • freelancer India

    without difficulty, the object is basically the main-course topic Within this registry ...

    View Article