Kerja Tak Kenal Usia

By Redaksi 07 Mei 2018, 07:34:48 WIB | dibaca: 111 pembaca 

Kerja Tak Kenal Usia

BOGORnews.com ::: Badan memang sudah dimakan usia, langkah memang sudah gontai dengan kulit keriput yang ada, akan tetapi semangat untuk bekerja tetaplah semangat muda,  apalagi itu semua demi membiayai kuliah cucunya. Begitulah yang dirasakan Aini, wanita kelahiran tahun 1950 yang setiap harinya berjualan aneka kue, gorengan dan nasi uduk di Jalan Rawakalong, Depok, Jawa Barat.

Saat matahari mulai menunjukkan sinarnya dipagi hari, para pembeli dagangan Aini juga mulai menunjukkan jejaknya. Salah satu pembeli berkerudung biru berjalan menuju meja yang dipenuhi dengan dagangan Aini. “Nek gorengannya mana?” tanyanya. “Abis neng, paling tinggal donat saja,” ucap Aini yang biasa dikenal dengan sebutan Nenek oleh para pembeli.

“Kalau ini dari apa nek?” tanya salah satu pembeli yang akhirnya membeli lima buah aneka kue. “Ini kue pisang kalau ini dari beras terus yang ini dari singkong,” jelas Aini sambil menunjuk kue-kue itu dengan jarinya. Perlahan ia mengambil uang kembalian sambil melayani pembeli yang lain dengan senyuman.

Hampir setiap hari dagangannya laku terjual dan biasanya jika sedang ramai atau hari libur dagangannya lebih cepat habis walaupun masih cukup pagi. Gorengan menempati urutan pertama dagangan yang paling laris, disusul dengan kue-kue lainnya.

Aini yang dikenal ramah dengan sebutan Nenek oleh para pembeli, berdagang demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan cucunya yang kekurangan biaya. Setiap hari kue-kue, gorengan serta nasi uduk yang dibuat oleh anak dan cucunya itu akan dijual ke berbagai tempat. Aini berjualan tepat di Jalan Rawakalong, sedangkan cucunya berjualan di tempat lain. “Saya anak ada delapan, cucu yang sedang kuliah itu ada tiga, ya karena kekurangan saya juga ikut membiayai,” ujarnya.

Banyaknya kue dan gorengan yang dijual membuat Aini, anaknya dan cucunya harus mempersiapkan semuanya sejak pagi buta. Proses memasak semuanya cukup menguras waktu dan tenaga dengan penjualan yang menghasilkan untung yang tidak banyak.

Aini mengatakan bahwa untungnya ia beserta anak dan cucunya tidak perlu pergi ke pasar untuk membeli bahan dikarenakan salah satu anaknya ada yang berdagang sayuran. “Belum lagi kalau ke pasar harganya lebih mahal. Jadi tidak pernah ke pasar, paling-paling kalau ada yang kurang beli di warung terdekat saja,” jelasnya.

Aini mengaku tahun 2017, ia masih berjualan di depan Perumahan Villa Mutiara akan tetapi lama-kelamamaan ia merasa tidak kuat lagi untuk berjalan dari rumahnya ke lokasi tersebut, belum lagi harus pakai gerobak dorong. Jadi, pada tahun 2018 ia memilih untuk pindah ke lokasi yang lebih dekat, di pinggir Jalan Rawakalong, tidak perlu gerobak dorong dan dapat mengatasi kakinya yang sakit bila berjalan jauh.

Wanita kelahiran asli Rawakalong ini mengaku sudah berdagang sejak tahun 1970, hanya saja pada saat itu ia berdagang sayuran. Aini mengaku bahwa ia sudah merasakan kerja keras demi membiayai anak dan cucunya. Walaupun sudah menginjak usia tua, demi membiayai cucu, ia rela untuk tetap bekerja. Untung yang dihasilkan dari penjualannya juga tidak seberapa tapi ia berharap dapat membantu kekurangan yang ada, walaupun itu cuma sedikit.

 

Penulis

Indi Safitri, Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Mentari Kasih 07 Mei 2018, 14:57:25 WIB

    Neneknya lucu senyumnya...

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • frank

    Ini adalah untuk menginformasikan publik umum laki-laki atau perempuan yang sehat dan ...

    View Article
  • poinqq

    sudah lama gak jalan"ke bogor, bogor apakabar mas? ada yang baru gak mas di ...

    View Article
  • Joe

    I study this text. I suppose You placed a lot of attempt to create this article. I ...

    View Article


BOGOR WEBSITE