Harga Diri Sang Penjual Tisu

By Redaksi 03 Mei 2018, 18:27:03 WIB | dibaca: 4174 pembaca 

Harga Diri Sang Penjual Tisu

BOGORnews.com ::: Pernahkah Anda melihat wanita renta ini menjajakan tisu dagangannya di halte bus yang bersampingan dengan Stasiun Universitas Indonesia? Nyatanya, ia mengaku tak sedikit masyarakat umum dan mahasiswa yang sering menolak tawarannya.

Itulah sosok nenek bernama Nuraini, atau biasa disapa Nur. Wanita berusia 62 tahun, yang tiap harinya pergi menuju halte bus Universitas Indonesia (UI), Depok, untuk menjual tisu kemasan dengan harga terjangkau. Ia selalu menawarkan barang dagangannya sejak pagi hari.

“Tisu, Bu. Tisu, Mas,” ujarnya tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya ketika orang-orang melewati dirinya di halte. Waktu selesainya berdagang tak menentu, terkadang pada pukul 10 ia bergegas kembali ke rumah kontrakannya yang ada di Citayam dengan kereta. Kemudian, ia mengantarkan cucunya yang masih belia ke sekolah. Dua cucu gadisnya masih duduk di bangku sekolah dasar, sedangkan yang lelaki telah berada di sekolah menengah pertama. “Anak yatim, cucu saya ini,” tuturnya, “ibunya kerja di warung nasi.”

Tiap hari, 30 kemasan tisu ia usahakan agar dapat berubah menjadi uang untuk membeli beras setengah kilogram. Itu pun ketika tisunya laku banyak. Apabila kurang beruntung, hanya dua buah singkong berukuran kecil yang mampu ia beli untuk mengisi perut yang kosong. Tak hanya rasa laparnya yang ia tanggung. Singkong itu dibagi kepada ketiga cucunya di rumah. Tak tega bila Nuraini mendengar kata ‘lapar’ keluar dari mulut cucunya.

Penghasilannya yang hanya sekitar Rp15.000, - per hari, mengharuskan Nuraini untuk memutar otaknya. “Pusing pikiran saya. Bayaran rumah, makan dari mana, biaya cucu sekolah. Biar anak yatim, tapi sekolah masih bayaran,” ujarnya lesu. “Saya, sih, berharapnya semoga nanti mereka bisa bantu orang tua dan neneknya.”

Nuraini juga bekerja sambilan sebagai buruh cuci. Ketika ada panggilan yang membutuhkan jasanya, barulah ia bisa mendapatkan upah. Ia pun berkata bahwa sudah menekuni pekerjaannya sebagai penjual tisu sejak tahun 2000.

Lokasinya berdagang hanya di halte ini, menjadikannya ia harus bersaing dengan pedagang tisu yang lain. “Ada dua kakek-kakek yang jualan tisu juga, namun serakah. Saya disuruh jangan berjualan di sini, sampai mulut saya dijejelin tisu,” ucapnya kesal. Walau mengaku sering bertengkar, Nur ingin tetap damai ketika berjualan. Ia berusaha berkeliling di sekitar halte mencari rezeki dengan cara yang benar.

Menurutnya, para mahasiswa yang tingkat pendidikannya bagus, tidak menunjukkan sifat sombong layaknya pedagang tisu lain. Bahkan, ia mengaku pernah diperintahkan untuk tidak berdagang di sekitar halte bus UI oleh mereka, karena memalukan. “Saya malah malu kalau mencuri. Saya dagang dengan halal, buat cucu yatim saya. Biar orang susah, saya nggak mau harga diri saya diinjak-injak,” ucapnya.

Namun, ia merasa rezeki sudah ada yang mengatur. “Kadang mahasiswa suka ngasih nasi ke saya. Lauknya ayam atau telor. Tapi saya bawa pulang. Saya nggak makan. Saya taro di tas. Pulang saya suruh cucu yang makan,” kata Nuraini.

Suaminya memang sudah lama tiada. Tak ingat dirinya terakhir kali bertemu dengannya. Ia menceritakan pernah ada namanya tertera di dalam surat wasiat mendiang suaminya. Namun, nama tersebut dicoret oleh adik dari suaminya, dan disalahgunakan. Tetapi, ia hanya mengikhlaskan kejadian tersebut dan melanjutkan hidupnya dengan sabar.

Nuraini sering dipertanyakan oleh orang lain dengan penghasilannya yang terbilang tak seberapa namun kebutuhan hidupnya amatlah banyak. Ia menjawab pertanyaan itu dengan sederhana. “Alhamdulillah, saya syukuri saja.”

Penulis :
Bagas Taruna, Politeknik Negeri Jakarta











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • jual hair fiber

    benar sekali itu. jika harus berurusan dengan kesehatan ada baiknya selalu memanfaatkan ...

    View Article
  • Dr. louis

    Apakah Anda ingin menjual ginjal Anda? Apakah Anda mencari kesempatan untuk menjual ...

    View Article
  • hgh Supplements from Amazon

    I study this text. I suppose You placed a lot of attempt to create this article. I ...

    View Article


BOGOR WEBSITE