Fahir : PANCA KARSA Membumi, Agamis dan Pro Budaya

By Redaksi 21 Feb 2018, 20:10:08 WIB | dibaca: 436 pembaca 

Fahir : PANCA KARSA Membumi, Agamis dan Pro Budaya

Ahmad Fahir Wasekjen DPW PKB Jabar

BOGORnews.com ::: Cibinong – Program “Panca Karsa” alias lima kehendak yang dicanangkan Calon Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan dinilai sangat membumi, karena sangat memperhatikan nasib para pelaku utama pembangunan desa, yakni RT, RW, hansip, Posyandu, LPM, dan BPD.

“Pak Rachmat Yasin pencetus utama pelibatan RT, RW dan pelaku pembangunan desa dalam membangun Kabupaten Bogor melalui pemberian insentif untuk menunjang kinerja dalam melayani masyarakat, yang bersumber dari pos APBD” kata Koordinator Divisi Opini Media Massa Hajah Ade Yasin – Iwan Setiawan (HADIST), Ahmad Fahir.

Menurut Ahmad Fahir, Ade Yasin mempertajam program pro rakyat yang sudah dilaksanakan Pemkab Bogor dalam 9 tahun terakhir melalui peningkatan insentif hingga 350 persen.

“Insentif untuk pelaku pembangunan desa, yang semula Rp 450 ribu per tri wulan dinaikkan menjadi Rp 1,5 juta. Hanya pasangan HADIST yang memiliki program ini. Ini program ril untuk kemaslahatan rakyat,” ujar Wakil Sekjen DPW PKB Jawa Barat.

Dengan meningkatkan kinerja para pelaku pembangunan di level rakyat, Fahir menilai Ade Yasin berupaya mengangkat posisi tawar dan derajat mereka dalam pembangunan.

“Partisipasi adalah faktor terpenting penopang keberhasilan program apapun yang dicanangkan pemerintah. Ade Yasin memperhatikan faktor itu melalui peningkatan peran para pelaku pembangunan desa,” kata Fahir.

Selain sangat membumi, visi misi pasangan HADIST yang tertuang dalam “Panca Karsa” juga dinilai sangat memperhatikan nasib guru ngaji dan pesantren.

Kalangan guru ngaji, amil, hingga pesantren akan mendapatkan perhatian khusus, baik melalui program pemberian insentif maupun diserap dalam program-program lainnya pada bidang kesehatan dan pendidikan.

Panca Karsa berasal dari istilah Sanksekerta. Istilah ini juga sangat nyunda, pro kearifan lokal melalui program pembangunan peradaban masyarakat Bogor yang dituangkan dalam visi misi.

“Kepemimpinan HADIST akan memperhatikan nasib seni dan budaya Sunda, karena sadar bahwa Bogor memiliki peran besar sebagai ibu kandung peradaban Sunda, memiliki situs purbakala bernilai sejarah tinggi yang berjumlah 300 buah lebih,” ujar Fahir yang juga pegiat budaya Sunda. (*)











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Mrs Limasly

    Cara Mendapat Kartu ATM Kosong yang Mendesak .... selama bertahun-tahun saya sudah ...

    View Article
  • frank

    Ini adalah untuk menginformasikan publik umum laki-laki atau perempuan yang sehat dan ...

    View Article
  • poinqq

    sudah lama gak jalan"ke bogor, bogor apakabar mas? ada yang baru gak mas di ...

    View Article


BOGOR WEBSITE