Dua Bulan Monitoring Display Rokok, NoTC Temukan Hal Ini

By Redaksi 04 Mei 2018, 22:22:33 WIB | dibaca: 107 pembaca 

Dua Bulan Monitoring Display Rokok, NoTC Temukan Hal Ini

Foto : pribadi




BOGORnews.com:::No Tobacco Community (NoTC) melakukan monitoring  terhadap sejumlah tokoh ritel modern di kota hujan pada bulan November hingga Desember 2017.

Monitoring dilakukan guna mengetahui implementasi larangan display produk rokok pada tempat-tempat penjualan di Kota Bogor. 

"Pemerintah Kota Bogor memiliki Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 12 tahun 2009 yang melarang adanya iklan rokok di Kota Bogor. Kami sangat apresiasi sebab Pemkot Bogor kami nilai memiliki komitmen yang kuat dalam pengendalian rokok,"ujar Ketua NoTC, Bambang Priyono kepada wartawan di Balai Kota,  Jumat (4/5/2018).

Ia menambahkan, monitoring dilakukan dengan metode snowball sampling sebanyak 269 retail modern yang ada di Kota Bogor. 

269 retail modern yang dijadikan sampel tersebar di Bogor Barat sebanyak 55 ritel, Bogor Tengah (28), Bogor Utara (58), Bogor Timur (29), Bogor Selatan (66) dan Tanahsareal (33).

"Berdasarkan hasil survey, tingkat kepatuhan pengelola tokoh ritel terhadap pelarangan display rokok mencapai  82,9 persen. Indikator yang kami gunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan  adalah tidak adanya display rokok dalam bentuk apapun, "jelasnya. 

Hasil lainnya, lanjut Bambang, pengelola mengaku mendukung pelarangan display rokok di Kota Bogor sebesar  96,3 persen. 

"Sekitar 60, 2 persen pengelola toko ritel modern di Kota Bogor menyatakan bahwa larangan iklan atau display rokok tidak mempengaruhi penjualan produk rokok, " tandasnya. 

Berdasarkan hasil monitoring tersebut, Bambang berkesimpulan implementasi Perda KTR terlihat bagus terutama pada kepatuhan pengelola tokoh ritel. 

"Hasil ini sangat bagus dan terus dipertahankan sebab tingkat kepatuhan sangat tinggi.  Ini penting untuk mencegah perokok pemula atau anak-anak terpapar ikut merokok,"terangnya.

"Kami minta kepada pemerintah daerah agar monitoring terus dilakukan. Setidaknya 3-4 bulan sekali. Sebab jika. longgar, ritel akan membukanya kembali. Ada saksi yang tegas bagi mereka yang melanggar. Ke depan,  monitoring dilakukan untuk ritel tradisional sebab ritel tradisional lebih banyak ditemukan  pelanggarannya, "pungkasnya (DimasFery). 











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Murod

    Kiranya menjadi media yang objektif, mencerdaskan dan memberikan pencerahan pemikiran ...

    View Article
  • online lifestyle magazine

    whats up – wonderful web site, simply just on the lookout around some weblogs, ...

    View Article
  • Cryptophix

    Bitcoin tradicionalmente relacionam-se a equipe digitais de dinheiro. Ela existe ...

    View Article