Ditanya Kenapa Rajin Bangun Taman, Bima Jawab Begini

By Redaksi 04 Apr 2018, 07:28:35 WIB | dibaca: 85 pembaca 

Ditanya Kenapa Rajin Bangun Taman, Bima Jawab Begini

BOGORnews.com:::Walikota Bogor yang sedang cuti Pilkada, Bima Arya Sugiarto, menjadi pembicara dalam sebuah seminar yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Universitas Pakuan Bogor dan dan Universiti Putra Malaysia (UPM), Selasa (3/4/2018).

Bertempat di Auditorium Utama Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan, Kota Bogor, mahasiswa lintas negara tertarik untuk mengetahui arah pembangunan dan konsern Bima Arya selama empat tahun terakhir membangun ruang-ruang terbuka public.

Bima Arya memaparkan mengenai perkembangan kota hujan ini, capaian-capaian dan sejumlah program mengenai grand design Kota Bogor, baik yang belum, yang sedang dan akan dilakukan.

Salah satu pertanyaan yang membuat Bima Arya tertarik untuk menjawab adalah seputar, ‘Kenapa Walikota suka bener bangun taman dan pedestrian?.” Bima menjelaskan, bahwa pembangunan taman bukan sekedar untuk mempercantik dan memperindah kota.

“Banyak yang mengkritik, kenapa walikota suka sekali membangun taman dan pedestrian? Saya katakan, taman bukan hanya mempercantik kota. Jalur pedestrian bukan hanya memperindah kota. Betul, kota tambah cantik dan indah. Tapi ada dua dampak lagi yang lebih dahsyat dari itu,” ungkap Bima Arya.

Dampak yang pertama adalah kebersamaan. Di mana, kata dia, taman kota sebagai ajang interaksi warga tanpa memandang pilihan dan agama yang berbeda.  “Di mana lagi selain di taman kota dan pedestrian, warga bisa bersama-sama, ngobrol, bercengkrama, tanpa nanya kemarin Pilkada pilih apa, kamu agamanya apa. Apakah kalau kenalan di taman langsung nanya, kemarin milih walikota siapa, presidennya siapa. Kan, tidak,” beber pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

“Ini ruang terbuka yang mempersatukan kita. Jadi ruang terbuka publik untuk kebersamaan. Kita belajar dari kota-kota di seluruh dunia, peradabannya maju, warganya guyub karena ruang terbuka publik. Bukan di mall, bukan ditempat hedonistik dan konsumtif,” tambah dia.

Bima melanjutkan, secara tidak langsung, pembangunan taman dan pedestrian di Kota Bogor berdampak pada kesejahteraan warga.

“Nyambungnya di mana? Pedestrian ini mungkin orang tidak menyangka dampaknya. Tapi sudah saya rancang dari tiga tahun lalu. Pedestrian ini setiap weekend dilalui 3.200 orang setiap jamnya. Banyak orang yang datang bukan dari Kota Bogor. Ada orang Jadetabek, Medan, Makassar dan warga tetangga kita Kabupaten Bogor yang datang ingin merasakan sensasi jogging, lari, atau gowes di sekitar Istana dan Kebun Raya Bogor,” jelasnya.

Selain itu, para wisatawan itu menginap di penginapan-penginapan yang tersedia. “Berdasarkan kajian kami, tingkat hunian hotel naik sekitar 80 persen. Cukup baik. Ini artinya PAD juga naik. Jadi, penataan pusat kota berdampak pada kesejahteraan."

"Kita juga mendeklrasikan diri sebagai The City of Runners, kota para pelari. Ini arahnya ke sport tourism, banyak event-event lari skala nasional yang akan mendatangkan banyak wisatawan. Tahun lalu ada sekitar 5 juta wisatwan yang datang ke Kota Bogor,” pungkas Bima.(Rls/DF). 







Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Dr Daniel

    Apakah Anda ingin membeli ginjal atau ingin menjual ginjal? Atau kamu mencari ...

    View Article
  • google.fr

    dfsfds ...

    View Article
  • poker online

    http://4kgoal.com/ livescore indonesia, result, live soccer, football, tennis, basketball, ...

    View Article


BOGOR WEBSITE