Cegah Kepunahan TSL, 57 PEH se-Indonesia Ikuti Metode Pelatihan Survei di Cipanas

By Redaksi 07 Mei 2018, 21:35:17 WIB | dibaca: 140

Cegah Kepunahan TSL, 57 PEH se-Indonesia Ikuti Metode Pelatihan Survei di Cipanas




BOGORnews.com:::Dalam salah satu upaya peningkatan pengelolaan kehati, LIPI melalui Pusat Penelitian Biologi menyelenggarakan Pelatihan Metode Survei Tumbuhan dan Satwa Liar pada 7- 11 Mei 2018 di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sekitar 57 peserta Pengelola Ekosistem Hutan (PEH) mengikuti pelatihan yang berasal  dari BKSDA dan Direktorat KKH,  serta Kementerian LHK. 

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati mengatakan, tujuan dilakukan pelatihan adalah memberikan  pengenalan kepada para petugas PEH dari KSDA seluruh Indonesia mengenai metode metode survey, identifikasi jenis serta pengawasan fasilitas penangkaran untuk jenis jenis Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang diperdagangkan. 

"Kami ingin memperkuat kompetensi PEH di bidangnya dan mempererat hubungan kerjasama antar LIPI dan  Kemen LHK khususnya Ditjen KSDA serta memperkuat peran Pusat Penelitian Biologi LIPI sebagai otoritas ilmiah terpercaya dan berkualitas di Indonesia,"ujarnya. 

Ia pun sangat berharap,  lepas dari pelatihan ini,  para PEH bisa menurunkan ilmu dan pengalamannya selama  pelatihan ini kepada rekan sejawat. 

"LIPI tidak mungkin melakukan sendiri sebab setiap tahun banyak sekali kasus perdagangan TSL. Jika hanya LIPI saja yang turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,  sangat sulit sebab kuota TSL dari LIPI sangat terbatas. Saat ini kita selalu berkejaran dengan namanya kepunahan,  ditambah dengan setiap tahunnya kasus perdagangan TSL terus bertambah,"paparnya. 

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc., mengungkapkan bahwa LIPI juga bertanggung jawab menyampaikan kepada stakeholders terkait metode-metode yang dapat digunakan dalam pengambilan data, baik untuk pemantauan atau survei populasi habitat alam jenis-jenis yang diperdagangkan, maupun untuk evaluasi produksi di fasilitas penangkaran dan budidaya.

“Selain metode, penting pula bagi para pihak untuk meningkatkan kemampuan identifikasi jenis-jenis produk TSL yang beredar di dalam maupun luar negeri. Salah satu pihak yang paling berkepentingan terhadap kedua hal ini tentulah petugas di lapangan, yaitu PEH yang instansinya terlibat dalam pemberian ijin dan pengawasan peredaran TSL,” papar Witjaksono. 

Dalam pelatihan yang akan berakhir Jumat (11/5/2018), ada sekitar 8 topik yang berhubungan dengan keanekaragaman hayati dan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Delapan topik itu meliputi 
metode survey jenis-jenis katak dan pengenalan produk kulit reptil, metode survey jenis-jenis dan pengenalan produk perdagangannya, pengenalan
jenis kupu-kupu, metode survey jenis-jenis pohon, metode survey kepiting kenari dan inspeksi penangkarannya, panduan inspeksi fasilitas penangkaran, kalkulasi kapasitas produksi fasilitas penangkaran serta pengenalan dan pengembangan pangkalan data kehati nasional. (DimasFery) 






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • assyjv

    <a href=http://canadian-pharmacyp.com>buy viagra</a> cheap viagra online ...

    View Article
  • byocct

    <a href=http://camadian-pharmacya.com>extra super viagra 180 pills</a> ...

    View Article
  • Shopping Center Jakarta

    Waah,, tahun depan ada lagi gak ya midnight shopping di Cibinong City Mall..? CCM ...

    View Article